
Dua hari kemudian.
"Anisa tunggu!" teriak sahabat anisa Humairah. Ini formulir sudah aku ambilkan. Kita sudah janjian, kan? kebetulan, kemarin aku dan bapak aku dari kampung ambil formulir. ya sudah sekaligus deh aku ambilkan buat kamu... dan tahu tidak, Rana juga di lanjut di sana." girang Humairah.
Namun, Anisa hanya diam dan tanpa menyadari air mata menetes jatuh di pipinya yang membuat Humairah heran dan bingung.
"Anisa kamu kenapa? Kamu baik-baik aja, kan? tanya sahabat Anisa, Humairah.
Anisa semakin terisak. Humairah semakin bingung. Humairah di penuhi tanda tanya mengapa sahabatnya menangis? Apa yang terjadi?
"Anisa, katakanlah. Apa yang terjadi. Mungkin aku bisa membantumu. Ayolah, bicara! Anisa, jangan hanya diam."
"Humairah, Aku ... aku tidak tahu bagaimana?
"maksud lo?
" sambil menghembuskan napas anisa pun menjelaskan kepada sahabatnya keadaan sebenarnya untuk sementara ini.
"anisa lo yang sabar ya tapi aku yakin akan ada hikmah dibalik semua ini. berusaha lah terus siapa tahu besok atau lusa orang tuamu berubah pikiran.
" iya semoga saja. baiklah aku pamit.
"baiklah. kamu yang sabar ya anisa. "
...****************...
satu jam kemudian sampailah anisa ditempat tujuan.
"emak apa kita jalan kaki lagi ni..sampai di kebun?
sahut malas anisa
" tidak kakak kamu sudah menunggu kita di sana.
__ADS_1
"alhamdulillah.kirain jalan kaki lagi sampai di kebun.
dalam hati anisa terus memikirkan nasibnya. betul-betul petualangan ku sampai sekarang ini tak terbayangkan. sabar anisa........
satu jam berikutnya
"akhirnya sampai juga. sungguh melelahkan gumam anisa. ia pun mengambil air minum dan meneguk dua gelas sampai habis. mmm... ah.......
beristirahat sejenak anisa bangkit dari tempat duduknya Merefleksikan pikiran berjalan menuju lereng bukit dekat dari rumah.
"pemandangan yang begitu indah batin anisa.
tanpa disadari oleh anisa seorang laki-laki paruh baya membawa beban berat di bahu belakangnya datang menghampirinya.
"anisa?
"mana emak kamu?
" mmm di rumah lagi istirahat.
"kamu kenapa? bapak perhatikan ada yang sedang kamu pikirkan. o iya ini jambu biji merah bapak petik tadi di sana.
" Terima makasih bapak? mmmmm .... a...
namun sebelum sempat jambu biji itu mendarat masuk ke mulut anisa.
"eits. cuci dulu sana. jangan kebiasaan makan makanan tanpa dibersihkan dulu. walaupun itu dipetik langsung dari pohonnya tapi kita tidak tahu bersih atau tidak.
" a iya... anisa lupa. hehe.... sambil tertawa kecil.
sore menjelang petang anisa dan bapaknya meninggalkan tempat menuju rumah panggung berdinding kayu yang terlihat begitu sederhana. setelah shalat magrib anisa membantu ibunya menyiapkan makan malam.
__ADS_1
selepas makan malam anisa membaringkan tubuhnya di atas kasur tipis dengan menggantung kelambu juga ditemani dengan bantuan pencahayaan lampu minyak tanah. terdengar bersahut-sahutan suara jangkrik di kesunyian malam. semakin larut cuaca begitu dingin membuat tubuh menggigil. anisa pun menutup tubuhnya dengan selimut tebal. waktu begitu cepat berlalu suara ayam berkokok menandakan subuh telah tiba. anisa pun bangkit dari tempat tidurnya menuju ruang dapur mengambil air wudhu.
suasana dapur di kebun orang tua anisa selain pakai kompor gas juga pakai tungku.
fajar menyingsing...
Anisa pun selesai membatu ibunya menyiapkan sarapan pagi.
"bapak anisa ikut yah panen coklat ?
" boleh ayo! "
beberapa jam kemudian jam menunjukkan pukul 11.00 anisa dan bapaknya beristirahat dibawah pohon coklat.
"bapak anisa mau bicara dengan bapak tapi bapak janji ya jangan marah.
" iya. kenapa nak? tumben
"bapak anisa mau minta restu lanjut sekolah. anisa tidak mau jadi pengangguran anisa punya cita-cita. anisa tidak mau bapak kalau anisa hanya sampai tamatan SMP. bapak tolonglah anisa mohon ya.... bapak... izinkan anisa ya..... anisa sudah bicara sama emak tapi...... hiks... hiks.... sambil menangis dan membasuh mukanya dengan kedua telapak tangannya yang sudah penuh dengan air mata.
"bapak anisa pun diam mendengar ocehan anaknya itu.
" bapak jangan katakan kalau papak juga sependapat dengan emak... anisa kembali menangis dengan ter seduh-seduh.
"bapak tahu apa yang kamu rasakan. satu hal yang bapak minta jika kelak nanti kamu lanjut jaga dirimu baik-baik.
𝙣𝙤𝙩𝙚: 𝙖𝙥𝙖𝙥𝙪𝙣 𝙪𝙨𝙖𝙝𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙧𝙖𝙞𝙝 𝙗𝙚𝙧𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜𝙡𝙖𝙝 𝙙𝙖𝙣 𝙞𝙝𝙠𝙩𝙞𝙖𝙧? 𝙙𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙗𝙖𝙧𝙡𝙖?. 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙗𝙖𝙧𝙖𝙣 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙪𝙖𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙨𝙞𝙡 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙖𝙠𝙨𝙞𝙢𝙖𝙡. 𝙙𝙞𝙗𝙖𝙡𝙞𝙠 𝙪𝙟𝙞𝙖𝙣 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙖𝙙𝙖 𝙝𝙞𝙠𝙖𝙢 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙥𝙚𝙩𝙞𝙠.
𝙨𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜 𝙮𝙖. 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙡𝙪𝙥𝙖 𝙩𝙞𝙣𝙜𝙜𝙖𝙡𝙠𝙖𝙣 𝙟𝙚𝙟𝙖𝙠 𝙠𝙤𝙢𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧 𝙚𝙣𝙙 𝙡𝙞𝙠𝙚𝙣𝙮𝙖
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1