
Babby cemberut. "hampir ke XL "kata Babby malas melihat Barra yang menyindirnya.
Barra mengambil kalung berlian dari sakunya dan memasang di leher Babby. Babby memegang permata berlian di kalung yang dia gunakan
" ini untuk mu sayang... Maaf aku baru bisa memberikan mu ini sayang.. Maaf kan juga aku yang sering sibuk di kantor dan kurang memberi waktu bersama mu" ucap Barra dengan tulus.
Babby memeluk suaminya lalu mengecup pipi Barra "kenapa berkata seperti itu. Kau selalu ada waktu untuk ku kak.. Kau tidak pernah mengenal lelah... Dan selalu menghantar jemput aku ke kampus walaupun kakak sangat sibuk. Terima kasih suamiku. walaupun pertemuan kita sangat tidak menyenang kan.. Tapi aku sangat bahagia.. Kakak mahu menerima ku apa adanya." Babby menjatuh kan airmata.
Barra mengusap airmata di wajah istrinya "kenapa berkata Seperti itu... aku mencintai mu, dan akan menerima segala kekurangan dan kelebihan mu sayang... Berjanji lah padaku, jika apa pun yang akan terjadi, tetap lah berada di sisiku sampai ajal memisah kan kita" kata Barra memeluk erat tubuh istrinya.
" aku berjanji... Kita akan selalu bersama. Dan aku akan selalu ada dengan mu suamiku, walau dalam keadaan apa pun itu. Itu janjiku padamu suamiku.. Aku mencintaimu" kata Babby berjanji dengan penuh ketulusan.
Barra tersenyum mendengar ucapan istrinya.Tuhan... Aku tidak tahu mengapa, aku merasa seolah akan terpisah darinya.Semoga perasaan ini, hanya perasaan khawatir ku saja yang berlebihan. Batin Barra yang merasa sering Tiba-tiba gelisah.
***
__ADS_1
Di rumah sakit setelah kedua Orang tua intan dan Amar pergi hanya tinggal mereka berdua.
Amar hanya diam di kursi dekat brankar intan. Amar berdiri dari duduk nya ingin melangkah tapi Intan mencekal tangan Amar.
" kau tidak ingin bertanya . "tanya Intan
Amar melihat ke arah Intan. " tidak... fokus saja pada kesehatanmu.. setelah itu kau bisa menceritakan nya." kata Amar membuat Intan terdiam
" istirahat lah.. jangan terlalu banyak fikiran,, kasihan bayi dalam kandunganmu. Aku keluar sebentar "kata Amar lalu melangkah keluar dari ruangan Intan.
****
****
Keesokan harinya Amar sedang berada di supermarket berbelanja beberapa barang.
__ADS_1
" Kak Amar ..." Sapa Shasya yang berada di supermarket juga bersama dengan Anis.
Amar mengalihkan pandangannya pada Shasya. " Shasya, Anis, " ujar Amar fokus ke wajah cantik Shasya.
"Sedang apa di sini kak."tanya Shasya
"Membeli beberapa Barang untuk intan."jawab Amar tersenyum tipis.
Secinta itu kah kau padanya kak Amar... Biasanya kau hanya menyuruh Asisten mu saja... Tapi untuk kak intan kau rela membeli sendiri.batin Shasya dengan sedih. Shasya cukup Shasya... Apa yang kau fikir kan... Dia tidak akan pernah menjadi milik mu sha... Berhenti lah terus bermimpi.sadar sha, sadar..tambah shasya yang menegur dirinya sendiri.
,,,
Salam kenal dari autor semua🤗 bantu dukung karya autor ya... Komen dan like👍 agar autornya lebih semangat💪💪💪 lagi Update nya. Maafkan autor ya jika masih banyak typonya😊. Komen dan like kalian semua sangat membantu semangat autor.😘😘✌
J
__ADS_1