
" sudah ku katakan. Aku tidak menyukai aroma rumah sakit ini!! Kenapa kau terus memaksaku !!" teriak Babby marah pada Barra. karena dia benar-benar ingin berhenti bernafas karena aroma rumah sakit yang membuatnya mual terus menerus. Dan Babby cukup tersiksa dengan keadaan itu.
Barra diam memandang Babby yang meneriakinya. Babby membuang muka pada Barra yang menatapnya tanpa ekspresi.
Barra membalik kan tubuhnya Lalu menarik nafas dalam dalam mencoba bersabar dengan sikap Babby saat ini. sebenarnya Barra sudah sangat emosi dengan Babby yang tiba tiba menjadi sangat keras kepala. Tapi mengingat Babby yang sedang hamil. Barra tidak ingin membuat Babby tertekan. dan berakibat pada calon bayinya.
Barra kembali membalikkan tubuhnya dan melangkah mendekati Babby. Barra mengangkat Babby ke dalam gendongan nya. Babby yang terkejut dan takut jika akan terjatuh reflex mengayunkan tangan nya di bahu Barra.
" apa yang kau lakukan ini. Turun kan aku " Babby memberontak meminta di turunkan.
" diam! " bentak Barra dengan wajah sangar nya.
Babby langsung diam. karena Barra menatapnya dengan tatapan ingin menerkamnya.
Barra mengayun kan langkah nya keluar dari rumah sakit.
Di luar Zildan yang melihat tuan mudanya menggendong istrinya.
__ADS_1
langsung membukakan pintu untuk mereka berdua.
" ke mension" perintah Barra
"baik tuan muda."
Babby hanya diam selepas di bentak oleh Barra tadi. Dan menghidu aroma parfume Barra. Babby jadi lebih baik. Kenapa aroma pria ini membuat aku merasa lebih baik. Batin Babby. Dan tanpa sadar Babby menarik tangan Barra Lalu menaruh di hidungnya untuk dia hirup. Lalu perlahan Babby mulai tertidur lagi.
Barra tersenyum tipis melihat Babby yang menarik tangan nya dan meletakkan di hidungnya.
Barra mengusap perut rata Babby. Tumbuh dengan baik. Jangan membuat mamamu kesusahan. Batin Barra tersenyum tipis.
ada apa dengan tuan muda kulkas itu. Apa yang sedang dia fikirkan. Kenapa aku seram melihat nya tersenyum seperti itu. Batin Zildan yang bergedik ngeri sendiri. karena Barra memang sangat jarang tersenyum, tapi tiba tiba dia tersenyum sendiri.
******
Akhirnya mobil yang di kenderai Zildan memasuki gerbang yang menjulang tinggi. Dan tiba lah Mobil Barra di mension yang sangat besar dan mewah seperti sebuah istana. Dengan pemandangan yang sangat menabjub kan.
__ADS_1
Babby di mobil masih tertidur di pelukan Barra. Mobil berhenti tepat di depan pintu utama mension.
Zildan turun dan membukakan pintu untuk Barra. Barra menggendong Babby keluar dari Mobil. Barra tidak membangunkan istrinya.
Saat memasuki mension pelayan ingin menyapa Barra. Tapi Barra memberi kode mengatakan jangan bersuara. karena istrinya sedang tidur.
Barra langsung membawa Babby ke kamarnya di lantai dua.
Saat tiba di kamar. Barra membaringkan tubuh Babby dengan hati hati. Barra menutup tubuh Babby. Lalu kembali melangkah keluar dari kamar.
" kak "panggil Dirra yang baru tiba dari sekolah. Dira langsung memeluk kakanya.
" kaka dari mana saja sih... Sudah satu minggu tidak pulang ke mension papa." manja Dirra memeluk lengan kakak nya Barra. karena Dirra memang sangat manja pada Barra.
" kakak banyak pekerjaan akhir akhir ini. Bagaimana dengan sekolahmu" tanya Barra sambil melangkah ke bawah dengan Dirra yang menggandeng lengannya.
Salam kenal dari autor semua🤗 bantu dukung karya autor ya... Komen dan like👍 agar autornya lebih semangat💪💪💪 lagi Update nya. Maafkan autor ya jika masih banyak typonya😊. Komen dan like kalian semua sangat membantu semangat autor.😘😘✌
__ADS_1