
hari ini adalah hari dimana akhir ujian selesai. keluar dari kelas setelah mengikuti ujian akhir bagaikan kapas kepala begitu ringan. Alhamdulillah itulah kata yang keluar dari bibir anisa.
"ye....... alhamdulillah selesai juga....... girang mereka keluar dari kelas. akhirnya.
melihat teman-teman anisa ada rasa tidak ingin berpisah. anisa teringat kembali bagaimana dirinya berjuang keras untuk melanjutkan sekolahnya. dan pada akhirnya takdir mengantarkan dirinya masuk di pondok.
senyum anisa mengembang mengenang kebersamaan selama tiga tahun adalah sebuah momen yang tak pernah terlupakan. ada banyak suka dan duka mereka lewati ada banyak cerita selama mondok.
"eh.. tunggu hari ini kan kita uda finishing kan. gimana kalau sebentar malam setelah pulang pengajian kita bikin acara. ide anisa.
" boleh juga tuh... tapi Bendahara nya kamu ya? tunjuk serli pada anisa.
"siip tenang aja.
" ya iyalah secara istri CEO. ucap santi dan alifa. sementara atika nampak begitu sedih.
"atika kamu kenapa?
" aku setelah ini akan di nikahkan dengan Seseorang. atika pun menangis sejadinya.
"apa? serius lho jawab serli dan atika.
" iya, serius. ayah dan bunda sudah mengambil keputusan. aku hanya bisa apa. atika kembali meneteskan air mata.
"atika kami tidak tahu apakah kami harus bahagia atau sedih mendengar kabar ini. tapi atika aku yakin akan ada hikmah dibalik semua. kita hanya bisa berencana tapi Tuhanlah yang menentukan segalanya. jika kamu ikhlas yakinlah akan indah pada waktunya. ucap bijak anisa.
akhirnya mereka berpelukan satu sama lainnya.
"kak anisa dipanggil ustazah ana.
" ok.sahut anisa kemudian ia pun pamit dengan teman-teman nya.aku tinggal dulu ya. "
__ADS_1
"pasti pujaan hati lho.... cieee ucap alifa.
...****************...
di aula tampak ustazah ana sedang duduk. di sana terlihat ada sosok wanita sedang berbincang dengan ustazah ana mereka tampak akrab.
" assalamu'alaikum,
ibu? ucap anisa kaget melihat ibu mertuanya.
"oh sayang sini ibu rindu sekali dengan mu. ibu mertua dan anak mantu itu pun saling berpelukan denga cukup lama sambil mengelus lembut kepala anisa yang tertulis dengan jilbab.
" ibu sama siapa ke mari?
"sama papah kamu. ada keluar beli sesuatu. bagaimana kabarmu nak? ujiannya lancar?
"alhamdulillah mah lancar.
der...
der....
der....
Tiba-tiba ponsel ibu mertua anisa berdering.
"tunggu sepertinya ada panggilan. ibu mertua anisa pun melihat siapa yang menelpon terlihat dilayar ada panggilan vidio call dari rayhan. ibu mertua anisa pun memberi kode jika vidio call dari suami anisa yaitu rayhan.
"assalamu'alaikum mama.! "mama sudah sampai?
" waalaikumsalam iya nak. mama udah sampai dengan selamat alhamdulillah.
__ADS_1
"mama uda ketemu anisa?
" iya ini anisa didekat mama. menghadapkan kamera telpon tampaklah muka tampan suami anisa.
anisa pun meraih telepon itu dan sedikit menjauh untuk melepas rindu dengan suaminya. ucapan pertama rayhan ia menanyakan kabar istrinya selama mengikuti ujian.
"sayang kok sedih gitu sih mukanya? senyum dong. jangan buat aku panik.
" habis mas ray kapan kemari jenguk anisa. anisa rindu tahu?
"betul kamu merindukanku?
" ya iyalah mas ray. begitu naifnya aku jika tidak merindukanmu. bahkan sangat merindukanmu.
"kamu merindukan ciumanku? goda rayhan dengan mengedipkan mata kanannya. tampak istrinya malu-malu di buatnya.
" sayang kalau kamu seperti ini aku semakin gemes dan ingin langsung menerkam dirimu hidup-hidup.
"mati dong aku. is gombal deh.mas ray kapan Pulangnya.
" insya Allah. kamu yang sabar ya sayang."
mereka pun terus melanjutkan obrolannya. sementara ibu mertua anisa dan bapak mertuanya menyaksikan anak dan mantunya melepas rindu lewat telepon.
"itu ujian cinta mereka mah.
" iya pah... mama cuma bisa berdoa mereka akan seprti itu bahagia selamanya.
"amin. ucap ustadzah ana.
selesai panggilan vidio call anisa pun kembali berbincang dengan bapak dan ibu mertuanya. kedekatan antara mertua dan menantu tampak begitu hangat.
__ADS_1
BERSAMBUNG.........