DI NIKAHI TUAN MUDA DINGIN

DI NIKAHI TUAN MUDA DINGIN
Siapa dia


__ADS_3

Beberapa menit berlalu Akhirnya dokter Faizal tiba.dan langsung memeriksa Babby.


" siapa dia bar... " tanya Faizal sahabat Barra.


" istriku " singkat Barra yang membuat Faizal melebarkan bola matanya.


" kau serius bar? Kapan kalian nikah? " tanya Faizal heboh. karena Faizal lah salah satu sahabat Barra yang paling heboh.


" semalam" jawab Barra memandang Babby yang sangat lena dalam tidurnya.


" ohhhhh ghoshhhh yang benar saya saja kau Barra. " ujar Faizal sedikit berteriak. Dia baru menikah semalam. Tapi apa aKu salah ya, tadi semasa aku mengecek nadi Gadis itu. Mengapa dia seperti nya sedang hamil ya. Lebih baik dia tahu sendiri jika memang istrinya hamil. Aku tidak ingin cari gara gara, mana tahu istrinya hamil anak orang lain, secarakan dia baru nikah semalam tu. Batin Faizal yang ngeri jika nanti Barra marah.


" brisik" ketus Barra pada Faizal yang terlalu heboh dan teriak teriak.


Faizal menyengir pada Barra " santai bro... Baru juga nikah, tapi udah marah marah " kata Faizal.


Barra berdecak pada Faizal.

__ADS_1


" istrimu hanya demam biasa saja. Aku sudah meresepkan obat untuknya. nanti kau berikan saja padanya. Eh, ngomong ngomong kenapa kau tiba-tiba menikah bar, dan tidak mengundang ku lagi, pasti Amar dan Firdaus juga tidak kau undang... Wahh tega sekali kau sama teman teman mu bar" geleng Faizal melihat Barra seperti tidak merasa bersalah pada teman teman nya karena tidak menjemput mereka.


Barra menolak tubuh Faizal keluar dari kamar istrinya . " pergilah kau terlalu brisik, sudah seperti kucing kelaparan " lalu Barra menutup kan Faizal pintu.


Faizal ingin berteriak. Tapi lebih dulu terdengar suara dari dalam kamar Babby. " jika kau teriak lagi, aku tidak akan membayar mu. Pergi dari sini dalam hitungan ke tiga. satu" hitung Barra mengancam sahabatnya satu itu. karena Barra tahu Faizal akan terus heboh sampai dia mendapat jawapan yang dia inginkan.


" ck. Ya aku pergi. Dasar sahabat laknak" gumam Faizal.


" aku mendengar nya" terdengar suara Barra yang menyahutinya dari dalam kamar.


*****


Di kamar Babby. Barra sibuk dengan tabnya setelah suhu tubuh Babby menurun.


Pelayan juga sudah menyiapkan Barra sarapan dari tadi, tapi Barra belum memakan sarapannya.


Drrtt Drrtt Drrtt

__ADS_1


ponsel Barra berdering


*mama*


Barra mengangkat panggilan dari mamanya. "Assalamualaikum Barra... Jam berapa kau akan ke mension bersama menantu mama. Mama" tanya Ghia pada Barra.


"mungkin Besok ma. " kata Barra pada mamanya.


"loh, kok besok " Ghia Terdengar sedih. karena Ghia sudah ingin sekali menantu nya datang ke Mension nya.


" ya ma. khumairah tidak sihat. Dia demam "jelas Barra.


" Bagaimana bisa Barra. mungkin kau terlalu kasar di ranjang Barra, Sehingga menantu mama kelelahan dan sakit " sewot mama Barra yang memarahi anaknya.


Barra memutar bola mata malas menghadapi mamanya yang mulai berkata yang tidak tidak. "sudah dulu ma. Assalamualaikum " Barra langsung menutup ponselnya. Tanpa menunggu mamanya menjawab salamnya. Barra


Malas menghadapi mamanya yang mulai lagi kumatnya suka berbicara sesuka hatinya.

__ADS_1


__ADS_2