
satu tahun tak terasa aku sekarang sudah naik ke kelas 2 MA. rasa lelah masih masih teringat jelas di memori
beberapa bulan ini aku betul-betul memeras otak belajar untuk ujian penaikan kelas dan persiapan kegiatan Olimpiade. aku berharap hasilnya memuaskan amin.
hari ini diadakan acara perpisahan kakak tingkat kelas kami.
sungguh persiapan yang luar biasa.
semua orang tua siswa tingkat MTS dan tingkat MA di undang untuk menghadiri acara perpisahan penerimaan rapor dan sekaligus acara perpisahan.
entah mengapa hari ini aku kurang semangat. hatiku bertanya ada apa denganku? aku tidak mengerti dengan perasaanku yang sekarang.
jauh di sana sosok mata seseorang menatapku raut wajahnya seakan ingin menyampaikan selamat berpisah
aku pun menatap tatapan itu beberapa detik dengan cepat aku membuang pandanganku.
terdengar jelas ditelinga ku suara MC menyebutkan nama santri terbaik seluruh santri adalah MUHAMMAD RIZKI.
nama juara terus dipanggil tingkat MA kelas tiga
panggilan terus berlanjut.
aku pun mengangkat wajahku melihat ke depan. di atas panggung nama yang disebutkan sudah berdiri dengan gagahnya.
__ADS_1
aku bertanya dalam hati di mana pendamping nya?
di sana juga sudah tampak seseorang yang selama ini ku kagumi. melihat ke dua sosok itu hatiku pun berdebar.
"kepada ustaz rayhan silahkan mendampingi anaknda. ucap MC
" aku melihat keduanya seperti ada kemiripan caranya tersenyum, matanya dan bagian hidung keduanya hampir sama ah mungkin kebetulan batinku.
aku pun berbalik melihat raut wajah kedua orang tuaku yang sekarang ada di samping kiri dan kananku
air mataku lolos jatuh menetes segera ku usap dengan kedua tangan ku. maafkan aku bapak emak salah kah aku jika mengagumi dan mencintai seseorang?
tapi emak bapak aku janji akan belajar segiat mungkin.
nilai terbaik dari santri putri tingkat MA kelas 1 diraih oleh anisa. kepada anaknda dan kedua orangtuanya untuk naik ke atas panggung.
acara terus berlanjut.
setelah penerimaan hadiah dan penerimaan rapor semua santri kembali duduk di tempat masing-masing. begitu tampak bahagia tergambar di wajah emak dan bapak sat itu mereka pun memelukku dan terlihat di wajah emak jatuh buliran air mata.
beberapa saat lagi terdengar kembali suara MC..
"dan kabar sangat baik buat kita di pondok ini adalah bahwa seseorang telah membawa nama baik pondok kita. dan kita saksikan bersama bahwa perjuangan yang begitu luar biasa.
__ADS_1
hingga membawakan hasil sangat memuaskan dan berhasil meraih peringkat Olimpiade Nasional yaitu anak kita ananda anisa...
dan mendapatkan hadiah beasiswa sampai perkuliahan. selamat kepada ananda anisa.
sejenak MC kembali melanjutkan kata-katanya.
kepada ananda mohon untuk naik keatas panggung. dan kepada orangtuanya mohon didampingi.
sungguh kala itu aku tak percaya. emak dan bapak memandangku dengan raut tidak percaya langsung memeluk aku. aku juga sebenarnya tidak percaya akan hal ini dan juga tidak percaya jika emak dan bapak bisa hadir saat ini. kini aku mengerti hadirnya emak dan bapak karena ini Alhamdulillah batinku
aku pun maju menuju panggung dengan penuh kebahagiaan melewati kursi yang ditempati rizki saat itu.
saat aku berbailik ia pun mengucapkan selamat buat aku dan mengucapkan kata semangat.
aku pun tersenyum dan terus melangkah ke depan bersama kedua orang tua ku. tepuk tangan pun kembali terdengar begitu meriah.
pov anisa.
"anisa di panggil guru ke kantor. sahut teman anisa saat itu. aku pun berlari menuju kantor sepulang shalat ashar kala itu. aku tak percaya saat aku memasuki ruang kantor emak dan bapak serta tante merlin sudah duduk di ruang tamu yang ada di kantor. aku pun meraih kedua tangan beliau dan mencium punggung tangan keriput orang tua paru baya itu yang tak lain adalah emak dan bapak. keduanya pun memeluk dan mencium kening aku begitu pun tante merlin
"emak bapak dan tante merlin kok bisa di sini?
" anisa sekolah mengundang kami dan sekolahmu juga yang membiayai perjalanan emak dan bapak mu kemari. jelas tante merlin kala itu tapi, kami tidak mengerti mengapa di sekolahmu melakukan hal itu.ucap tante merlin.
__ADS_1