DI NIKAHI TUAN MUDA DINGIN

DI NIKAHI TUAN MUDA DINGIN
perasaan yang menyesakkan


__ADS_3

Dengan bersamaan Barra juga sudah tiba dari toilet melihat Abian yang memegang tangan istrinya.


Barra menghampiri mereka lalu menepis tangan Abian dari lengan Babby" menjauh dari istriku" dingin Barra menatap Abian. Lalu melirik tangan intan yang memegang tangan Abian.


intan buru buru menarik tangannya. karena intan juga kenal sama Barra, sahabat tunangan nya Amar.


"apa khumairah mencintaimu" Sinis Abian pada Barra"mungkin kau memiliki tubuhnya, tapi belum tentu hatinya " tambah Abian tersenyum Sinis


Wajah Barra memerah karena marah mendengar perkataan Abian.


Buk!


Barra melayang kan bogem mentah ke wajah Abian.


Buk!


Abian juga membalas pukulan Barra di pipinya.


Saat Barra melayang kan lagi pukulannya Amar menghalangi Barra. Hal hasil pukulan Barra mengenai wajahnya


intan langsung memeluk Abian untuk menghalangi pertengkaran mereka.


Kebetulan Amar juga sedang berada di mall itu. Dan melihat Barra bertengkar Dengan seorang pemuda yang Amar agak kan lebih muda dari mereka.


Babby hanya diam melihat perkelahian mereka.


"Babby, ada apa ini" panggil shasya yang juga ada di sana bersama bundanya.

__ADS_1


"Barra, Amar ada apa ini" tanya bundanya shasya saat mereka semua hanya diam melihat wajah mereka berdua lebam, begitu pun dengan seorang pemuda di hadapannya


" tidak ada apa apa bunda, hanya sedikit salah faham " jawab Amar melirik pada tunangan nya yang memeluk Abian.


intan langsung lepaskan pelukannya pada Abian saat sadar Amar melirik nya


"saya pamit bunda" kata Barra pada bunda Dita.


Dita mengangguk "obati wajah mu itu"kata bunda Dita.


Barra langsung manarik tangan Babby lalu pergi dari mall


Abian juga langsung melangkah pergi."aku duluan kak Amar " kata intan langsung mengejar Abian yang sudah jauh.


Amar hanya mengangguk. Amar dan intan memang tidak mengenal baik antara satu sama lain, karena mereka hanya di jodohkan.


"bunda titip shasya sebentar " Tambahnya Dita pada Amar


"ya bunda" jawab Amar


shasya melangkah membeli obat sapu lalu kembali menghampiri Amar yang duduk menunggunya di kursi tempat Babby duduk tadi


"kak Amar, sini aku obati" kata shasya lalu mendekat kan sedikit wajah nya dengan wajah Amar


Shasya meniup lebam di wajah Amar.


Deg Deg Deg

__ADS_1


Jantung Amar berdebar-debar karena Shasya sangat dekat dengan nya.


"apa masih sangat sakit kak? "tanya Shasya sambil membuka obat oles di tangannya.


"sudah lebih baik" Amar berusaha agar tidak terdengar gugup di hadapan Shasya.


"aku oles ya kak obatnya" izin Shasya lalu mengoles obat di wajah Amar


" arg!" Amar kesakitan karena Shasya menekan wajah nya. Secara reflex Amar memegang tangan Shasya.


Bola mata Amar dan Shasya bertemu dengan tangan Amar memegang tangan Shasya di wajahnya.


Amar dan Shasya sama sama terdiam menatap antara satu sama lain.


Deg


Deg


Deg


Jantung mereka berdua sama sama berdebar


semangkin dekat hari pernikahan ku, semangkin aku tidak bisa mengontrol perasaan ku terhadap gadis ini. Tuhan... Jika takdir ku tidak bersamanya, maka hilangkan lah rasa yang membuat dada ini sesak.batin Amar melihat kedalam bola mata Shasya


semangkin dekat pernikahan kak Amar. semangkin besar juga lah perasaan ku padanya. Tuhan... Jika dia di ciptakan bukan untuk ku, maka hapus lah perasaan yang menyakitkan ini.batin Shasya juga menatap ke dalam bola mata Amar


***

__ADS_1


Salam kenal dari autor semua🤗 bantu dukung karya autor ya... Komen dan like👍 agar autornya lebih semangat💪💪💪 lagi Update nya. Maafkan autor ya jika masih banyak typonya😊. Komen dan like kalian semua sangat membantu semangat autor.😘😘✌


__ADS_2