DI NIKAHI TUAN MUDA DINGIN

DI NIKAHI TUAN MUDA DINGIN
Hamil


__ADS_3

Apa apaan ini.... Manusia apa ini. Bisa bisanya dia berbicara tanpa memikirkan lawan bicaranya, dan menggunakan wajah nya yang seperti manekin itu. Apa lagi lepas ini pengaturan yang akan dia buat. Batin Babby yang benar benar takjub pada seorang Barra yang. memerintah semaunya.


Barra berdiri dari duduknya lalu mengambil kan Babby bubur yang tadi Barra bawa ke dalam. Lalu kembali mendekati Babby. "makan lah" Barra memberi kan Babby semangkuk bubur.


Babby melirik bubur yang di berikan Barra tanpa mengambilnya." ini tidak ada racunnya" datar Barra.


Babby pun mengambil bubur yang Barra berikan. Lalu ingin memakannya. Tiba tiba Babby merasa mual menghidu bubur itu.


Babby meletakkan bubur yang di berikan Barra lalu berlari ke dalam bathroom.


uwekkk uwekkk uwekkk


Barra mengikuti Babby masuk ke dalam kamar mandi dan mengusap pundak Babby. " kau tidak apa apa" tanya Barra yang khawatir melihat keadaan istrinya. hanya saja Barra menutupi khawatir nya dengan wajah datar.


" aku pusing" Babby memegang kepalanya. Lalu....


Buk..


Babby jatuh pinsan. untung Barra langsung sigap menangkap tubuh Babby.

__ADS_1


" khumairah. Bagun, kau kenapa khumairah. " panggil Barra khawatir .Barra langsung membawa Babby ke rumah sakit.


******


Di rumah sakit Barra sedang menunggu Babby yang sedang di rawat.


Tidak lama dokter pun keluar. " maaf tuan muda Barra. Mana suami pasien yang tuan muda bawa kemari" sopan dokter wanita yang memeriksa Babby. karena rumah sakit itu adalah milik keluarga Barra tentu saja dokter itu mengenalnya.


" saya suaminya. Ada apa dengan istri saya" ucap Barra pada dokter wanita itu.


dokter wanita itu melongo mendengar Barra mengatakan Babby ada lah istrinya. Istri? Kapan tuan muda Barra menikah .batin nya.


" i itu. Maaf tuan muda. istri anda tidak apa apa. istri anda hanya sedang hamil muda. Hal biasa bagi seorang wanita yang muntah muntah atau pusing saat kandungan masih sangat muda, itu di panggil morning sickness tuan " jelas dokter itu pada Barra.


Barra diam mematung mendengar Babby hamil. Dia tidak menyangka jika perbuatan nya hari itu, menumbuh kan benih di dalam rahim Babby.


" tuan, tuan muda" panggil dokter itu karena melihat Barra terdiam mematung.


Barra tersadar lalu kembali berwajah dingin seperti biasa ."berapa usia kandungan istri saya." tanya Barra.

__ADS_1


" sudah masuk empat minggu tuan." jawabnya.


Barra mengangguk.


"kalau sudah tidak ada apa apa, saya permisi tuan muda." pamit nya. Dan Barra juga hanya mengangguk


*****


Barra melangkah masuk ke kamar Babby yang sudah di pindahkan ke ruang vip di rumah sakit.


Babby sudah sadar dan duduk sambil memijit kepalanya yang terasa pusing. Apa lagi menghidu aroma rumah sakit itu membuat dia lebih bertambah ingin kabur dari rumah sakit. Babby Belum tahu jika dia sedang hamil.


" Bagaimana keadaan mu" tanya Barra mendekati Babby. Babby kaget mendengar suara bariton Barra yang tiba tiba.


" aku baik baik saja. Aku ingin pulang, aku tidak suka aroma rumah sakit ini." ujar Babby tanpa melihat ke arah Barra. Babby tidak ingin berkontak mata pada Barra.


"tunggu keadaan mu lebih membaik dulu. Baru kau bisa pulang" jawab Barra menatap lekat wajah Babby.


" sudah ku katakan. Aku tidak menyukai aroma rumah sakit ini!! Kenapa kau terus memaksaku !!" teriak Babby marah pada Barra. karena dia benar-benar ingin berhenti bernafas karena aroma rumah sakit yang membuatnya mual terus menerus. Dan Babby cukup tersiksa dengan keadaan itu.

__ADS_1


__ADS_2