
masuk hari pertama ujian semester bagi kelas tiga tingkat MA dan MTS semua sibuk dengan kegiatan ujian mereka. ketegangan, keseriusan bercampur menjadi satu. hingga sampai satu minggu mereka mengikuti ujian semester.
santri lainnya kembali di aktifkan kegiatan belajar mengajar sampai keluar penentuan kapan ujian akhir dilaksanakan.
dzuhur pun tiba seperti biasanya semua santri tanpa terkecuali berangkat menuju Mushola melaksanakan kegiatan shalat berjamaah.
ssttt... ssttt kode santri wan dari jarak jauh. saat melihat santi akan menaiki lantai dua mushola.
"apaan lho. sahut santi.
"santi gimana?
" apa?
"gak pekah banget. melihat santi sudah berlalu.
" dek. kasi ke kak santi ini ya. ucap santri wan juga kls tiga tingkat MA.
sementara anisa dan serli yang melihat adek kecil itu menerima surat tersebut segera ia menghampirinya setelah melihat santri wan telah berlalu
__ADS_1
yang tidak lain namanya tertulis di sampul surat itu DARIKU TAUHID. anisa dan serli pun tersenyum penuh makna.
kegiatan pondok kala itu terus berlanjut di ikuti anisa dengan penuh semangat hingga pengajian sore di rumah habib yusuf berjalan dengan lancar.
sepulang dari pengajian anisa menemukan sebuah kiriman dalam bungkusan begitu rapi dan sebuah baper bag serta beberapa kantong plastik, ia melihat ada begitu banyak makanan. dan 10 kantong plastik lainnya berisi nasi kotak. semua mata santri terbelalak melihat apa yang ada di hadapan mereka.
"dari mana? ucap santi.
" biasa. ucap anisa tampak begitu kegirangan. udah sana bagikan ini ke yang lainnya. ucap anisa kepada santi, serli dan alifa serta atika. anisa duduk di ranjang kayu yang dua tingkat itu dan membaca sebuah surat dari sang sumi.
anisa terlihat bertambah semangat setelah membaca surat dari sang suami. diakhir kalimat dalam surat itu DINDA KU, BIDADARI KU TETAP SEMANGAT AKU YANG MENCINTAIMU, MERINDUKANMU SELALU. I LOVE YOU SOMAC.
" anisa jujur ke kita ini ustaz rayhan kan?
anisa pun kalau itu saling memberi kode ke pada serli. serli pun yang melihat anisa hanya mengangkat kedua bahunya seakan berucap jujur saja.
"anisa maaf sebelumnya aku juga pernah melihatmu turun dari mobil ustaz rayhan beberapa minggu yang lalu. apa sih sebenarnya hubungan mu dengan ustaz rayhan ucap alifa dengan tatapan curiga.
" udah deh anisa jangan main rahasiaan dengan kami. kami adalah teman sekaligus sahabat mu. anisa yang melihat tatapan sahabatnya itu. dengan menarik napas dan akhirnya anisa menceritakan semua dari A sampai Z.
__ADS_1
"what? gila... wow romantisnya. bersamaan ketiga nya. selamat ya anisa kami semua bahagia dan selalu mendoakan mu bahagia selalu. amin. sahut mereka lagi. dan anisa pun juga membongkar siapa serli dan hubungan antara serli dan ustaz rayhan.
" wah parah lo.... Diam-diam lo ya. sahut santi.
"ya maaf. bukan seperti itu. akhirnya serli pun menceritakan semuanya.
merdeka pun saling berpelukan. dan kembali menginterogasi anisa.
" jadi anisa pas malam pertama gimana? penasaran alifa dengan mata berbinar.
"eee mau tahu aja lho. sahut serli
" apaan sih lihat gitu ke gue. ok gue ceritain. mad ray orangnya romantis, perhatian, pengertian.
"oh... senengnya, tadi panggil mas ray? aaaaaah romantis nya anisa...... celoteh alifa lagi sementara yang lainnya tampak serius mendengar cerita anisa.
" gak nyangka ya anisa orang yang kita kagumi terus dia ternyata jodoh kamu itu artinya cintamu tidak bertepuk sebelah tangan.
akhirnya anisa pun menceritakan hubungannya dengan suaminya sampai sekarang bagaimana ia mendapatkan cinta suaminya yang begitu tulus dan bagaimana suaminya memperhatikan nya. serli pun kala itu hanya bergumam dalam hati "jika kalian tahu bahwa anisa itu masi segel gimana reaksi mereka ya? " uh kak rayhan sungguh cintamu ama anisa bukan semata ***** ya tapi betul-betul murni buktinya kamu bisa bertahan sampai sekarang. padahal diluar sana yang jelas bukan suami istri uda dor.... gumam serli lagi. salut dengan sepupunya sendiri.
__ADS_1