
"astafirullah..... siapa itu..... tegur ustaz rayhan melihat sosok berdiri di atas pohon mangga wajahnya tidak tampak karena dibalik pohon mangga.
satu....
dua.....
tiga...
wajah itu pun nampak jelas siapa di atas sana sambil Cengingir. sementara teman anisa yang bersembunyi di belakang pohon pas dibelakang ustaz rayhan pun menampakkan diri mereka.......
krek.....
"astagfirullah..... kaget ustaz raihan kembali. melihat siapa dibelakangnya. kalian....... kemudian ia melihat lagi ke atas pohon mangga.... kamu turun! geram ustaz rayhan. tanpa suara anisa pun menurut. namun saat sudah hampir sampai tiba-tiba kakinya terpeleset
" a.... w.... dengan sigap tangan kokoh ustaz rayhan menahan bahu anisa yang hampir jatuh. jantung keduanya pun berdetak.
"hemmmmm...... suara teman-temannya anisa.
" astagfirullah..... batin keduanya. anisa pun dengan cepat bergeser dan kembali berkumpul dengan teman-temannya mereka berdiri tanpa berani berkata-kata lagi karena ketahuan.
"ini sudah jam berapa? kalian tahu kan kalau jam begini waktunya istirahat? ini, kalian keluyuran dibawah pohon mangga. apa tidak bisa bersabar menunggu sampai siang. hah!...geram ustaz rayhan.
" iya... ustaz ka... mi....
__ADS_1
"sudah.kalian sekarang kembali ke asrama!" besok kalian ustaz tunggu di kantor. melihat santri meninggalkan tempat ustaz raihan hanya bisa geleng-geleng kepala dan tersenyum mengingat kejadian konyol mereka.
"m....ini bisa dijadikan judul tercyduk di pohon mangga. ada aja.... πππbatin ustaz rayhan.
...****************...
di sebuah ruangan tampak seseorang tersenyum sendiri mengingat kejadian semalam sambil berhadapan dengan buku-buku siswa di atas meja yang sedang diperiksa. begitu melihat buku nama santri ia kembali tersenyum dan mengambil secarik kertas dan menulis kan sebuah kalimat "Mencintai khayalan mungkin memang lebih eksotis ketimbang mencintai sosok yang jelas-jelas konkret di depan mata dan terikat di bumi."
"assalamu'alaikum.... terdengar suara di depan pintu kantor. ya.... mereka adalah anisa dan teman-temannya.
" kalian masuklah! perintah ustazah ana yang sudah mendengar laporan mereka dari ustaz rayhan. mereka pun masuk. kemudian ustadzah ana kembali melanjutkan ucapannya.
"kalian tahu kan apa pelanggaran kalian? sekarang kalian bersihkan ruangan kantor, bersihkan kamar mandi asrama.
ustazah akan bagi rata tugas kalian! giliran anisa dan serli bagian kantor sementara ketiga temannya membersihkan kamar mandi asrama putri. mereka pun melaksanakan perintah ustaz ana tanpa protes.
"maaf ustaz permisi... sopan anisa.
...****************...
di dalam kelas semua Siwa bersorak melihat hasil Matematika yang dibagikan anisa. namun anisa tampak bengong mendapatkan sebuah kalimat di sebuah kertas kecil yang terdapat di dalam bukunya.
" deg.....
__ADS_1
anisa tersenyum membaca catatan kecil dibalik buku nya.
sementara di luar nampak seseorang ikut tersenyum tanpa sepengetahuan anisa.
" cieeeee............ ledek serli yang membaca kalimat itu dari belakang tanpa sepengetahuan anisa
"apaan sih kamu... kepo.... lo...
" ih..... mau dong...... ledek serli. sementara teman-temannya yang lain penasaran.
"ya.... apaan siiih balikin gak...
namun catatan itu sudah berpindah tangan ke tangan santi. setelah membaca kalimat itu santi pun hampir membocorkan kepada yang lainnya untungnya anisa dengan cepat menutup mulut santi dengan menggunakan tangannya.
" tulisan pena RAY batin anisa. yang masih bergelut dengan pemikirannya tentang catatan kecil yang terselip di bukunya.
waktu yang terus berjalan anisa semakin hari hatinya tidak menentu tiap kali bertemu ustaz rayhan di dalam kelas terkadang dirinya tidak bisa konsentrasi mengikuti pelajaran.
"tulisan itu sama persis dengan tulisan yang kemarin batin anisa.
berbeda dengan ustaz rayhan ia tampak tenang mengajar seakan tidak ada terjadi. perasaan ustaz rayhan memang tidak bisa di bohongi jika dirinya juga mengagumi anisa.
selesai menulis ustaz rayhan duduk dan sesekali melirik anisa yang begitu serius menulis.
__ADS_1
"hem... usah?
" belum ustaz ucap mereka bersamaan.