
Drrtt Drrtt Drrtt
Abian
"Hello... Ada apa"tanya intan pada Abian.
"Aku ingin bertemu Dengan mu intan "
"Untuk apa lagi..."
"Intan, kau Jangan Bohong padaku Intan, Fakhira (anak intan) itu anak aku kan... " kata Abian yang sudah berkali kali bertanya hal yang sama tapi tetap saja di bantah oleh intan
" Apa kau tidak bosan bertanya hal yang sama terus menerus setiap hari.. Fakhira lahir prematur ya tidak cukup bulan. Dan bukan anak mu... " bantah intan.
" Intan" bentak Abian yang sudah muak Dengan sikap Intan.
" Sudah lah... Aku mahu istirahat " Intan mematikan ponselnya.
Ting
Satu satu pesan masuk ke ponsel Intan
__ADS_1
📩 Aku akan buktikan jika Fakhira memang anak aku Intan... Kau Jangan coba-coba membohongi ku... Aku tidak bodoh.
Bunyi pesan dari Abian
Dia memang tidak akan pernah Berhenti.batin Intan yang membaca pesan Abian
***
Shasya saat ini sedang duduk di taman halaman rumahnya melihat kosong ke depan. karena tinggal Beberapa bulan lagi dia akan menikah dengan Arya.
" Sedang apa kau di sini." tanya Amar yang kebetulan mengunjungi Firdaus,tapi tidak sengaja Amar melihat Shasya termenung di taman rumahnya. Firdaus dan Dirra yang sudah menikah masih tinggal di rumah ayahnya
Amar heran dengan sikap Shasya padanya. Amar mendudukkan dirinya di dekat Shasya" Menjauh lah dari ku... " kata Shasya Tiba-tiba tanpa melihat pada Amar.
Amar menyerjit "Apa kau sedang berbicara padaku" tanya Amar melihat ke arah Shasya
Shasya berdiri dari duduknya "Iya,,, menjauh dariku" kata Shasya lalu ingin melangkah pergi tapi Amar mencekal tangannya.
" Kau kenapa Shasya... Apa aku punya salah pada mu" tanya Amar sedih karena melihat Shasya berubah.
"Tidak. Aku lah yang salah. "karena telah mencintai laki-laki yang tidak mencintai ku, dan berstatus suami orang. sambung Shasya dalam hati. Lalu ingin menarik lengannya dari pergelangan tangan Amar tapi Amar mengeratkan tangan nya
__ADS_1
"Apa maksud mu Shasya.... Salah apa? "tanya Amar bingung dengan ucapan Shasya.
Shasya tersenyum kecut pada Amar dan melepas pergelangan tangan Amar di lengannya nya"Tidak ada kak... Aku lelah... Aku hanya ingin istirahat "lelah.... lelah mencintai dalam diam yang mumbuat aku semangkin tersiksa..sambung Shasya lagi dalam hati.
"Shasya... Apa kau benar-benar akan menikah dengan Arya... tunangan mu itu." tanya Amar yang tidak bisa menahan gejolak kegelisahan di dadanya mengingat beberapa bulan lagi Shasya akan menikah.
Shasya tertawa dengan terpaksa lalu menutup mulutnya " pertanyaan kakak lucu... Masa iya aku tunangan dengan mas Arya lalu nikahnya sama kakak. Dan masa iya kakak istrinya kak intan tapi hamilnya aku... Kan tidak lucu" canda Shasya sambil tertawa Dengan penuh Arti. Yang membuat hati Amar bergetar.
Deg!
Hati Amar berdetak kencang mendengar candaan Shasya padanya. Amar menatap dalam bola mata Shasya yang kembali melihat ke taman.
"Apa kau mencintai Arya Shasya ..." tanya Amar ingin tahu perasaan Shasya
Shasya menggeleng "tidak... Tapi ada pepatah mengatakan cinta tumbuh karena terbiasa... " Jawab Shasya berusaha terlihat santai. Tapi tidak berlaku untukku.batin Shasya.
Jawapan Shasya membuat Amar bertambah gelisah.
"Ya sudah kak Amar... Aku pamit ke kamar dulu" Shasya membalikkan tubuhnya lalu melangkah kemudian kembali menghentikan langkah kakinya
"Kalau bisa kakak jaga jarak sedikit dengan ku,, aku tidak mahu mas Arya , atau kak intan salah faham " ujar Shasya tanpa melihat ke arah Amar lalu kembali melangkah menyembunyikan air matanya yang sudah membasahi wajah Cantik nya.
__ADS_1