DI NIKAHI TUAN MUDA DINGIN

DI NIKAHI TUAN MUDA DINGIN
Sehat selalu


__ADS_3

" Bayi tuan baik baik saja... Tapi mungkin bayi tuan akan kami taruh di kaca Sehingga cukup usia 37 minggu tuan."


Barra mengangguk mengiyakan.


Selepas Barra dari ruangan Doktor. Barra menuju ruang NICU. Untuk melihat bayinya.


Saat tiba di ruangan bayinya. Barra melihat bayi yang sangat munggil di dalam kaca. Dari alis, bibir, dan semua wajah bayinya yang berkelamin lelaki mirip sekali dengan wajah Barra.. Tanpa sadar Barra berkaca kaca melihat bayinya.


Sehat selalu anak Papa.batin Barra.


***


Clekkkkkk


Barra membuka pintu kamar Babby. melangkah mendekati istrinya yang di penuhi oleh pralatan medis yang melekat di tubuh Babby. karena Babby juga mengalami beberapa tulang yang patah Akibat tabrakan itu.


Barra menggenggam tangan Babby lalu menatap wajah yang lemah tidak berdaya."jangan tinggal kan aku Sayang... Aku tidak ingin kau pergi.. Bagaimana dengan ku dan anak kita nanti... Ku mohon bangun lah... Buka matamu Sayang... Apa kau tidak ingin melihat anak kita... "

__ADS_1


"Maafkan aku yang membuat mu terluka dan berakhir Setelah ini... Aku minta maaf... Aku yang bersalah padamu sayang maaf kan aku..." Barra kembali menangis sambil memeluk tubub kaku Babby.


***


Keesokan hari nya Firdaus dan Dirra datang mengunjungi Barra" kau sudah menemui orang yang menabrak istri ku Firdaus " tanya Barra pada sahabat nya yang berkedok adik ipar.


" Tim sedang dalam siasatan untuk menyelidiki kasus tabrak lari istri mu... Ku harap kau Bersabar dulu sementara waktu. karena Seperti nya nombor mobil yang menabrak istri mu itu adalah Nombor yang di palsukan."jelas Firdaus


"Di palsu kan... Maksud mu ada yang sengaja melakukan ini pada istri ku? "tanya Barra


"kami belum bisa memastikan... Tapi mudah mudahan kasus ini akan segera kami pecahkan"jawab Firdaus pada Barra.


Barra melihat pada istrinya di brankar. lalu mengangguk pada Dirra.


"Aku pulang dulu Firdaus. Kakak titip khumairah sebentar" kata Barra pada Dirra. Dirra mengangguk dan tersenyum pada kakaknya


Setelah itu Barra kembali ke apartemen nya.

__ADS_1


Setelah kepergian Barra. Firdaus juga berdiri dari duduknya ingin kembali ke kantor. "kakak sudah mahu pergi" tanya Dirra pada Firdaus.


"Hm," Acuh Firdaus. melangkah keluar dari ruangan Babby.


Drrtt Drrtt Drrtt


Suara Ponsel Firdaus berbunyi. Semasa dia masih berada di ambang pintu ruangan Babby.


"Hello. Ya sebentar lagi aku kesana ya" jawab Firdaus dengan lembut dan tersenyum hangat. Sambil melangkah pergi. Firdaus sama sekali tidak peduli pada Dirra yang mendengar nya.


Dirra tahu jika yang menghubungi Firdaus barusan itu adalah Milda.


Dirra mendongak melihat langit-langit ruangan Babby menahan agar airmata nya tidak jatuh. Lalu mengangkat satu tangannya "Semangat Dirra. perjalanan hidup mu masih panjang" kata Dirra mengembangkan senyum nya untuk menghibur Dirinya sendiri.


Dirra melangkah mendekati brankar Babby . " Hay kak..... Bangun lah kak kasihan kak Barra dan bayi kakak. " ujar Dirra pada Babby yang terbaring. Dirra tersenyum pada Babby tapi kedua bola matanya di jatuhi kristal bening.


***

__ADS_1


Salam kenal dari autor semua🤗 bantu dukung karya autor ya... Komen dan like👍 agar autornya lebih semangat💪💪💪 lagi Update nya. Maafkan autor ya jika masih banyak typonya😊. Komen dan like kalian semua sangat membantu semangat autor.😘😘✌


__ADS_2