
Babby meneliti kedua Bola mata Barra, mencari kebohongan di sana. Tapi Babby tidak melihat adanya kebohongan di mata Barra.
Babby mengangguk pelan. Barra kembali memeluk tubuhnya.
"apa kah kau tidak memilki rasa padaku khumairah..." Tanya Barra pada Babby.
Babby melepas pelukan Barra. "mungkin tidak.." bohong Babby ingin melihat wajah Barra. Barra terdiam mendengar ucapan Babby.
" apa karena kau masih mencintai pria itu.." datar Barra mengalih kan pandangannya ke sebarang arah.
" lihat lah wajah tembok mu itu... Memang benar kata adik ipar.. Istri mu akan kabur jika kau terus seperti balok. " kata Babby menahan tawanya. Jika selama ini Barra yang sering mengusili nya. Entah mengapa kali ini dia yang mengusili Barra.
Barra membalikkan tubuh nya ingin melangkah keluar dari ruang ganti.
" tua tua ngambek... Siapa yang nangis, siapa yang di bujuk... Jika aku tidak memiliki rasa padanya.. Mana mahu saya masih di sini setelah beberapa kali di kasari." oceh Babby lebih dulu melewati Barra keluar dari ruang ganti.
Barra tersenyum tipis mendengar ocehan Babby.
" My rude husband, I love you" (suami kasarku,aku mencintaimu)" kata Babby tersenyum lebar dengan mata bengkak. karena terlalu banyak menangis.Babby membentuk kedua tangannya seperti hati mengarah kan ke Barra. dan langsung masuk ke kamar mandi.
Barra tersenyum lebar melihat tingkah Babby. "I love you too my little wife" (aku juga mencintaimu istri kecilku )gumam Barra tersenyum sendiri.
__ADS_1
Barra sangat bahagia Akhirnya dia bisa mengungkapkan perasaannya pada istrinya, dan mengetahui perasaan istrinya juga sama dengannya.
Begitu pun sebaliknya, Babby juga sangat bahagia, karena dia Akhirnya tahu perasaan Suaminya seperti apa.
***
Satu bulan berlalu.
Pagi hari di kamar Amar.
uwekkk
uwekkk
uwekkk
"intan.. Kau kenapa... Kau tidak sehat? " tanya Amar pada intan.
intan menggeleng dengan wajah pucatnya." aku tidak apa apa kak.. Mungkin gestrik ku kambuh lagi" kata Intan.
" ya sudah.. Mari aku hantar ke rumah sakit dulu. "kata Amar
__ADS_1
" tidak kak.. Kakak pergi kantor saja,,, aku tidak apa apa, setelah minum obat aku pasti sudah baikan." tolak intan dengan halus.
"tapi kamu jangan bekerja dulu hari ini... Lihat wajah mu saja pucat seperti itu" ujar Amar karena wajah intan sangat pucat.
" tidak kak... Aku mau bekerja... Nanti sekalian aku juga bisa periksa sendiri kan di rumah sakit kak. Aku kan kerjanya juga di rumah sakit kak" kekeh intan ingin bekerja
" ya sudah... Bersiap lah.. Aku hantar kau ke rumah sakit."kata Amar
intan mengangguk lalu bersiap siap untuk ke rumah sakit ayah. karena intan juga bekerja di sana.
***
Di kampus Shasya dan Anis sedang duduk di ruang kelas. " ada apa dengan wajahmu Shasya... Kau seperti tidak sehat." bisik Anis agar tidak di dengar oleh pak Dosen yang berada di depan.
" kepala ku sakit..." lemah Shasya.
" lahh kalau sakit kenapa masuk kelas Shasya." ujar Anis.
" Anis Shasya ada apa dengan kalian berdua.. Apa kalian tidak bisa fokus." kata pak dosen yang sedikit garang.
" ini pak, Shasya sakit pak"
__ADS_1
***
Salam kenal dari autor semua🤗 bantu dukung karya autor ya... Komen dan like👍 agar autornya lebih semangat💪💪💪 lagi Update nya. Maafkan autor ya jika masih banyak typo betebaran di mana mana 😊 bantu dukung karya autor. 😘😘✌