
Semangkin dekat pernikahan kak Amar. semangkin besar juga lah perasaan ku padanya. Tuhan... Jika dia di ciptakan bukan untuk ku, maka hapus lah perasaan yang menyakitkan ini.batin Shasya juga menatap ke dalam bola mata Amar
"apa sudah selesai Shasya" suara bundanya Shasya menyadarkan Amar dan Shasya yang terdiam.
Shasya dan Amar langsung buru buru menjauh kan diri masing-masing. " sudah bun." kata Shasya sedikit gugup
Amar berdiri dari duduknya " bunda, Amar pamit dulu." menyalami bunda Dita
" ya sudah... Bunda juga sudah mau pulang." kata Dita
" terima kasih Shasya. Aku pamit"Amar langsung melangkah pergi.
Shasya dan bundanya juga kembali ke rumah
****
Di lain tempat Barra mengemudi dengan kencang di jalan raya menuju rumah ayah Babby. Babby hanya diam membisu melihat Barra.
Ini pertama kali lagi Babby melihat Barra marah Selama sebulan
__ADS_1
" kak.. jangan terlalu kencang kemudinya... Aku takut kak" kata Babby dengan suara lirih
Barra menurunkan kelajuan mobilnya lalu memarkir mobilnya di pinggir jalan
" siapa yang mengijinkan mu lagi bertemu pria itu hah!" bentak.Barra pada Babby
Babby berkaca kaca mendengar bentakan Barra padanya." bukan aku menemuinya.. Tapi hanya tidak sengaja bertemu" air mata Babby langsung jatuh di akhir kalimatnya
Barra tersadar dari sikap kasarnya pada Babby. Barra memeluk tubuh Babby"maaf... Aku terlalu sulit mengontrol emosiku saat melihat mu bersama mantanmu itu. Maafkan aku, aku tidak berniat membentak mu khumairah..."lembut Barra membujuk istrinya yang sudah terisak.
"aku tidak memiliki hubungan apa pun lagi dengan nya kak.. " kata Babby Sambil terisak.
"kakak yang mulai.. kakak sering marah marah tanpa bertanya lebih dulu." kata Babby pelan
"aku janji tidak lagi melakukan itu padamu. Hapus air mata mu kita kembali berangkat ke rumah ayah " ujar Barra mengecup dahi Babby "Nanti calon bayi kita juga cengeng jika ibunya cengeng Seperti ini"tambah Barra bercanda menarik hidung munggil Babby.
Babby membersihkan wajahnya. Barra kembali menjalankan Mobil dengan pelan menuju rumah ayahnya
****
__ADS_1
Akhirnya mereka tiba di rumah Babby.
Babby turun dari Mobil dengan sedikit berlari masuk ke dalam rumahnya.
"khumairah.. kenapa kau berlari khumairah.. Kau bisa terjatuh" khawatir Barra yang melihat Babby berlari pelan ke dalam rumahnya
Babby langsung memelankan kan langkah kakinya. Setiba di dalam Babby melihat ayahnya bersama ibu Sambungnya sedang duduk santai di ruang tengah.
"Assalamualaikum ayah" kata Babby langsung memeluk ayahnya" aku merindui ayah... Ayah apa kabar " Babby memeluk erat tubuh Rahardian
"Sayang... Kau bisa membunuh ayah dengan pelukan mu ini nak" tegur Rahardian pada anaknya yang di buat sesak
Babby lalu melepaskan pelukannya lalu tersenyum lebar pada ayahnya"maaf ayah.. Aku terlalu bersemangat.. Soalnya aku sangat merindui ayah" kata Babby
Rahardian mengusap pucuk kepala putrinya " ayah juga merinduimu Sayang.. Bagaimana bisa kamu sesehat ini nak... Tubuh mu sangat gemuk" mencubit pipi chubby Babby lalu tertawa.
Babby langsung cemberut" kemana mana saja pasti di katai gemuk"merajuk Babby
****
__ADS_1
Salam kenal dari autor semua🤗 bantu dukung karya autor ya... Komen dan like👍 agar autornya lebih semangat💪💪💪 lagi Update nya. Maafkan autor ya jika masih banyak typonya😊. Komen dan like kalian semua sangat membantu semangat autor.😘😘✌