
anisa begitu bahagia terpancar diwajahnya melihat semua keluarga yang dicintainya hadir di hari bahagianya.
setelah acara pesta selesai kini rayhan dan anisa masuk di acara mamatua. anisa kembali melirik suaminya dan kembali merasa lucu.
"ini acara apa lagi? ucap suaminya yang dari tadi selalu protes.sementata rizki, serli dan keluarga dari rayhan yang lainnya juga sudah duduk mengambil tempat.
" ini namanya acara mamatua
mas ray udah deh ikutin aja apa perintah mereka nanti.
makna di acara ini semua keluarga di kumpul untuk mengenalkan kepada mereka anak menantunya. baik dari keluarga emak maupun dari keluarga bapak aku.
"resiko punya istri seperti aku baru tahu kan.
" aku bahagia punya istri langkah seperti mu.
"benar nih gak nyesel.
__ADS_1
" sayang kalau kamu masih ulang bahasa itu aku terkam nih, mau?
'iya ampun CEO TAMPANKU. ustaz rayhan ku. mas ray ku puas.
"mulai ya kamu. mmmm
" nak rayhan, anisa! "panggil emak anisa menyadarkan kedua pengantin baru itu .
" hemmmm nanti kalian lanjut dikamar candanya.bisik serli yang sudah mulai paham situasi dan kondisi.
"ayo nak anisa, nak rayhan mulai dari kedua orang tuamu ambil kedua tangannya untuk mohon doa restu kemudian lanjut dengan mengambil tangan nenek dan seterusnya ya. " ucap saudara dari bapak anisa.
selanjutnya mereka pun melanjutkan lagi dengan acara melempar 7 sarung. rayhan pun mengambil posisi berdiri ditengah sarung yang sudah disusun. dan mulai lah rayhan melempar sarung tersebut satu persatu kearah orang-orang yang ada disekitarnya. orang yang mendapatkan sarung sangat bahagia.
makna dari acara ini adalah berbagi kebahagiaan. sementara sarung terakhir di haruskan untuk dipakai sang mempelai pengantin laki-lakinya dan mengikat kan di pinggang seperti orang yang akan melaksanakan sholat.
rizki dari tadi hanya fokus mengambil Dokumentasi. serli pun begitu menikmati acara demi acara. melihat di pojok seorang wanita yang ditabrak rizki tadi siang ia pun menghadapkan kameranya merekam setiap gerakan perempuan itu tanpa sepengetahuan nya.
__ADS_1
manis. batin rizki.
rayhan masi setia duduk bersama keluarga anisa berbincang dan berkenalan dengan mereka.
"rayhan,rizki kenalkan ini pak budiman kepala desa disini sahabat papah juga. dulu waktu ayah masi jadi penduduk di sini beliau ini adalah tetangga papah. hingga kami berpisah dan hari ini kami bertemu kembali. rayhan dan rizki pun mengenalkan dirinya kepada teman-teman lama papahnya. sebagai alumni anak pondok rizki dan rayhan selalu menjaga sikap di hadapan orang-orang yang ada di sekitarnya.
sementara dikamar anisa masi bersenda gurau dengan sahabat lamanya nasya dan serli yang mudah bergaul juga langsung akrab dengan nasya.
obrolan mereka berhenti saat rayhan memberi salam masuk kamar dan obrolan mereka pun berakhir.
setelah mereka keluar rayhan kembali menutup pintu kamar.
kamar anisa tidak terlalu besar dan tidak ada terlihat kamar mandi di sana. letak kamar mandi berada di luar diruang dapur.
rayhan pun langsung merebahkan tubuhnya. sungguh melelahkan sayang. ucapnya."namun karena kebelet rayhan pun langsung berdiri entah apa yang dicari
"apa dicari mas ray? lupa ya kalau kamar mandi berada di ruang dapur.
__ADS_1
" iya. aku lupa sayang.
"semua alat mandi mas rayhan ada di sana.tadi aku simpan.