
Babby cemberut lalu memegang bahu nya yang terasa sakit akibat di pukul oleh Nadin. "niat nyapa, apa niat mukul sih..." kesal Babby pada Nadin." sakit tauk kampret" ketus Babby
" lo kok marah sih babb, yang marah itu kan seharus nya aku, lo kemana aja sih baru nonggol" kata Nadin pada Babby.
"nanti aku cerita sama lo. Ayo kita ke dalam dulu" ajak Babby menarik tangan sahabat nya
*****
Di jalan Barra tersenyum senyum sendiri melihat punggung tangan nya yang tadi di cium oleh istri nya. Aku benar-benar sudah gila....batin Barra tersenyum sendiri.
Tuan muda mulai tidak sehat.batin Zildan yang mencuri curi pandang pada tuan muda nya melalui kaca
" apa kau sedang mengumpat ku Zildan" menatap tajam pada Zildan.
" ti tidak tuan muda, saya mana berani tuan" gugup Zildan menelan saliva nya dengan kasar.
__ADS_1
Akhirnya mereka telah tiba di kantor Barra....Barra melangkah masuk dengan wajah datar nya.
" sayang.... " panggil Celsea yang menunggu Barra di kantor nya. Barra yang mendengar suara Celsea, terus melangkah tanpa memperduli kan keberadaan Celsea.
Wanita itu benar-benar membuat aku muak.batin Barra yang melangkah memasuki Lift. Celsea langsung mencerobos masuk ke dalam Lift mengikuti Barra. Barra menahan pintu Lift lalu menatap dingin pada Celsea" keluar" dengan nada mengusir pada Celsea.
" Barra sayang dengar kan aku dulu" ingin memegang tangan Barra. Tapi Barra mengangkat tangan nya mengelak dari Celsea.
Celsea menatap sendu pada Barra dengan air mata yang mulai berjatuhan. Barra memaling kan wajah nya dari Celsea." bawa dia pergi dari hadapan ku Zildan " kata Barra. Entah mengapa hati Barra merasa sedikit tersentuh melihat Celsea yang menjatuh kan air mata nya dengan wajah menyedih kan
" nona Celsea silakan anda keluar dengan baik baik, tolong jangan paksa saya untuk memaksa anda nona" kata Zildan pada Celsea dengan nada dingin.
Zildan menarik kasar tangan Celsea keluar dari Lift. dan Barra langsung menutup pintu Lift naik ke ruangan nya.
" lepas!! Kau menyakiti tangan ku! " teriak Celsea pada Zildan yang memegang kuat lengan nya.
__ADS_1
Zildan melepas kasar tangan Celsea " pargilah dari sini, jangan mengganggu tuan muda lagi, dia sudah menikah... Bukan kah nona juga sudah memiliki pria lain selain tuan muda., belajar lah untuk menghargai diri anda sendiri nona" kata Zildan menatap Celsea lalu pergi meninggalkan Celsea..
" Asisten sialan !! "teriak Celsea tapi Zildan tidak peduli dan terus melangkah.
Di ruangan Barra duduk termenung berperang dengan perasaan nya. Apa kah aku masih mencintai nya... Mengapa hati ku tidak tega melihat nya menangis seperti tadi. Ayo lah Barra... Buang dia jauh jauh dari hati mu.. Dia wanita yang tidak pantas untuk kau cintai.batin Barra yang mengusap wajah nya dengan kasar.
Tok tok tok
"masuk"
Zildan melangkah masuk ke dalam ruangan Barra.
" tuan muda lima minit lagi rapat akan di mulai."
" kita ke ruang rapat sekarang "kata Barra berdiri lalu melangkah keluar.
__ADS_1
**
Salam kenal dari autor semua🤗 bantu dukung karya autor ya... Komen dan like👍 agar autornya lebih semangat💪💪💪 lagi Update nya. Maafkan autor ya jika masih banyak typonya😊. Komen dan like kalian semua sangat membantu semangat autor.😘😘✌