
"duduk lah Milda... Apa kau tidak malu di lihat sama orang orang"bujuk Firdaus pada kekasihnya yang marah marah
Milda kembali duduk di kursi nya dengan cemberut.
"gitu aja marah... Dasar tua.." Gumam Dirra
Firdaus menatap tajam pada Dirra "ya sudah... Aku hantar saja kau pulang ke rumahmu jika kau tidak ingin di sini lagi."bujuk Firdaus berdiri dari duduknya.
Dirra memutar bola matanya malas melihat kekasih Firdaus yang ngambek
Milda kembali berdiri dari duduknya. "Dirra, jangan terlalu lama di luar, nanti tante mencarimu"pesan Firdaus lalu melangkah bersama Milda meninggal Dirra dan Nakila. Dirra tidak menjawab Firdaus, dia hanya mengangguk
"jadi tidak seru dong... Tidak ada buk dosen Milda, sama calon suamiku lagi" kata Dirra tanpa dosa.
Nakila menggeleng melihat sahabatnya yang sering bertingkah terlalu kekanakan
"apa apaan sih Dirra... Kenapa juga kau sering menggoda kekasihnya buk Milda,, nanti mereka beneran bertengkar bagaimana " tegur Nakila pada Dirra. karena Nakila fikir jika sikap Dirra sudah keterlaluan.
"ya tidak mungkin la Kila... mereka berdua itu udah lama menjalin hubungan... Masa karena omong omong aku yang enggak jelas mereka mahu bertengkar beneren, kan Tidak mungkin Kila Sayang... Udah ah.. pulang yuk..." ajak Dirra berdiri dari duduknya
__ADS_1
"loh... Tadi katanya mau makan.. Aku laper Dirra.." ujar Nakila memonyong kan bibir nya.
"maaf adik adik. Ini makanan nya." kata pelayan restoran menghidangkan dua piring makanan di hadapan Dirra dan Nakila.
mereka saling Pandang. "Tapi Kami Belum Pesan Loh embak" kata Nakila Di Angguki Oleh Dirra
Pelayan Itu Tersenyum Pada Mereka Berdua.
"Tadi Sebelum Tuan Yang Tadi Duduk Di Sini Pergi. Dia Sudah Memesan Makanan Buat Adik Berdua. Dan Ini Juga Sudah Di Bayar Oleh Nya. "Jelas Pelayan Itu.
Dirra Dan Nakila Tersenyum Lebar." Gratis Dong. Terima Kasih Kak" Ucap Dirra Tersenyum.
Dira Dan Nakila Akhirnya Memakan Makanan Yang Di Pesan Oleh Firdaus Tadi.
DUA MINGGU BERLALU.
Hari Ini Adalah Hari Pernikahan Amar Dan Intan. Acara Nikahnya Di Adakan Di Rumah Intan Berhadapan Dengan Rumah Abian.
Acara Ramainya Malam Nanti Di Hotel Keluarga Amar.
__ADS_1
Di Ruang Tengah Semua Mereka Sudah Berkumpul Di Sana. Firdaus duduk Besama Doktor Faizal, Barra Dekat istrinya Babby.
Sedangkan Shasya Bersama Dengan Sahabatnya Anis Yang Menggenggam Tangan Shasya. Anis Tahu Seperti Apa Perasaan Sahabatnya Saat Ini.
Sekuat Tenaga Shasya Menahan Air Matanya Agar Tidak Jatuh. Anis Menatap Sendu Pada Sahabatnya Yang Mencoba Tersenyum Dalam Luka. Begitu Pun Firdaus. Dia Tahu Adik nya Itu Mencoba Untuk Tegar.
Tidak Jauh Beda Dengan Amar. Amar Juga Seperti Shasya. Yang Mencoba Menerima Tadir Yang Sangat Menyakit Kan.
Sebenarnya Shasya Tidak Ingin Pergi Ke Acara Pernikahan Amar. Tapi Mengingat Kedua Orang Tua Mereka Sangat Dekat Seperti Sodara Kandung. Jadi Shasya Terpaksa Pergi.
Amar Diam Diam Menatap Shasya Dengan Mata Teduhnya.
"Bagaimana., Apa Sudah Bisa Di Mulai Nak Amar" Tanya Kusuma Ayah Intan. Ayah Intan Sendiri Yang Akan Menikah kan Amar Dan Intan.
Amar Melepaskan Pandanganya Dari Shasya. Lalu Mengangguk Pada Kusuma.
"Baik Lah., Mari Kita Mulai."
Kusuma Dan Amar BerJabat Tangan." Mohd Amar Arsya, Aku kawin kan dan aku Nikah kan Kau Bersama Putri Ku Intan Qilmara dengan Seperangkat Alat Solat, Di Bayar Tunai" ucap Kusuma.
__ADS_1
***
Salam kenal dari autor semua🤗 bantu dukung karya autor ya... Komen dan like👍 agar autornya lebih semangat💪💪💪 lagi Update nya. Maafkan autor ya jika masih banyak typo betebaran di mana mana 😊 bantu dukung karya autor. 😘😘✌