
Babby menyerjit melihat Barra mengulurkan tangan kearah nya.
" kemari kan ponsel mu" menatap pada Babby.
" mau kau apa kan ponsel ku" tanya Babby dengan mata bengkak nya.
" ingin memberi kan nya dengan cara baik baik, atau ingin aku mengambil nya dengan cara yang tidak baik" kata Barra pada Babby
Babby terpaksa mengulurkan ponselnya pada Barra. Barra mengambil ponsel Babby lalu menyimpan di saku nya.
"makan, bukan kah kau lapar" menolak makanan ke arah Babby.
Babby melihat makanan yang Barra saji kan untuk nya. Apa kah dia berniat meracuni ku . Batin Babby yang masih tidak bergerak mengambil nampan di hadapannya
Barra seolah tahu apa yang di fikirkan oleh Babby
" kau tidak usah khawatir, aku tidak akan meracuni mu, karena ada calon penerus ku di rahim mu. Jika tidak, mungkin saja aku memang benar benar akan membunuh mu, seperti yang kau fikirkan." kata Barra tanpa ekspresi hanya untuk menakut nakuti Babby
benar-benar monster. Ku kira dia hanya manekin.
__ADS_1
Babby mengambil nampan di hadapan nya dan mulai memasukkan ke dalam mulutnya dengan sedikit ragu.
Enak banget masakan monster ini... Batin Babby saat merasakan masakan Barra. Babby tidak peduli lagi pada Barra yang menatap nya, yang dia tahu dia hanya ingin menikmati masakan Barra yang sangat enak.
hanya beberapa minit saja makanan di nampan sudah habis tanpa sisa.
Barra memberi kan Babby ponsel baru. " pakai itu. "
Babby kembali menyerjit. " untuk apa... Aku masih memiliki ponsel, lagi pula ponsel ku masih sangat baru" Babby tidak mengambil ponsel yang bergantung di tangan Barra.
" kau tidak usah memakai ponsel ini lagi, aku tidak suka jika kau berhubungan dengan pria mana pun lagi" kata Barra
" kalau iya kenapa" singkat Barra menjawab Babby
" kau tidak bisa melakukan sesuka hati mu pada ku, aku bukan boneka mu" Babby benar-benar tidak menyukai sikap Barra
" kau benar, kau bukan boneka ku, tapi istri ku. kalau begitu layani aku layak nya suami mu." Barra membungkam Babby dengan ucapan nya.
Babby Akhirnya mengambil ponsel yang Barra beri kan pada nya. Kurasa apa pun yang aku ingin laku kan, aku tidak akan pernah menang berdebat dengan pria monster ini. Batin Babby menatap bola mata Barra yang juga menatap nya.
__ADS_1
" panggil aku dengan panggilan yang layak, karena aku adalah suami mu, selain itu aku juga jauh lebih tua dari mu" tambah Barra
" istirahat lah.. Aku tidak ingin anak ku tumbuh dengan tidak sehat karena calon ibu nya yang terlalu lalai" melangkah keluar dari kamar.
Babby membaring kan tumbuh nya di ranjang lalu membuka ponselnya.
hanya ada dua nombor di ponsel itu.
'suamiku'
'ayah'
Suamiku, terlalu manis buat monster seperti nya.Batin Babby lalu menutup ponsel itu.
*****
Kembali ke restoran tempat Abian tadi. Nadin memberikan Abian tisu. " bersih kan wajah mu itu,. Aku pamit dulu." kata Nadin yang ingin melangkah keluar dari restoran.
****
__ADS_1
Salam kenal dari autor semua🤗 bantu dukung karya autor ya... Komen dan like👍 agar autornya lebih semangat💪💪💪 lagi Update nya. Maafkan autor ya jika masih banyak typonya😊. Komen dan like kalian semua sangat membantu semangat autor.😘😘✌