
acara berlangsung sangat seru malam itu. semua peserta kala itu sengaja panitia memancing emosi para peserta untuk menguji kemampuan mereka dalam mengeluarkan pendapat. tak hanya sampai disitu perdebatan antara panitia dan peserta makin seru dan menguras emosi. para peserta tidak dibiarkan diam. ada saja cara panitia memancing para peserta untuk berbicara walau hanya sampai lima kalimat atau lebih.
saat ustaz rayhan angkat bicara dengan tegas tentang masalah keyakinan. para santri yang berperan sebagai peserta kala itu suasana jadi hening.
mereka berfikir, kalimat apa yang tepat untuk menantang ustaz rayhan.
sementara panitia lainnya memberikan semangat kepada peserta.
"ayo semangat angkat bicara! "
" iya jangan cuma diam, ayo tantang ustaz raihan! "
Tiba-tiba dari peserta santri putri berdiri dan angkat bicara dengan lantang. semua mata tertuju kepadanya. dia adalah santri baru yang baru satu minggu bergabung menjadi santri di pondok itu ya... dia adalah anisa. perdebatan keduanya semakin menguras emosi panitia lainnya begitu menikmati perdebatan keduanya.
setelah ustaz raihan berhenti bicara Rizki yang juga sebagai panitia pun maju ambil bagian.
perdebatan kembali lagi terulang dengan hebatnya. saat santi dan peserta lainnya merasa sudah kehabisan kalimat membantah apa yang di utarakan rizki anisa akhirnya bangkit lagi dari tempat duduknya dan menantang kembali rizki dan ustaz raihan serta panitia lainnya.
__ADS_1
sungguh menguras emosi dalam acara pengkaderan malam itu.
"siapa nama santri yang tak kenal menyerah itu? aku jempol buatnya dalam mengeluarkan pendapat sahut ustaz lainnya dan panitia lainnya yang ikut menyaksikan kegiatan malam itu.
" namanya anisa.
"boleh juga.
setelah acara perdebatan selesai semua santri terkagum-kagum dengan kemampuan anisa malam itu. anisa yang sorot mendapat pujian hanya tersenyum.
"anisa bagaimana perasaanmu tadi melawan para panitia. tau ga ustaz raihan sampai kehabisan kalimat lo..hehehehe. anisa dan santi terkekeh.
acara malam itu terus berlangsung sampai jam menunjukkan seperdua malam yang artinya malam renungan dimulai. ruangan yang tadi ramai terganti dalam keadaan sunyi sepi. semua lampu tiba-tiba padam. terdengar suara yang membuat hati tersentuh
Terimakasih tuhan telah menitipkan ku terhadap malaikatmu yang ku sebut Bunda."
Aku mencintai ibu karena ia telah memberikanku segalanya. Dia beri aku cinta, dia beri aku jiwanya, dan dia memberiku seluruh waktunya."
__ADS_1
Tidak ada manusia yang sangat mencintai kita hingga saat ini, kecuali ibu kita."
Ibu, aku menyanyangimu sampai akhir hidupku, meski aku tau aku slalu mengecewakanmu. Maafkan aku yang belum bisa membuatmu bahagia."
Hanya memberi, tak harap kembali. Bagai sang surya, menyinari dunia." (SM Mochtar, Kasih Ibu)
"Ibu maafkanlah kata-kata yang telah terucap oleh bibirku, anakmu terkadang telah menyakiti perasaan ibu, aku sungguh tidak kuasa untuk melihatmu sedih karena kelakuanku."
Mama, cinta dan kasih sayangmu yang begitu berarti. Hanya Mama yang bisa memberikan cinta setulus ini. Terima kasih Mama."
Terima kasih mama atas setiap air susu yang mengalir dalam darahku. Tanpa mama, aku tak akan pernah mampu menghirup udara kehidupan, berteman dengan alam, mengarungi nafas dunia bersamamu. Terima kasih karena selalu menyayangiku mama."
Ibu yang sangat mencintaimu mendengar apa yang kamu katakan bahkan memahami apa yang belum engkau katakan."
Aku akan memberikan yang terbaik buat ibu, agar kelak ibu tersenyum bahagia melihat aku memenuhi harapanmu ibu."
perasaan anisa kala itu sangat tersentuh sampai ia meneteskan air matanya mengingat wajah kedua orang tuanya. dalam hati ia berdoa Allahumma fighfirlii wa liwaa lidhayya warham humaa kamaa rabbayaa nii shokhiroon. Artinya: "Ya Allah, ampunilah aku danΒ keduaΒ orangtuaku. Baik ibu maupun bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil."
__ADS_1
ayah ibu anisa janji akan selalu mengingat amanah mu dan belajar dengan baik agar kelak anisa bisa membawa nama baik emak dan bapakπππππππππππππ