
" ada apa sayang... Saya Mamanya Barra suamimu nak. ada apa, Kenapa kau kaget melihat suamimu sayang "lembut Ghia bertanya pada menantunya.
wajah Babby masih terlihat pucat melihat Barra. sedang Barra hanya diam menatap dingin pada Babby.
Babby mengedar pandangannya ternyata dia jadi pusat perhatian oleh tamu tamu yang ada.
Babby buru buru mengubah duduknya dan kembali mendekati Barra.
Akhirnya semua berjalan dengan lancar. Saat tamu tamu sudah pulang Babby duduk di sofa masih dengan baju nikah nya. Babby menyandar kan kepalanya di sandaran sofa lalu memijat kepalanya yang akhir akhir ini sering terasa sangat pusing.
" khumairah naik lah ke kamar mu nak untuk istirahat,ajak suamimu juga" ujar Rahardian pada Babby.
Babby melirik Barra di sebelah ayahnya. Bola Mata mereka bertemu, dengan cepat kilat Babby mengalihkan pandangannya dari Barra.
Babby berdiri dari duduknya lalu ingin melangkah naik ke atas kamarnya tanpa mengucap sepatah kata pun.
" khumairah " tegur ayah Babby karena Babby tidak sama sekali memanggil suaminya.
Babby menghentikan langkahnya." ayo" panggil Babby pada Barra dengan tersenyum paksa.
__ADS_1
Barra hanya diam mengikuti langkahnya Babby. Naik ke atas.
Saat Babby dan Barra ingin masuk ke dalam kamarnya. Dia di hentikan oleh sindiran Linda adik tirinya.
" ingat pulang ternyata.... " sindir Linda sinis pada Babby.
Babby hanya melihat nya sekilas dan kembali ingin membuka pintunya.
" Abian kesian sekali ya. berharap pulang menemui sang kekasih yang ternyata mengkhianati nya... Tentu saja, secara kan pria pengganti nya jauh lebih kaya raya, tidak ada apa apa nya di banding kan Dengan Abian. "sindir Linda menatap rendah pada Babby dan melirik Barra yang hanya diam dengan wajah dingin nya di belakang Babby.
" sudah? " tanya Babby pada Linda.
" ocehanmu yang tidak bermutu" ejek Babby.
" kau! " geram Linda.
Babby lalu masuk ke dalam kamarnya tidak peduli lagi pada linda, dan di ikuti Barra.
Saat tiba di dalam kamar Babby diam saja. Babby mengambil baju ganti dan masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
beberapa minit Babby sudah siap dengan baju tidur nya. Lalu langsung naik ke kasur langsung merebahkan tubuhnya dan Babby pun terlelap. Babby tidak peduli pada Barra yang sibuk dengan tabnya yang sudah di siap kan oleh Zildan sebelum dia berangkat ke rumah Babby.
kepala Babby benar benar berdengut seperti ingin pecah, sampai sampai dia tidak punya waktu untuk memikirkan apa yang terjadi Kenapa boleh Barra yang menjadi suaminya.
Barra melihat ke arah Babby yang sudah lelap dengan nafas yang teratur.
Lalu berdiri dari duduknya mengambil pakaian ganti nya yang juga di siapkan oleh Zildan.
*****
Ke esokan Hari nya Barra sudah lebih dulu bangun. Babby kembli tidur sewaktu selesai solat subuh. karena dia benar-benar merasa kepala nya sangat berat.
Barra heran pada Babby yang masih belum bangun. karena sudah menunjukkan pukul lapan pagi.
"khumairah, khumairah sampai kapan kau akan tidur. " panggil Barra pada Babby. Barra yang melihat Babby tidak bergerak. Dia menghampiri Babby lalu menyentuh dahinya panas..... Dia sakit. Batin Barra lalu mengambil ponselnya menghubungi Zildan.
Drrtt Drrtt Drrtt
" Hello tuan muda" jawab Zildan.
__ADS_1
" suruh dokter Faizal kemari " Barra lalu menutup ponselnya lalu turun ke bawah mengambil kan Babby air hangat dan handuk kecil. Barra mengompres Babby yang sangat panas.