
sore itu semua santri wati mengikuti pengajian di rumah habib Yusuf. perjalanan ke rumah habib yusuf tidak terlalu jauh dari asrama santri putra. bahkan sangat terlihat jelas asrama santri putra jika kita menuju rumah habib Yusuf.
saat santri putri lewat menuju rumah habib Yusuf tampak terlihat asrama putra di sana begitu ramai. mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing.
anisa hanya menundukkan kepalanya saat melewati jalan itu. perasaan tidak nyaman. bagaimana tidak kakak kelasnya yang selalu dianggap cowok jutek yaitu Rizki tampak di sana duduk bersama teman-temannya di balkom asrama putra.
"anisa lihat! bukannya itu si cowok jutek ya? ucap santi.
" uda ayo cepat jalan. ga usah dihiraukan gurauan mereka. malas gue..... sahut anisa yang perasaannya sekarang kacau.
setiba dirumahnya habib Yusuf semua santri wati duduk dengan rapi. pengajian pun berlangsung dengan hikmat.
"yaaa anisa tulen! "I'rab.... sahut habib Yusuf.
" mampus aku bisik anisa. iya habib. balas anisa. anisa pun melaksanakan perintah habib Yusuf walaupun tidak terlalu lancar. sesekali di ajar oleh kakak marwa yang kebetulan duduk bersebelahan.
setelah anisa selsai, habib Yusuf kembali lagi meminta santri lainnya. waktu terus berlalu sampai akhirnya waktu pulang pun tiba.
semua santri tampak bahagia keluar dari rumah habib Yusuf berharap ilmu yang di dapat saat itu dapat berkah.
ditengah perjalan tiba-tiba nama anisa dipanggil oleh anak laki-laki umur Kelas satu MTS. ia memberikan anisa sebuah kertas yang terlipat dengan rapi. anisa pun menerima kertas itu tampak mengucapkan kata. di sampul kertas itu tertulis.
𝙨𝙪𝙧𝙖𝙩𝙠𝙪 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙚𝙩𝙞𝙜𝙖..... 𝙢𝙖𝙖𝙛.
...****************...
"anisa kamu kenapa? gak biasanya kamu seperti ini. sakit ya. tegur serli dan santi.
" iya anisa. tumben. ledek teman lainnya.
__ADS_1
"gak kok. entahlah.... balas anisa.
" anisa kamu sakit? sapa kak marwa yang tiba-tiba datang dari luar.
"santi, seri kak marwa dan 3 santri wati lainnya duduk didekat ranjang anisa. mereka heran melihat anisa duduk diam entah apa yang dipikirkan. Tiba-tiba anisa mengeluarkan suara.
"'dooooorrrrrr selamat ulang tahun kakak marwa semoga panjang umur. anisa langsung memeluk kakak marwa. marwa yang mendapat kejutan ucapan itu hanya terdiam kaget dan membalas pelukan anisa.
" terimakasih anisa. terimakasih yang lainnya. balas kakak marwa.kakak tidak menyangka kalau kalian mengingat ulang tahun kakak.
kala itu semua santri di asrama darul ummi tampak begitu berisik. penghuni asrama putri lainnya pun masuk memberikan ucapan selamat.dan memanjatkan puji syukur karena masi diberi umur yang panjang.
...****************...
"Anak-anak keluarkan buku Bahasa Indonesianya buka halaman 72 kerjakan soal itu dengan baik. setelah kalian kerja. kamu anisa kumpul pekerjaan temanmu bawa ke ruang kantor simpan di atas meja ibu. ibu pamit ada urusan diluar pondok. sahut ustadzah ana.
" baik. bu balas anisa.
2 jam kemudian tugas sudah terkumpul di atas meja. anisa pun meninggalkan tempat menuju ruang kantor. di dalam kantor tampak terlihat beberapa orang tiga orang guru di sana. salah satunya ustaz rayhan. saat anisa sudah meletakkan buku yang ia bawa di atas meja dan akan akan keluar terdengar suara memanggilnya. anisa pun berbalik dan ternyata yang memanggil dirinya adalah ustaz rayhan.
oh 𝚜𝚊𝚖𝚋𝚒𝚕 𝚖𝚎𝚖𝚎𝚐𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚊𝚍𝚊𝚍𝚊𝚗𝚢𝚊 kenapa aku dag dig dug lagi nih. a
jangan baper dong batin anisa. namun saat anisa akan mendekat Riska kaka kelas anisa datang juga membawa buku dan melihat anisa dengan tatapan tidak suka.
" awas kamu anisa. batin Riska.
"anisa akhir semester 2 nanti akan di adakan Olimpiade dan hasil rapat semua guru mempercayakan kepada kamu mengikuti Olimpiade matematika.
ustaz harap kamu bisa melaksanakan amanah ini. bagaimana?
anisa lama berfikir entah mengapa dirinya seperti bingung sendiri. dalam hati ia bertanya mengapa harus dia yang dipilih. sementara Riska yang mendengar hal itu sontak kaget.
__ADS_1
"hah.....anisa lagi anisa lagi dasar belagu tuh anak awas aja kamu. batin Riska dan keluar dari ruang kantor dengan mengucapkan salam.
" anisa... halo.... sapa ustaz rayhan. sambil melambaikan tangannya didepan anisa.
"hah... iya ustaz. a... ku... belum tahu. gugup anisa.
" anisa dengar ya. masi ada banyak waktu untuk belajar
aku yang yang akan membimbing kamu dalam hal ini.
percayalah kamu pasti bisa. jangan menyerah sebelum kamu berusaha. kegiatan ini kan juga dilaksanakan libur setelah penaikan kelas?
Insyaallah jadi, pergunakan waktu ini sebaik mungkin.
apa lagi ustaz dengar hadiahnya ada beasiswa sampai selesai kuliah lo..... ingat jangan buang kesempatan ini ucap ustaz raihan sambil tersenyum.
"anisa yang masih duduk dengan pandangan kosong ke depan dan sedikit mengerutkan dahinya berfikir keras. dan menoleh kembali melihat ustaz rayhan.
kenapa senyum begitu sih ustaz
bikin hati anisa seperti mau melompat astagfirullah.... batin anisa.
siapa coba gak meleleh kalau senyum begitu.
" anisa... kamu dengar gak? ucap ustaz raihan lagi dan lagi yang melihat tingkah anisa yang menurutnya lucu.
anisa sadar dari lamunannya
"a... iya ustaz insya Allah. jawab anisa.
" bagus begitu dong! "kamu pasti bisa ya sudah mulai hari senin kita latihan
__ADS_1
"anisa pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kecut untuk menghilangkan gerogi nya dan pamit kembali ke kelas.
𝙢𝙤𝙝𝙤𝙣 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙡𝙪𝙥𝙖 𝙡𝙞𝙠𝙚𝙣𝙮𝙖 yaaa🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏