
pukul 05.00 acara pengkaderan hari itu selesai. semua siswa bertepuk riuh
saat pengumuman pengkaderan siswa terbaik jatuh atas nama anisa sontak hari itu nama anisa terkenal di dalam lingkungan pondok pesantren. bukan hanya itu ternyata anisa juga dikenal jago di bidang ilmu matematika.
"selamat ya anisa emang dirimu patut di jempol keberanian mu sungguh luar biasa. ucap serli sahabat anisa
" iya anisa gue selalu dukung lo. sahut santi
"mmmm makasi... gue juga bangga dengan kalian, semoga kita sahabat selamnya. anisa terharu pada kedua sahabatnya itu.
sahabat itu saling berpelukan dalam waktu cukup lama.
setelah acara penutupan selesai para santri kembali ke asrama masing-masing untuk beristirahat. sepulang pengajian setelah shalat isya anisa mendapat panggilan telpon dari kedua orang tuanya di kampung. anisa pun berlari menuju rumah pembina putri.
"halo assalamu'alaikum bapak,emak seru anisa. ditelpon
(.....)
" iya bapak anisa suka disini ada banyak teman disini mereka semua baik-baik sama anisa. bapak sama emak di sana sehat kan.
(......)
"iya emak anisa akan selalu ingat pesan emak dan bapak.
(.....)
anisa dan orangtuanya terus saling menyapa lewat telpon
waktu menelpon anisa pun berakhir karena waktu diberikan hanya 15 menit. dalam sebulan hanya satu kali jadwal menelpon para santri . saat ini orang tua anisa yang mendahului menelpon. karena anisa tinggal di desa terpencil yang jaringan di sana lambat loading. hal itu juga sudah diketahui pembina putri.
...**************...
suasana kelas 1B begitu berisik
karena bosan menunggu guru matematika tidak kunjung tiba mereka pun bermain saling lempar pertanyaan. suara mereka sampai terdengar diluar kelas.
"anisa siapa kakak kelas laki-laki yang paling jutek?
bersamaan ia menjawab orangnya pun nongol masuk ke dalam kelas.
anisa hanya bisa berdiri mematung dan menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
" mampus gue, di dengar tidak ya? batin anisa,tapi herannya gue kenapa dia yang masuk jam matematika?
kenapa bukan ustaz rayhan ya?
bisik anisa kepada serli.
"bisa jadi ustaz raihan ada urusan. iya kan? tapi kenapa lo ga semangat gitu?
__ADS_1
" gak kok gue takut aja sih
secara omongan kita tadi ,dia dengar tidak ya? cemas anisa.
"uda santai aja cui... ledek serli
"kenapa kalian diam.?
heran ya aku yang masuk dikelas kalian?
ok.
maaf sebelumnya aku yang ditunjuk ustaz raihan karena beliau ada rapat diluar pondok. jelas rizki dengan muka juteknya.
" hei kamu maju! iya kamu
"aku, atau dia tunjuk anisa.
" bukan tapi kamu!
"saya kak? nama saya anisa kak bukan kamu.
ups... mampus gue bisanya aku... batin anisa.
" iya kamu anisa maju sini!"
"cieeeeeee ups.... ledek teman-teman anisa
" tulis ini dan jelaskan ke teman-teman kamu. melihat anisa dengan tatapan yang tajam.
ini hukuman buat kamu. sudah paham kan apa kesalahanmu? sahut rizki sambil memberikan buku matematika kepada anisa yang sudah berdiri didepannya dengan tatapan seperti mau menerkam mangsanya.
"ih bisa gak si gak jutek-jutek.lirih anisa tapi masi bisa di dengar oleh rizki.
" apa kamu bilang?
"ga kok kak saya cuma bilang ini ditulis sampai di sini ya?.. uh... sabar ... batin anisa.
" mmmmm. habis itu jelaskan.
"lo kok saya jelaskan si kak. kan kakak di sini gurunya. aku kan juga belum paham.
" disini guru siapa kamu atau saya.
"uuuuuu....... teriak teman-teman anisa.
" uda diam gak. atau kakak mau tambahin tugasnya biar kalian tidak istirahat, iya?
"eee... jangan gitu dong kak. bela anisa.
__ADS_1
" ok. sekarang menurut.
"mampus kamu. bisa-bisanya dia bilang saya cowok jutek. batin rizki sambil membaca buku duduk di kursi guru dengan tersenyum kecil sekali melirik dan memperhatikan anisa menjelaskan. jika anisa tidak paham ia pun membantu anisa menjelaskan.
𝙩𝙚𝙣𝙜... 𝙩𝙚𝙣𝙜... 𝙩𝙚𝙣𝙜
waktu istirahat pun tiba. semua santri keluar dari dalam kelas. kecuali anisa yang masih sibuk menulis di buku tulisnya yang ditemani oleh serli dan santi. sementara kakak kelas mereka rizki masi menunggu anisa selesai menulis karena buku ada sama anisa.
"hei uda belum cepat dong gue mau masuk ni...
" sedikit lagi kak tanggung ni. nada jutek anisa.
"atau begini. itu buku bawa kekantor kasi ustaz rayhan setelah ashar. assalamu'alaikum. rizki pun keluar dari kelas.
" waalaikum. u........ benar-benar tu orang ya.. mimpi apa diriku semalam. coba.
gue disuruh menulis dan menjelaskan ya.. baguslah dan syukurnya gue bisa paham dikit.
emang tu orang ya... benar-benar rasanya gue mau jadikan adoanan roti sekaligus tu orang.
"hei istigfar lo... ambil aja hikamnya.
ee tapi sumpah deh lo tuuuu....
dengan dia cucok banget tau gak?
apa lagi pas tadi ya
gantian menjelaskan, habis kamu dia yang menjelaskan.
aduuuuu serasi tau gak? celoteh serli.
" apaan sih serasi dari mana?
dari nenek lo..ketawa anisa.
"awas lo nanti kamu jodoh beneran terus kawin dengan dia. alamaaaaa. gue aminkan deh. cerocos santi
" idih amit-amit gue.... gue tu mmmm sama........ ustaz raihan gumam anisa dalam hati.
"ih dibilangin nyenyel. eee hati-hati ya gak boleh terlalu benci sama orang bisa jadi apa yang kamu tidak suka itu terbaik buat lo....
" ih. uda ah.
"kak anisa. boleh mintol? sapa anak MTS adik kelas anisa.
" iya. kenapa dek.
"kak sebentar boleh isi jam kami. soalnya guru matematikanya gak masuk. ini bukunya. kak ini perintah ustaz ana looo.
__ADS_1
" tapi ini belum. gimana dong? sahut anisa kepada serli dan santi.
"uda sana! "nanti kami bantu selesaikan itu. tapi bukunya kita gak tanggung jawab ya?