
hari ini anisa dan beberapa temannya akan keluar mengikuti sebuah lomba tadarrus didampingi oleh tiga gurunya salah satunya ustaz rayhan yang ikut sebagai guru pendamping.
kebetulan hari ini anisa ikut dengan mobil ustaz rayhan bersama tiga temannya dan satu guru pendamping. sementara ustaz rayhan yang mengemudi dan anisa duduk dibelakang kursi ustaz rayhan.
perjalanan memakan waktu 2 jam.penumpang di dalam mobil sudah terlelap dalam mimpinya kecuali anisa dan ustaz rayhan yang masi tersadar. terdengar hanya suara mesin mobil.
dan akhirnya ustaz rayhan pun menyahut.
"kenapa kamu tidak tidur sambil melihat anisa dibalik kaca spion.
" gak mengantuk ustaz.
"lagi baca apa?
" lagi baca buku fiqih wanita ustaz.
*mau tahu banget sih urusan orang. emang jika aku tidak tidur menganggu apa. gak kan?
"apakah kamu baik-baik saja anisa?
" maksudnya ustaz?
__ADS_1
"aku perhatikan beberapa hari ini kamu banyak diam?
maaf ustaz entah apa yang membuatku seperti marah. toh juga kamu ta'aruf dengan seseorang. aku tidak tahu mengapa aku seperti membencimu. astagfirullah. maafkan diriku ya rabb. emang aku siapanya ustaz rayhan?
" mungkin cuma perasaan ustaz rayhan.
"uda sampai belum ustaz sahut guru di samping ustaz rayhan.
" belum bu ustazah. InsyaAllah tidak akan lama lagi kita sampai.
"anisa bangunkan temanmu. oiya mobil ustaz amto di mana kok gak kelihatan ya?
...********...
selesai lomba. mereka terpaksa menginap di sebuah penginapan disebabkan ada kendala yang mengharuskan mereka harus menginap.
dimalam yang terang dengan sinar bulan yang begitu indah. anisa dan ustazah ana keluar dari penginapan menuju sebuah taman mencari angin malam. dan duduk di sebuah kursi.
"anisa ustazah lihat kamu banyak diam ada apa? kamu sepertinya tidak bahagia atas kemenangan hari ini. harusnya bahagia dong karena lomba kali ini kita membawa nama baik pondok yang kesekian kalinya. sahut ustazah ana.
anisa pun berbalik dan menangis secara tiba-tiba dan memeluk ustazah ana.
__ADS_1
"anisa kamu baik-baik saja?
"ustazah aku tidak tahu apakah aku boleh jujur?
" katakanlah? kamu sudah seperti anak kami. sebagai guru dan pengganti kedua orang tuamu kami siap mendengarnya.
sementara tidak jauh dari tempat mereka ustaz rayhan juga ternyata duduk di sebuah kursi bersama rekan kerjanya. tak sengaja mendengar obrolan anisa dan ustazah ana.
apa? anisa akan dijodohkan. jadi anisa ta'aruf dengan seseorang. tapi siapa?
"anisa kamu yang harus sabar. jika memang dia adalah jodohmu maka yakinlah bahwa memang dia yang terbaik buatmu. apalagi kan jika seandainya ini terjadi kamu bisa bicara dengan calonmu untuk masalah kuliahmu. sayang kan kamu Terima beasiswa.
" iya ustazah Terima kasih sudah mau mendengar curahanku hiks.. hiks.. hiks..
namun tak sengaja saat anisa berbalik tatapannya bertemu dengan ustaz rayhan . tatapan keduanya tidak bisa diartikan sama-sama bingung dengan perasaan masing-masing.
anisa pun dengan segera berbalik dan menghapus air matanya. hati memang tidak bisa diartikan. namun andaikan bisa jujur anisa ingin rasanya mengungkapkan perasaanya walau harus kecewa setidaknya ia bisa jujur dengan perasaannya sendiri. 2 tahun memendam perasaan bukanlah hal mudah bagi anisa. begitupun sebaliknya ustaz rayhan. namun ke adaan yang memaksa keduanya diam.
bukanlah karena tidak berani. tapi ustaz rayhan menunggu waktu yang tepat untuk akan hal itu. namun kabar yang ia dengar membuat dirinya patah hati sebelum berjuang*.
bagaimanakah selanjutnya........???
__ADS_1