Diam-diam Ku Mengagumimu

Diam-diam Ku Mengagumimu
episode 12 ketahuan


__ADS_3

libur semester dua telah usai, anisa kembali mondok. entah mengapa perasaanku saat memasuki halaman pondok seperti ada yang kurang.


aku terus berjalan hanya tas kecil yang ter selempang di bahu. ku menyusuri lingkungan pondok yang sudah hampir ramai. satu persatu para santri kembali mondok kala itu karena aku tidak fokus dan pandanganku melihat kebawah


buk.........


"aw ...ku merintih ku pegang keningku karena sakit. dan aku mengangkat kepalaku ternyata aku menabrak seseorang.


" kalau jalan ya itu mata melihat ke depan. habis libur bukannya senang ini malah melamun. lamunannya nanti dilanjutkan di asrama. ucap ustaz Rayhan.


"pandangan ku mengarah pada nya. ha.... ustaz? ucapku


m.... ma.... af.sakit adu kembali aku mengadu sambil ku elus-elus keningku.


" sakit ya? ledek ustaz rayhan.


"ha... iya.... permisi ustaz assalamu'alaikum. namun saat aku akan melanjutkan perjalananku tiba-tiba ada suara kembali menahan ku.


" tunggu anisa.


"ha.. i.. ya.. ustaz.


" ini buat kamu.


"ini gantungan kunci buat aku ustaz? tak percaya


" mmmmm.


"terimakasih ustaz. assalamu'alaikum. aku pun pergi berlalu dari tempat itu. tanpa menoleh lagi kebelakang karena jantung ini sudah berdetak tidak karuan. aku tidak terlalu memikirkan apa maksud ustaz rayhan memberikan sebuah gantungan kunci berbentuk hati tampak didalamnya ada lukisan bunga mawar warna merah.

__ADS_1



sementara ustaz rayhan diam ditempat melihat anisa berjalan menuju asrama tampak di raut wajahnya tergambar sebuah senyuman kecil.


"semoga kamu suka. ucapnya.


...****************...


satu minggu pun berlalu....


malam itu adalah malam jumat dan itu artinya besok para santri tidak masuk sekolah. anisa, serli, dan santi serta dua teman baru mereka yaitu alifa dan atika duduk seperti sedang berdiskusi. malam itu mereka merencanakan untuk mencari mangga di halaman pondok. dilingkungan pondok ada banyak buah mangga dan santri sudah diberikan izin untuk mengambil mangga tersebut. akan tetapi karena sudah menunjukkan jam 10 malam itu artinya santri sudah harus di dalam asrama masing-masing.


alifa yang memiliki ide buruk itu dan berhasil mempengaruhi ke empat temannya akhirnya mereka sepakat keluar. ada yang membawa senter dan ada yang membawa kantong kresek.


"kalau kita ketahuan gimana ?. sahut anisa.


"na... itu pernah. celoteh alifa.


sementara santi dan atika hanya diam. mereka pun terus berjalan menuju pohon mangga yang mereka maksud. setelah sampai mereka pun kembali berdiskusi tentu dengan suara berbisik-bisik.


" jadi siapa ni yang panjat? sahut alifa


"kamu lah alifa. jawab atika


" iya. kamulah.... ucap anisa.


"anisa kamu ya... kamu kan jago panjat.ucap alifa


" eee yang ajak duluan siapa?

__ADS_1


"uda deh bar aku aja yang panjat ucap serli. ia pun mencoba memanjat tapi tidak berhasil


" bagaimana mau berhasil kalau pakai rok. ledek santi. mereka pun tertawa ditengah malam di bawah pohon mangga


"stttt....... jangan ribut. sahut atika mengingatkan temannya.


" na... itu anisa bajunya sampai di lutut terus noo dia kan pakai celana panjang.dan juga pohon mangganya kan ga tinggi .yaaa plis...raut memohon alifa


semua fokus dengan anisa menatapnya dan memberi kode.


"ok.fine.tapi awas ya kalau ketahuan kalian semua harus ikut tanggung jawab.


akhirnya mereka pun mulai aksinya alifa pun mengarahkan senter dimana anisa sudah mulai memanjat yang lainnya berjaga-jaga.


namun saat anisa sudah hampir mengambil mangga ia melihat sosok seseorang berjalan menyusuri lingkungan itu. ya... itu kan ustaz rayhan gumam anisa.


anisa pun memberi kode kepada teman-temannya. akhirnya mereka pun bersembunyi.


" gimana nih.... celoteh anisa di atas pohon mangga sambil berbisik


"sttt


ustaz rayhan yang sedang berjalan di kegelapan malam seperti mendengar suara berisik. ia pun menoleh ke sumber suara dan mengarahkan senter nya. terus menyusuri kegelapan malam mendekati arah sumber suara itu. ia heran mengapa banyak daun mudah mangga berjatuhan. tak lama kemudian ia pun mengambil daun mangga itu untuk memastikan kalau dirinya tidak salah lihat. dan pada akhirnya ia pun kembali mengarahkan senter nya ke atas pohon mangga.


" astagfirullah........


๐™Ÿ๐™–๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™ก๐™ช๐™ฅ๐™– ๐™ก๐™ž๐™ ๐™š ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™จ๐™–๐™ง๐™–๐™ฃ๐™ฃ๐™ฎ๐™–....


๐™ข๐™–๐™ช ๐™ข๐™–๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™ข๐™–๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™– ๐™–๐™ ๐™๐™ž๐™ง๐™ฃ๐™ฎ๐™– terciduk๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„โ˜บ๐Ÿ˜„โ˜บโ˜บโ˜บ

__ADS_1


__ADS_2