
sudah satu minggu lebih anisa dirawat di rumah sakit karena pendarahan. hasil USG menyatakan jika anisa mengalami plasenta previa Ketika plasenta menutupi pembukaan pada leher rahim ibu.
Faktor risiko plasenta previa termasuk usia saat melahirkan sebelumnya di atas 35 tahun, dan riwayat operasi sebelumnya, misalnya operasi cesar (C-section) atau pengangkatan fibroid uterus.
Gejala utama dari plasenta previa adalah perdarahan tanpa rasa nyeri pada kehamilan trimester kedua atau ketiga. Gejala-gejala lain yang mungkin ditemukan pada Plasenta Previa adalah kontraksi dini, posisi bayi sungsang, dan ukuran rahim yang lebih besar daripada usia kehamilannya.
rayhan begitu kaget mendengar informasi dari dokter yang menangani anisa. dan begitupun ibu mertua dan keluarga lainnya.
dan anisa membetulkan gejala yang dijelaskan oleh dokter bahwa ia tidak merasakan sakit saat darah itu keluar.
"dokter apa tidak ada jalan lain selain melakukan operasi? kandungan saya belum cukup umur dok? ucap anisa
" maaf nyonya terpaksa kami mengatakan jalan satu-satu nya adalah operasi. dan kita lihat beberapa hari jika nyonya anisa tidak mengeluarkan darah lagi kita bisa tunggu sampai cukup bulan.
"baiklah dokter. ucap anisa. aku yakin Tuhan ku akan menolongku izinkan aku berjihat di jalanmu ya rabb batin anisa anisa kamu yang semangat batin anisa lagi
dokter pun berlalu. rayhan pun mendekati istrinya dan menenangkannya.
" anisa yang yang sabar nak ya. ucap Ibu mertua.
"mah jangan beri tahukan dulu emak takutnya kepikiran.
" baiklah. ucap ibu mertua anisa.
"permisi kami harus memberikan suntikan pada ibu anisa. ucap perawat itu
__ADS_1
" suster ini suntikan untuk apa? ucap rayhan.
"maaf tuan ini suntikan untuk membantu memberhentikan darah ibu anisa agar tidak keluar, permisi ibu anisa maaf mungkin sedikit sakit ya.
"BISMILLAH batin anisa saat jarum itu akan menyentuh kulitnya, jarum itu pun kini masuk menusuk tubuh anisa. YA ALLAH sakit susterrrrrrrr batin anisa astagfirullah batin anisa lagi. tampak raut wajah anisa kesakitan saat jarum itu sudah masuk menusuk kulitnya. rasa sakit sampai di ubun-ubun sampai anisa gemetar menahan rasa sakit itu
rayhan pun menggenggam tangan anisa setelahnya disuntik rayhan mengelus kepala istrinya. hampir lima menit rasa sakit itu masi terasa.
"suster berapa kali istriku mendapat suntikan itu. ucap rayhan
" tiga kali tuan. mari tuan kami permisi suster itu berlalu
''sayang kamu yang sabar ya ucapnya
sudah cukup aku melihatmu menderita seperti ini batin rayhan
...****************...
beberapa hari kemudian kerena darah sudah tidak ada keluar anisa meminta pulang ke rumah namun suaminya menentang akan tetapi, karena anisa memaksa dokter pun mengizinkan untuk rawat jalan dengan syarat anisa jangan sampai sedikit bergerak dan melakukan aktifitas apa pun hanya bisa berdiam ditempat tidur bila perlu anisa disarankan memakai popok.
"ah apa bisa saya melakukannya lirih anisa tapi masih di dengar oleh rayhan
" sayang kamu harus menurut ya demi kalian berdua. ya rabb apa yang harus aku lakukan. batin rayhan
kini mereka sudah berada di rumah rayhan begitu siap siaga menjaga istrinya. shalat tahajjud rayhan rutin lakukan. begitu panjang doa ia panjatkan hingga tampak air mata raihan jatuh menetes mengenai sajadah yang digunakan.
__ADS_1
waktu terus berlalu karena ada urusan mendadak di kantor rayhan berat hati menutup istrinya orang di rumah. anisa pun tersenyum saat suaminya pamit .
" pergilah mas aku sudah tidak apa-apa kok.
"ingat sayang jangan tinggalkan tempat.
aku pergi sebentar
" pergilah. selesaikan urusanmu mas ray
semangat ya mmmuaaah... rayhan kini mengecup kening istrinya dan berlalu.
stop! ucap anisa
"apa sayang.
" boleh titip?sejenak menatap suaminya titip hatiku di hatimu ya...
rayhan pun tambah gemas melihat tingkah istrinya." kau betul-betul wanita kuat masih bisa kamu sembunyikan khawatiran mu dalam kondisi seperti ini batin rayhan. tersenyum dan berlalu
...SELESAI...
...author banyak terimakasih...
...sengaja author sampai episode ini takutnya si pembaca bosan. ...
__ADS_1
...kita pindah judul yuk ...
...TAKDIR cintaku...