
" mas rayhan jalan-jalan ke sungai yuk!airnya dingin lho bahkan
kalau jam begini anak-anak banyak yang mandi-mandi di sana.
karena penasaran rayhan pun mengiyakan ajakan istrinya. sampai di pinggir sungai rayhan takjub melihat air sungai yang mengalir begitu jernih, ia juga melihat anak-anak di sana sedang asyik bermain air.
"kak anisa ayo mandi! ajak anak kecil perempuan yang melihat anisa dan suaminya berada di sana. anisa pun mendekat.
anisa pun mengajak mereka lomba berenang. ia berperan sebagai juri sementara anak-anak di sana sebagai pesertanya. sementara rayhan sudah berada di atas batu besar duduk melihat aksi konyol istrinya celananya ia gulung sedikit sampai di atas mata kaki.
anisa yang melihat suaminya tersenyum ia pun menyiramkan air ke hadapan suaminya dengan menggunakan kedua tangannya karena letaknya sedikit jauh air itu tidak bisa menjangkau suaminya.
anisa pun menghampiri suaminya dan ikut duduk di samping rayhan dan mengambil gambar berdua. "buat kenang-kenangan. ucap anisa. krek
ia juga mengambil gambar anak-anak yang asyik bermain air. " aku ingat waktu aku masih kecil. ucap anisa lagi.
"mungkin rambutmu lebih acakan dari anak itu ucap rayhan menunjukkan dengan anak perempuan yang berdiri dipinggir sungai sedang menggigil kedinginan membayang kan masa kecil anisa. hahahaha tawa suaminya.
" ih mas rayhan.memukul lengan suaminya anisa pun ikut tersenyum. ia sih gumam anisa.
__ADS_1
"betul kan yang aku bilang? dan pasti kamu juga sering ambil jambu batu di sana menunjuk beberapa pohon jambu yang ada tidak jauh dari tepi sungai.
" kenapa kamu senyum-senyum? betul kan ucap rayhan lagi.
setelah puas menikmati pemandangan alam di sana mereka memutuskan kembali ke rumah orang tua anisa.
...***************...
pagi yang begitu sejuk dengan udara yang bersih. di atas daun masih tersisa guyuran air hujan semalam pengantin baru yang dimabuk cinta semalam tampak sudah dengan raut muka yang cerah dan bersinar.
hari ini anisa dan keluarga rayhan sudah bersiap kembali ke kota XXXX. sementara keluarga anisa juga sudah berkumpul dan memberikan oleh-oleh untuk di bawah pulang ke Kota XXXX keluarga rayhan menerima dengan senang hati.
"rayhan bapak titip anak anisa. Β harus tahu, menantuku, bahwa aku akan selalu mencintai dan menyayangi putriku, seumur hidupku. Kendati ia telah menjadi istrimu, selamanya ia tetap anak perempuan tercintaku.
Maka
Kami -bapak dan emaknya-- telah menerima dirimu sebagai menantu kami. Sebagai belahan jiwa dan kekasih hati putri kami. Sebagai anggota dari keluarga besar kami.
Ketahuilah, wahai menantuku, selama putriku hidup bersama kami, bahkan sejak masih dalam kandungan, kami telah mencintainya. Kami telah menjaga, melindungi dan menghargainya.
__ADS_1
dokumen pribadi
Setelah ia lahir hingga dewasa, kami selalu mendampinginya, kami mendidiknya, kami menjaganya, kami selalu menyayanginya dengan sepenuh jiwa.
Seumur hidup, kami tidak pernah menyakitinya. Kami tidak pernah melukainya. Kami tidak pernah menyusahkan nya. Kami tidak pernah menelantarkannya.
Kami asuh ia dengan segenap jiwa raga. Kami rawat dengan sepenuh tanggung jawab dan sepenuh doa. Kami lindungi dari berbagai hal yang bisa mendatangkan mudharat baginya. Kami jaga dirinya dengan sepenuh cinta.
Maka kami tidak rela siapapun menyakiti dirinya. Kami tidak rela siapapun melukainya. Kami tidak rela siapapun membuatnya sengsara
takdir tidak ada yang pernah tahu seandainya jika suatu saat kamu tidak menginginkannya lagi pulangkan lah dirinya kepada kami dengan sebaik-baiknya.
tangis anisa pun kembali pecah. sambil mencium istrinya rayhan pun menjawab.
"bapak dan emak tidak usah khawatir. insya Allah aku akan menjaga anisa sepenuh jiwa raga saya percayalah dan Terimakasih emak mertua, tanpamu aku tak akan bertemu dengan sosok wanita yang kini menemani hari-hariku."
setelah pamit mereka pun berangkat dan meninggalkan desa J........
__ADS_1