
Secinta itu kah kau padanya kak Amar... Biasanya kau hanya menyuruh Asisten mu saja... Tapi untuk kak intan kau rela membeli sendiri.batin Shasya dengan sedih. Shasya cukup Shasya... Apa yang kau fikir kan... Dia tidak akan pernah menjadi milik mu sha... Berhenti lah terus bermimpi.sadar sha, sadar..tambah shasya yang menegur dirinya sendiri.
"buah bagus untuk kak Intan yang lagi hamil kak." kata Shasya mengembangkan senyuman nya pada Amar.
Shasya mengulurkan tangan nya memegang satu buah. dengan cara bersamaan Amar juga memegang buah itu. Dan tangan Shasya langsung memegang punggung tangan Amar tanpa sengaja
Deg!
Deg!
Deg!
Jantung Amar dan Shasya saling berdebar. dengan mata saling menatap.
"Ehem" dehem Anis. Anis tidak ingin jika Perasaan Shasya pada Amar semangkin tumbuh dan membuat Shasya. Terluka lebih dalam lagi.
Shasya buru buru menarik tangan nya dari tangan Amar.
"kami duluan ya kak Amar. "Pamit Shasya langsung melangkah pergi meninggal kan Amar yang menatapnya dengan sendu.
****
__ADS_1
Beberapa hari berlalu. Di apartemen Barra
Di kamar Babby sedang memasang dasi Barra. " kak.. Aku di rumah saja hari ini ya kak... Aku lagi malas ke kampus." Izin Babby.
" tapi kau sendiri di apartemen sayang... bagaimana jika aku menghantar mu saja ke Mension papa.. Kau bisa menghabis kan waktu bersama mama di sana" lembut Barra pada Babby.
Babby tersenyum dan mengangguk. " ayo sayang..." Barra menggandeng tangan istrinya
Turun ke bawah.
****
Meja makan.
" kau mau kuliah Shasya "tanya Dermawan pada anak gadis nya.
"iya Ayah.."jawab Shasya lalu menyuapi makanan nya.
"Shasya Ayah berniat menjodoh kan mu dengan anak sahabat Ayah, sebentar lagi dia akan kembali ke negara ini dari luar negeri." ucap Dermawan yang sudah berbincang dengan istrinya tentang perjodohan Shasya
Uhuk Uhuk Uhuk
__ADS_1
Shasya terbatuk mendengar ucapan ayahnya yang ingin menjodoh kan nya. Dita langsung menolak air pada Shasya dan menepuk nepuk punggung Shasya
"Ayah bicara apa sih yah, aku kan masih kuliah" tolak Shasya pada Ayah nya
"sebentar lagi Kakak mu Firdaus menikah dengan Milda Shasya. Dan Ayah mahu kau yang lebih dulu menikah Shasya " lembut Dermawan membujuk anaknya.
Shasya terdiam.Dita yang melihat anak nya diam langsung memegang tangan anak nya. "ini tu untuk kebaikan mu juga sayang.. Mama juga setuju jika Shasya menikah lebih dulu Sebelum Kakak mu Firdaus sayang" bujuk Dita pada Shasya.
Shasya menunduk dan perlahan mengangguk menyetujui kemahuan kedua orang tuanya.
Mungkin memang sudah saat nya aku melupakan kak Amar, aku harus bahagia walau tidak bersamanya.batin Shasya yang sudah bertekat akan menikah dengan pilihan kedua orang tuanya
Firdaus hanya diam melihat adiknya. Dia tahu adiknya itu sangat mencintai Amar sahabatnya.
" Shasya ke atas dulu ya Ayah, bunda, Shasya lupa mengambil tas" di angguki Dermawan dan Dita..
" Firdaus sudah selesai bunda, Ayah. Firdaus ingin brangkat ke kantor dulu " kata Firdaus berdiri dari duduk nya. Firdaus sudah siap dengan pakaian Dinasnya. Lalu menyalami Ayah bundanya.
.***
Salam kenal dari autor semua🤗 bantu dukung karya autor ya... Komen dan like👍 agar autornya lebih semangat💪💪💪 lagi Update nya. Maafkan autor ya jika masih banyak typonya😊. Komen dan like kalian semua sangat membantu semangat autor.😘😘✌
__ADS_1