
Dirra melangkah mendekati brankar Babby . " Hay kak..... Bangun lah kak kasihan kak Barra dan bayi kakak. " ujar Dirra pada Babby yang terbaring. Dirra tersenyum pada Babby tapi kedua bola matanya di jatuhi kristal bening.
***
Di lain tempat Shasya sedang makan siang bersama dengan tunangannya Arya.
Shasya dan Arya sudah satu bulan tunangan. Arya adalah seorang pengacara. "ada apa Sha.. Apa Makanan nya tidak enak? ." tanya Arya karena Shasya hanya mengaduk aduk Makanan nya saja.
Shasya tersadar dari lamunannya.
" tidak Mas Arya... Ini enak kok... " kata Shasya.
" jika enak kenapa tidak di makan. " Tanya Arya.
Shasya langsung memasukkan makanan ke dalam mulutnya. " Apa Mas Arya tidak punya Pacar." tanya Shasya pada Arya
Arya menggeleng" tidak... Tapi aku punya Seseorang yang sudah lama aku sukai." kata Arya tersenyum pada Shasya.
" benar kah? Terus kenapa mas Arya mahu di jodohkan sama aku" tanya Shasya lagi.
__ADS_1
Karena gadis itu kamu Shasya. Aku sudah lama memperhatikan mu diam diam jauh sebelum kita di jodohkan.batin Arya menatap Shasya.
" Mas Arya. Ada apa? Ada yang salah pada wajah ku ya mas?" tanya Shasya Karena Arya menatap nya.
Arya tersenyum lalu menggeleng " tidak, kamu cantik" Kata Arya santai memuji kecantikan Shasya.
Shasya cemberut " apaan sih.." Ujar Shasya yang membuat Arya tertawa melihat Shasya cemberut.
"kamu kalau cemberut seperti itu bertambah cantik loh Shasya " goda Arya pada Shasya
Shasya membuang muka dari Arya dengan wajahnya yang memerah karena malu Arya menggodanya.
Dia adalah Amar yang tidak sengaja juga berada di restoran itu sedang makan siang bersama serketaris nya.
***
Malam hari di Mension bima
Amar duduk di balkon kamarnya. sambil menatap kosong.
__ADS_1
" Kak Amar " panggil intan yang menghampiri Amar dengan kandungnya yang sudah berusia Lima bulan
" Ada apa intan." tanya Amar melihat ke arah istrinya.
"Apa yang kakak fikirkan. "intan balik bertanya
Amar memaksa kan senyum nya. "tidak ada intan."jawab Amar.
intan Tiba-tiba memegang tangan Amar "Cerai kan lah aku kak... Sampai kapan kita menjalani semua ini. Maaf kan aku karena mengikat kakak di sisiku"Kata ingin yang sudah berkaca kaca.
Amar mengusap kepala intan dengan lembut." Aku tidak apa apa. Aku sudah menganggap mu seperti adik ku intan. Jadi Bagaimana... Apa kau sudah ingat siapa Ayah dari anakmu" tanya Amar tersenyum hangat pada intan.
Sebenar nya intan tidak Hamil anak Amar. Amar tidak pernah menyentuh intan. Bahkan Amar tidak pernah tidur satu ranjang dengan intan walau pun mereka satu kamar. Itu lah kenapa Amar shock sewaktu pertama kali mendengar berita kehamilan intan
intan menggeleng pada Amar"belum kak" bohong intan. Intan sudah jatuh hati pada kelembutan Amar padanya selama ini. sebentar nya intan tahu siapa pria yang menghamilinya. Tapi dia berbohong pada Amar jika dia lupa, agar dia terus mengikat Amar di sisinya. karena Amar kasihan pada intan jika memberitahu kepada kedua Orang tua mereka hal sebenarnya jika belum menemui pria yang menghamili intan.
****
Salam kenal dari autor semua🤗 bantu dukung karya autor ya... Komen dan like👍 agar autornya lebih semangat💪💪💪 lagi Update nya. Maafkan autor ya jika masih banyak typonya😊. Komen dan like kalian semua sangat membantu semangat autor.😘😘✌
__ADS_1