
Babby langsung cemberut" kemana mana saja pasti di katai gemuk"merajuk Babby
Rahardian tertawa mendengar eluhan anaknya." mana suami mu nak"
"itu? " tunjuk Babby pada Barra yang berdiri
Rahardian langsung berdiri melihat Barra" ar.. Maaf tuan Barra.. Saya tidak sadar kehadiran anda di sini.. Jemput duduk tuan Barra" kata Rahardian menyuruh Barra duduk.
"terima kasih. panggil saja aku Barra, jangan formal Seperti itu tuan Rahardian" kata Barra mendudukkan tubuhnya di sofa
" kalau begitu nak Barra panggil juga Ayah Seperti khumairah. Jika tidak keberatan. Oya, ini istri Ayah, namanya Rika " Ujar Rahardian pada Barra
Barra tersenyum sangat tipis lalu mengangguk. Rahardian tahu jika menantunya itu sangat irit dalam berbicara, dan juga sangat kaku, jadi dia tidak permasalah kan sikap Barra yang hanya seadanya.
Rima Memanggil pelayan lalu menyuruh membuat kan air
"kenapa tidak hubungi Ayah jika kau mau berkunjung khumairah..."tanyanya pada putrinya
__ADS_1
"ingin membuat sedikit kejuta Ayah. Ayah apa khabar... Apa Ayah sehat?" tanya Babby
"Ayah sehat sehat saja nak.kau sendiri Bagaimana kabar mu. Dan Kapan kau akan belajar tentang perusahan nak" tanya Rahardian
"khumairah sehat ayah. Aku belum tahu apa apa tentang perusahan Ayah.. Lagi pula, aku tidak tertarik dalam dunia bisnis Ayah.. Ayah saja yang memaksa ku mengambil jurusan itu" kata Babby yang kesal pada Ayah nya karena memaksa nya mengambil jurusan bisnis, sedangkan dia lebih berminat menjadi Designer.
"Ayah tidak selalu kuat untuk menerus kan perusahan ibumu nak. Lagi pula kau bisa belajar dengan suami kan.. Suami juga seorang pengusaha sukses."kata Rahardian membujuk putrinya yang dari dulu tidak pernah tertarik tentang perusahan
"bukan itu masalahnya Ayah... Tapi aku memang tidak suka jadi Seperti Ayah.. Aku lebih suka jadi Designer Ayah. Lagian kenapa bahas pasal perusahan sih Ayah."kata Babby yang sangat tidak suka membahas yang Ayah nya bahas.
Barra tersenyum tipis saja lalu mengangguk.
Rahardian menyuruh pelayan meyiapkan makan siang lalu mereka pun makan. Setelah itu Babby pamit pada ayahnya untuk ke kamar bersama Barra
Di kamar Babby duduk di balkon melihat halaman rumahnya yang sudah lama dia tinggal kan.
Barra duduk di dekat istrinya."apa kau tidak lelah."tanya Barra melihat Babby yang tidak pernah beristirahat
__ADS_1
"tidak"kata Babby memeluk Barra merebahkan kepalanya di dada bidang Barra.
"apa kau sangat menyukai Designer " tanya Barra pada Babby yang sempat mendengar perkataan Babby tadi bersama ayahnya
Babby mengangguk menjawab Barra "ya sudah, kenapa tidak jadi Designer saja"
"Ayah tidak mengijinkan, karena tidak ada yang menerus kan perusahan ibu"jawab Babby
"aku bisa membantu mu untuk perusahan ibumu.. Yang penting kau bisa bahagia jika jadi Designer yang kau sukai" lembut Barra mengusap rambut Babby.
Entah mengapa Barra ingin selalu melihat Babby bahagia. kebahagian istrinya sangat penting baginya.Babby tersenyum mendengar perkataan suaminya. Entah mengapa dia sangat bahagia dengan perlakuan Barra yang sangat peka padanya.
bahkan Babby merasa jika Barra terlalu memanjakan nya walau pun Barra sangat kaku, dan sering lepas kendali jika sedang emosi.
***
Salam kenal dari autor semua🤗 bantu dukung karya autor ya... Komen dan like👍 agar autornya lebih semangat💪💪💪 lagi Update nya. Maafkan autor ya jika masih banyak typonya😊. Komen dan like kalian semua sangat membantu semangat autor.😘😘✌
__ADS_1