DI NIKAHI TUAN MUDA DINGIN

DI NIKAHI TUAN MUDA DINGIN
memilukan


__ADS_3

"khumairah Bangun khumairah!!"teriak Barra sambil menangis memeluk tubuh istrinya yang kaku. "buka matamu khumairah!!! "


Barra mengangkat tubuh istrinya lalu melarikan Babby ke rumah sakit saat Zildan sudah tiba membawa mobilnya.


Di Mobil Barra memeluk erat tubuh Babby yang kaku."cepat lah Zildan"teriak Barra Dengan perasaan tidak karuan melihat Babby yang sama sekali tidak bergerak. Zildan melajukan Mobil Barra Dengan kencang


"Ku mohon khumairah bangun lah... Buka mata mu Sayang.... Jangan tinggalkan aku Sayang... Bagaimana aku akan melalui semua hari ku tanpa mu. Ku mohon buka lah matamu..." Barra menangis sejadi jadinya memeluk tubuh Babby.


Asisten Zildan sangat iba mendengar tangisan atasannya yang sangat memilukan.


Saat tiba di parkiran Barra langsung membawa istrinya masuk ke dalam rumah sakit dan berteriak memanggil Doktor Untuk menangani istrinya.


Doktor langsung membawa Babby ke ruang gawat darurat. Barra juga menghubungi semua keluarganya. Mereka semua datang ke rumah sakit. Begitu pun dengan keluarga Firdaus dan keluarga Amar. Ke tiga keluarga itu memang sangat dekat, apa lagi Dirra yang baru saja menikah dengan Firdaus.


"Barra Bagaimana dengan khumairah Barra " tanya Rahardian yang panik mendengar berita kecelakaan anak semata wayang nya.

__ADS_1


"Ayah..." hanya satu kata yang mampu Barra keluar kan dari mulutnya. Barra benar-benar tidak mampu berkata kata saat ini. Yang ada di benak nya hanya takut. Takut kehilangan istrinya.


Ketiga keluarga itu sudah berkumpul di sana. Termasuk Ayah Babby


Barra tidak hentinya terus mengeluarkan airmata mondar mandiri di hadapan pintu gawat darurat menunggu dokter keluar.


"Tenang lah nak.. istrimu pasti baik baik saja" kata Ghia menenangkan Barra. Barra memeluk mamanya


"Aku takut maa... Aku tidak ingin kehilangan khumairah ma"suara Barra bergetar membuat orang orang di sana iba melihat dan mendengar nya


Clekkkkkk


Barra langsung menghampiri Doktor "Bagaimana istri saya Doktor "tanya Barra Tidak sabar


"Begini tuan muda... istri anda harus segera di operasi untuk mengeluarkan bayi nya. Tapi......." Doktor menghentikan ucapan nya ragu untuk menyampaikan berita tentang istri pemilik rumah sakit itu.

__ADS_1


"Tapi apa... Kata kan!! "tanya Barra yang tidak sabar.


"hanya tiga puluh peratus istri anda bisa di selamat kan tuan muda. karena nona mengalami cedera yang sangat serius di bahagian kepala. Jika pun nona selamat. Kemungkinan besar akan berpengaruh pada gangguan mental dan ingatannya."jelas Doktor Dengan bersuara lirih.


Deg!


Barra terduduk di lantai mendengar berita yang membuatnya benar-benar shock. Barra tidak mampu berkata kata lagi. Lidah dan mulutnya benar-benar terasa kaku.


Dirra menghampiri kakanya dan memeluk nya. " Bersabar lah kak." kata Dirra yang dari tadi menangis melihat keadaan kakak tercintanya sangat memilukan.


"Doktor, lakukan yang terbaik Apa pun itu, yang penting cucu dan menantu saya selamat." kata Marion pada Doktor.


"Baik tuan besar" Doktor dan suster berlarian mempersiap kan Operasi besar besaran untuk Babby.


Rahardian tidak beda jauh dari Barra. Dia juga shock mendengar kabar putrinya.

__ADS_1


***


Salam kenal dari autor semua🤗 bantu dukung karya autor ya... Komen dan like👍 agar autornya lebih semangat💪💪💪 lagi Update nya. Maafkan autor ya jika masih banyak typonya😊. Komen dan like kalian semua sangat membantu semangat autor.😘😘✌


__ADS_2