
jumat sore anisa kembali ke Pondok. memasuki gerbang pondok anisa mendengar kabar tidak mengenakkan salah satu teman asramanya kedapatan pacaran di sebuah taman pondok
deg.....
anisa begitu syok mendengar kabar dari tamannya bahwa alifa kedapatan bertemu seseorang satri Wan berdua di taman pondok sepulang pengajian tadi malam.
"terus dimana alifa sekarang? tanya anisa
" alifa sekarang ada di kantor.
anisa pun menyimpan barangnya dan berlari menuju kantor. sesampai di kantor anisa mendengar alifa di interogasi bersama dengan santri wan yang duduk tidak jauh dari alifa.
"kalian janjian di taman begitu? geram ustaz itu.
" i...ya..a ustaz. ketiga kalinya ustaz dengan ini. jawab alifa jujur
__ADS_1
"tapi kalian tahu kan jika di pondok dilarang pacaran . atau kalian ustaz kasi kawin saja.
" jangan ustaz kami janji tidak akan mengulanginya. sahut santri wan itu.
"bisa-sisanya kalian melakukan hal memalukan ini. kalian tahu ustaz sangat kecewa dengan kalian berdua. apa jadinya jika masyarakat diluar sana sampai tahu hal ini. dan jika habib sampai tahu hal ini beliau akan sangat murka bukan hanya kepada kalian tapi kami pun selalu pengajar dan pendidik disini akan menerima dampaknya. paham tidak! geram ustaz itu. alifa hanya bisa meneteskan air mata. sesekali tampak menghapus air matanya.
"saya akan mengambil tindakan buat kalian berdua.
" ustaz saya mohon ustaz jangan laporkan ini ke pada orang tua kami. pastinya mereka malu dan kecewa. saya janji ustaz saya siap menerima hukuman lainnya. dan saya janji tidak akan mengulangi hal ini. jika saya nantinya melanggar saya siap meninggalkan pondok ini. tapi tolong ustaz sekali ini berikan kami kesempatan memperbaiki nya.
...****************...
di asrama alifa hanya bisa menangis
sejadinya. dia menyadari atas kesalahan yang dia perbuat. alifa hanya bisa diam mendengar kata kekecewaan dari teman-temannya. sementara anisa hanya bisa selalu memberi support kepada temannya itu agar tidak berputus asa dan semangat menyelesaikan hukumannya. anisa pun bercermin dalam dirinya sendiri dan mengambil hikmah dibalik peristiwa yang di alami alifa.
__ADS_1
dirinya tidak membayang jika seandainya dia di posisi alifa apakah mungkin bisa setegar alifa. apalagi jika seandainya kedua orang tuanya tahu.
"oh tidak gumam anisa. emak bapak aku akan terus belajar menjalankan amanah mu. dan terimakasih emak bapak telah memberikan anisa berjuang ditempat ini. semoga emak dan bapak sehat di sana. gumam anisa.
" aku tidak boleh menghancurkan kepercayaan kedua orang tuaku. aku tidak Boleh hilang kepercayaan di pondok ini. aku janji tidak akan. gumam anisa lagi.
hiks... hiks...
suara tangis alifa masi terdengar oleh anisa. anisa, santi, Serli dan atika pun menghibur kembali alifa. berbagai macam cara mereka lakukan agar senyum alifa kembali. ada yang model seperti badut. ada pula yang rambutnya dibuat sedemikian rupa. akhirnya yang dilakukan nya berhasil. senyum alifa kembali. sampai satu asrama darul ummi ikut tertawa.
mereka pun menyantap makan malam bersama dengan nikmat. setelah acara maka malam bersama selsai mereka kembali belajar bersama. anisa pun ambil alih mengajar adik kelasnya yang kurang faham pelajaran umum sementara serli yang jago ilmu nahwu ambil alih mengajarkan hal itu.
canda tawa dan suka duka kita alami bersama. sungguh mondok luar biasa.
tinggalkan like dan sarannyaπππππππππππππ
__ADS_1