
" kata ayah sebentar lagi anak teman nya datang dari luar Negeri.. Dan ayah menjodoh kan Shasya dengan anak sahabatnya itu"jelas Firdaus.
Amar terdiam. Dia tidak bertanya lagi.
Mereka bertiga berbincang bincang ringan sampai pukul setengah sembilan Barra izin pulang ke Mension nya. Firdaus juga pulang kerumahnya. Begitu pun Amar. karena Intan sakit jadi dia tidak terlalu lama di bar milik nya seperti biasa.
***
Saat dalam perjalanan pulang Amar melihat tiga preman sedang ingin memperkosa seorang gadis.
Amar memarkir mobinya dan menghampiri preman preman itu. "apa yang ingin kalian lakukan pada gadis itu." kata Amar dari arah punggung preman.
" cih! jangan ikut campur urusan kami. Jauh sana." kata salah satu preman itu.
Buk!
Buk!
Buk!
Tanpa aba aba Amar menghajar ke tiga preman itu Hingga babak belur. Setelah itu preman preman itu pergi melarikan diri.
Amar menghampiri gadis yang meringkuk sambil menangis dengan baju yang sobek di bahunya.
__ADS_1
"Shasya ?" Amar sangat kaget ternyata Gadis itu adalah Shasya.
Tadi Shasya keluar dari rumah untuk membeli tuala wanita karena dia sedang datang bulan. Tapi mobil yang dia kenderai mogok di jalan dan preman preman itu mengganggu dan ingin memperkosa nya.
Mendengar seseorang memanggil nama nya. Shasya mendongak dengan air mata yang masih membanjiri wajahnya.
" Kak Amar " kata Shasya langsung memeluk tubuh Amar dengan tubuh yang bergetar. hiks hiks hiks
" tenang lah Shasya " Amar membalas pelukan Shasya lalu mengusap usap punggung nya.
Setelah Shasya sudah mulai Tenang Amar membuka jas yang dia gunakan lalu memakaikan nya pada Shasya. karena pakaian Shasya Robek.
"Mari aku menghantar mu pulang."Lembut Amar pada Shasya. Shasya mengangguk dengan sisa tangis nya.
Amar menuju ke mobil nya bersama Shasya.
"Aku ingin membeli sesuatu di supermarket kak. Tapi Mobil ku mogok"jawab Shasya dengan suara serak.
Amar mengangguk lalu menghantar Shasya ke Rumahnya. keluarga Shasya sangat terkejut mendengar cerita Shasya.
Setelah menghantar Shasya. Amar pulang ke Mension nya.
***
__ADS_1
Hari berganti minggu, Minggu berganti bulan.
Usia kandungan Babby sudah berusia delapan bulan. Babby semangkin gemuk dengan perut yang membuncit.
"Sayang hari ini. Mungkin aku sedikit telat pulangnya. Kau di rumah mama dulu boleh. "Kata Barra mengusap lembut perut besar Babby.
Babby menyerjit " Mas mahu ke mana" tanya Babby.
"Di kantor saja sayang hanya banyak pekerjaan yang sering aku tinggalkan. Aku ingin menyelesai kan hari ini dulu sayang boleh kan" lembut Barra
Babby mengangguk lalu memeluk Barra " Apa aku sangat merepot kan mu mas... "Tanya Babby karena Barra sering lewat bekerja akibat menemani nya
"tentu saja tidak sayang... Aku pergi dulu" Barra mencium dahi istrinya.
Lalu turun dari apartemen bersama Babby. Barra akan menghantar Babby ke Mension papanya lebih dulu sebelum ke kantor.
***
Makan siang..di kantor Barra.
Celsea langsung masuk ke dalam ruangan Barra tanpa izin dari Barra.
"apa apaan kau Celsea..ada perlu apa kau ke sini lagi" kata Barra yang melihat Celsea .
__ADS_1
***
Salam kenal dari autor semua🤗 bantu dukung karya autor ya... Komen dan like👍 agar autornya lebih semangat💪💪💪 lagi Update nya. Maafkan autor ya jika masih banyak typonya😊. Komen dan like kalian semua sangat membantu semangat autor.😘😘✌