
Babby mulai membuka bola matanya. Lalu mengedar kan pandangannya. Tidak ada orang, mana pria itu.fikir Babby.
Lalu perlahan membangunkan tubuhnya." argg kenapa kepala ku sakit sekali... Pukul berapa ini."gumam Babby lalu melihat jam.
" astaga.. Sudah pukul tiga sore." Babby memaksa bangun Lalu melakukan kewajibannya.
*****
Babby menduduk tubuhnya di kasur masih lengkap dengan mukenanya..
clekkk
Pintu kamar Babby di buka. Ternyata Barra yang datang. Tadi Barra dari luar sebentar.
Babby yang melihat Barra masuk langsung waspada. Barra melangkah mendekati Babby. Babby memperhatikan langkah kaki Barra yang semangkin mendekat pada nya.
__ADS_1
Babby menggeser duduknya ke belakang saat Barra sudah dekat dengan nya." kau mau apa" tanya Babby waspada.
" apa pun yang ingin aku lakukan, Kurasa aku memiliki hak sepenuhnya padamu. " dingin Barra semangkin mendekat pada Babby.
Babby ketakutan pada Barra. Barra mengangkat tangannya lalu menempelkan punggung tangannya di dahi Babby.
Babby menahan nafasnya saat Barra menyentuh wajahnya. " panas mu sudah turun." Barra mengambil kan Babby obat yang tadi di berikan oleh dokter Faizal.
Lalu memberikannya pada Babby." minum lah" suruh Barra dengan wajah tanpa ekspresi menatap Babby.
Barra mendudukkan tubuhnya di dekat Babby. Perlahan Babby menggeser tubuhnya lagi dari dekat Barra. Tentu saja Babby trauma atas apa yang Barra lakukan padanya. karena Barra benar benar menyakiti tubuh Babby sewaktu dia memaksa Babby melayani nya di hotel tempoh hari.
" kita akan tinggal di mension utama. Di sana ada papa, mama dan Dirra (adik Barra ) " Barra memberitahu pada Babby jika mereka akan pindah ke mension utama keluarga Barra. karena mama Barra menyuruh Barra untuk tinggal di sana. Barra memang tidak pernah membantah kemahuan mamanya.
Babby hanya diam. Dia tidak menjawab Barra. " apa kau mendengar ku, khumairah " tanya Barra pada Babby yang hanya diam.
__ADS_1
"aku di sini saja. Kenapa aku harus mengikutimu kesana." ujar Babby terdengar lirih.
" aku suami mu jika kau lupa. Dan aku kepala rumahtangga di sini. Jadi apa pun yang aku katakan dan akan aku putuskan, Kau harus mengikutinya, Mau atau tidak mau,
kau harus mendengarkanku. I don't accept rebuttal
(aku tidak menerima bantahan )." Barra menatap tajam ke arah Babby. yang membuat Babby benar benar ciut. Kata Kata terpanjang yang pernah Barra tuturkan
" apa kau faham" tambah Barra bertanya
Babby mengangguk pelan tidak berani lagi membantah Barra.
" dan lagi, berhenti dari pekerjaanmu itu. Aku tidak suka kau bekerja atau berjalan dengan pria mana pun. Itu bisa merosak nama baikku jika ada yang mengetahui kalau kau istriku." Barra sama sekali tidak peduli dengan perasaan Babby. yang Barra ingin kan. Babby tinggal di mension menemani mamanya, dan kembali melanjutkan kuliahnya.
" dan kembali melanjut kan kuliah mu lagi." tambah Barra. Babby tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan, baru saja sehari dia menjadi istri seorang Barra, tapi pengaturan Barra untuknya sudah terlalu menggunung.
__ADS_1
Apa apaan ini.... Manusia apa ini. Bisa bisanya dia berbicara tanpa memikirkan lawan bicaranya, dan menggunakan wajah nya yang seperti manekin itu. Apa lagi lepas ini pengaturan yang akan dia buat. Batin Babby yang benar benar takjub pada seorang Barra yang memerintah semaunya sendiri.