
"nanti kau di jambak habis habisan dengan buk Dosen Milda "sambung Marion ikut bercanda
Dan mereka berempat mentertawakan Dirra yang kembali cemberut karena di sudut kan
****
Di mension Bima.
Dita sedang bercanda bersama Rima dan Bima di ruang keluarga.
Amar dan Intan baru tiba. " Assalamualaikum " salam Amar dan Intan
"waalaikumsalam. Menantu mama sudah tiba rupannya. " kata Rima Amar dan Intan menyalami Dita, Rima dan Bima.
"intan, ada apa dengan wajah mu nak. Kenapa mama lihat kau sangat pucat. Apa kau sakit nak"tanya Rima mengusap rambut intan.
" tidak mi.. Aku baik baik saja." jawab intan
" mana ada baik baik kaya gitu pucatnya" kata Dita yang juga melihat intan sangat pucat.
" aku tidak apa apa bunda. Ma, aku ke kamar dulu ya" pamit intan berdiri lalu melangkah ingin naik ke atas. Tapi Tiba-tiba intan pingsan di anak tangga pertama.
" intan" teriak Amar Dita dan Rima.
__ADS_1
" bawah istri mu ke rumah sakit Amar." kata Bima
Amar langsung menggendong intan dan membawa intan ke rumah sakit milik keluarga Barra.
***
Sesampai nya di rumah sakit intan langsung di tangani oleh dokter.
Amar Rima Bima dan juga Dita menunggu intan dengan khawatir.
"bunda..." panggil Shasya pada bunda nya. Shasya tadi menghubungi bundanya dan bertanya di mana. Tapi bundanya mengatakan jika dia berada di rumah sakit. Sebelum Dita menyelesai kan ucapan nya Shasya sudah buru buru ke rumah sakit bersama ayahnya dan juga kakanya Firdaus.
" sayang kau tidak apa apa" tanya Dermawan mengecek tubuh istrinya.
Dita menepuk jidatnya melihat suami dan anak gadisnya mengecek tubuhnya.
"wah... Cari gadoh ni." kata bima menggulung lengan baju kuning nya.
" apaan sih kalian berdua. Yang sakit itu menantu ku Dermawan kebo. Bukan Dita " kata Rima memarahi Dermawan dan Bima yang seperti anak kecil
" enak saja mengatai ku kebo." kata Dermawan menolak pelan kepala Rima.
" benar-benar cari gadoh ni kebo.. Berani sekali menolak kepala istriku"kata Bima pada Dermawan
__ADS_1
" sudah sudah sudah kenapa sih kalian berdua." kata Dita menengahi Bima dan suaminya Dermawan.
Firdaus dan Shasya menggeleng melihat ayahnya dan paman bima. sedangkan Amar hanya diam melihat ke arah Shasya
"sudah lah ayah.. Paman, bunda beneren kan tidak apa apa "tanya Firdaus pada bundanya
" tidak sayang... istri sahabat mu yang sakit. intan tadi Tiba-tiba pinsan. sekarang juga lagi di tangani sama dokter " jelas Dita
Clekkkk
Doktor yang menangani intan sudah keluar. Rima langsung menghampiri Doktor lalu bertanya. " Doktor ada apa dengan menantu ku Doktor." tanya Rima khawatir .
" menatu ibu tidak kenapa kenapa. Siapa di sini suami pasien " tanya Doktor dengan ramah dan menunjuk Amar dan Firdaus
" saya Doktor " kata Amar
" tahniah, istri anda sedang hamil dan sudah jalan satu bulan" kata Doktor itu. Rima langsung tersenyum bahagia
" pi, sebentar lagi kita punya cucu" sambil memeluk suaminya bima karena gembira.
Dermawan Dita Firdaus juga ikut tersenyum bahagia. Shasya hanya tersenyum tipis mendengar berita kehamilan intan.
Tapi tidak untuk Amar. Amar masih membeku. Dia sangat shock mendengar berita kehamilan istrinya
__ADS_1
***
Salam kenal dari autor semua🤗 bantu dukung karya autor ya... Komen dan like👍 agar autornya lebih semangat💪💪💪 lagi Update nya. Maafkan autor ya jika masih banyak typonya😊. Komen dan like kalian semua sangat membantu semangat autor.😘😘✌