
sore itu tampak semua santri baik santri wati maupun santri wan sibuk dengan kegiatan sore mereka.
"gini banget ya ser. harus ngantri gini ya tiap hari kalau mandi gitu....
" iya. inilah serunya. di pondok. kalau aku si yaa uda paham soalnya yaa secara kan aku alumni anak pondok hehe......
"kamu ya... kapret lo... sahut santi.
" aduuuu mana gue kebelet ni... suda salawat orang di mosholalla tu... adu... cepet dong yang di dalam.... keluh anisa.
"heiiii.... timba gue.... kembalikan ga... teriak keras seorang santri.... karena timbanya langsung direbut oleh temannya.
semntara santri lain yang melihat tingkah temannya hanya tertawa.
...****************...
santi, serli dan anisa pergi bersama menuju moshollah. sore ini adalah hari petama serli menginjakkan kakinya dimosallah pondok itu. santriwati langsung menuju lantai dua.
selepas shalat maqrib kegiatan dilanjutkan dengan pengajian. mendengar pengarahan bahwa sementara ustaz yang membawakan pengajian fiqih malam itu masi dalam dalam perjalanan jadi siswa diharapkan tadarrus untuk mengisi jam kosong sambil menunggu.
"santi gue kebelet mau buang parfum ni.... bisik anisa.
" is... kamu yaaa. uda sana diluar.... cepetan.... celoteh santi.
Tak berapa lama kemudian anisa masuk dan duduk disamping kiri serli. sementara dibelakang anisa tampak duduk kakak tingkat mereka yaitu kakak marwa. melihat aksi ketiga santri didepannya ia pun mengeluarkan suara.
__ADS_1
"anisa... kenapa serli?
" anisa kebelet buang air kecil kak bohong serli karena takut buat malu anisa jika berkata sesungguhnya.
"ooo yasudah sana cepat turun ke toilet turun dari tangga luruss belok kiri na itu toilet khusus perempuan.
" O iya kak. sahut anisa.
anisa pun buru-buru menuju toilet sesuai petunjuk arah.
"aduuu mana yaa..... tempat wudhunya. aits.... ko aku linglung gini amat ya... Tiba-tiba anisa dikagetkan dengan suara dari belakang Astaqfirulah halazim Ya Allah copot gue...ododo eeee...... sambil membulatkan matanya.mmmm mapus kamu....
"stop.!!!!
itu namanya sendal kalau kau lemparkan kemari yang ada muka aku yang kena. Laki-laki tersebut hanya tersenyum kecil melihat aksi heboh santri wati itu. hingga keluar dari bibirnya kata maaf. sepertinya kamu santri baru disini ya kalau boleh tahu cari apa?
" ooo... itu sebelah kirimu. coba baca?
"ha.... hehe... iya... makasi... da.....
" assalamu'alaikum. Laki-laki itu.
"i..... ya.... assalamu'alaikum.
" laki-laki itu kembali tersenyum hampir tidak kelihatan melihat aksi anisa. mmm dasar aneh. WA alaikum salam lirihnya.
__ADS_1
...****************...
" lama banget lo.... kesasar ya... celoteh anisa dan serli bersamaan.
"sepertinya..... uda mulai belum. pengajiannya?
" iya uda sementara no sana di bawah lihat ustaz raihan udah mau mulai pengajiannya.
"o ala...... mampusss aku, jadi yang tadi itu ustaz raihan... o.... gumam dalam hati anisa.tapi tunggu dulu bukankah dia laki-lakinya yang aku lihat tempo hari ya? gumam anisa.
" kenapa lo seperti orang kesurupan. lupa ya Makan obat merahnya hehehe.... canda serli
"its. ga kok.... mana kitab fiqih gue tadi. gue mau serius nimba ilmunya.
" iya kah.... ledek anisa dan serli. sementara teman lainnya ya melihat aksi mereka ikut tersenyum
"hemmmmm... hemmmmm suara kak marwa memberikan isyarat untuk diam dan memperhatikan apa yang disampaikan oleh ustaz raihan.
santri wati santri wan. jadi haid merupakan Dalam kitab Risaalah ad-Dimaa' ath-Thabi'iyyah li an-Nisaa' dijelaskan bahwa haid, secara bahasa, berarti mengalirnya sesuatu. Sedangkan secara syar'i maknanya adalah darah yang keluar dari rahim seorang wanita secara alami tanpa sebab apapun di waktu-waktu tertentu.
Semua ulama mazhab bersepakat bahwa haid akan dialami seorang anak perempuan minimal pada usia sembilan tahun.
Jadi, menurut ulama Syafi'i, Maliki, Hanbali dan Hanafi, jika anak perempuan belum mencapai umur sembilan tahun, namun sudah mengeluarkan darah dari tubuhnya, maka itu bukan darah haid, tapi darah penyakit.
Menurut ulama Mazhab Hanafi, sejak anak perempuan berusia sembilan tahun dan telah mengalami haid, berarti sudah diwajibkan melakukan semua perintah agama, seperti shalat dan puasa. Setiap bulannya, anak perempuan itu akan mengalami keluarnya darah haid sampai pada usia 55 tahun.
__ADS_1
Dan jika setelah usia 55 tahun masih juga mengeluarkan darah, maka itu bukanlah darah haid. Kecuali, jika warnanya hitam atau merah tua, baru itu bisa dianggap darah haid.