
Sore itu aku dikejutkan dengan suara ketukan pintu dari luar, ternyata itu suamiku sudah pulang.
Terlihat suamiku sangat lelah dan capek, aku bergegas ke belakang menuangkan air putih dan menawarkan minuman ke pada suamiku.
" Bang ...diminum dulu biar capeknya hilang" sambil meletakkan gelas air disamping bang man.
" Ya dek makasih ya"
Aku tersenyum sambil duduk disamping bang man, teringat aku dengan nasehat bapakku.
" Kalau suami lagi pulang kerja jangan banyak tanya, jangan marah-marah, gomel- gomel diamin dulu sambil suguhkan air putih atau air teh, karna laki-laki perlu ketenangan seharian capek pulang kerja"
Itu nasehat bapak yang harus aku ingat sekarang.
" Abang ada lapar?.. biar Muly siapin makanan nya,".
" Ngak usah dek, nanti aja, lagian dikebun tadi ada disiapin makan siang, Abang sudah makan disana".
"OOO .... begitu, ngak papa deh!
" Dek nanti malam Abang keluar bentar ya"!
"Kemana bang"?
"Ngak! cuma ngopi-ngopi aja sama si Odin di warung depan itu".
" Tapi pulangnya jangan larut malam ya, soalnya Muly takut sendirian di rumah".
" Iya...Abang ngak lama, cuma sebentar aja, paling-paling dua jam".
Hah....? dua jam ngak lama, ucapku dalam hati.
Malam itu selepas magrib suamiku keluar rumah ngopi-ngopi bersama kawan-kawan nya, aku ditinggal sendirian dirumah dengan pintu di kunci dari luar.
Sepulangnya dari luar aku di bawain makanan mie goreng ditambah lagi pisang goreng yang masih panas tidak lupa juga sebungkus kopi hitam yang membuat nafsu makanku meronta-ronta.
...----------------...
Beberapa bulan kemudian!
Sungguh tidak terasa olehku, hari - hari pernikahan yang aku lewati bersama dengan suamiku telah memasuki tiga bulan.
Selama ini aku sering sendirian di tinggal untuk kerja, di tinggal untuk sekedar ngumpul bareng sama kawan-kawannya.
Pagi itu seperti biasa aku menyiapkan sarapan pagi rutin untuk suami, karna selama ini suamiku cuma pagi hari sarapan dirumah bersama ku, siang dan malam banyak sering sarapan diluar.
"Bang .... bahan dapur sudah habis, mintak uang dong biar Muly belanja di warung dekat sini, sekalian buat beli body lotion".
"Buat apa dek Muly pegang uang"?
"Biar nanti Abang yang beliin semuanya, adek tinggal tulis bon aja".
"Tapi bang..."!
"Udah!udah! ya, perempuan itu ngak boleh keluar rumah tanpa izin suami, nafkah itu suami yang bawa pulang, biar nanti semua Abang yang belanja".
Aku terdiam seribu bahasa, ya...memang selama ini suami ku tidak pernah kasih pegangan uang, apa -apa keperluanku dan keperluan dapur semua bang man yang beliin.
Ya sudahlah......
__ADS_1
Aku menunggu aja nafkah apa yang dibawa pulang suamiku hari ini.
Sambil duduk cantik di teras rumah, tiba-tiba aku melihat banyak sampah dedaunan di pekarangan rumah, dari pada tidak ada kerjaan lebih baik aku bersihin aja.
Bergegas aku mengambil sapu dan menyapu sampah, dan membakarnya.
"Aduh......!
" Kenapa ini..?
" Kepalaku terasa pusing...?
dan.............
"Kak...kak...kak Muly,"!
Terdengar suara seseorang memanggil nama ku.
Pelan - pelan aku membuka mata dan..
"Ya Allah.....bang Odin? ngapain disini? tanyaku kanget tiba - tiba ada bang di samping ku.
"Kak...kak! tenang dulu, tadi aku lihat kakak pingsan di depan rumah, saya panggil bang man ngak ada yang jawab, terus saya mengangkat kak Muly kedalam". jelas bang Odin
"Makasih banyak ya bang Odin"
"Ya .. sama-sama "!.
"Oh ya, sebenarnya tadi apa yang terjadi kak"? tanya bang Odin.
" Entah kenapa tadi tiba-tiba kepala saya pusing sekali".
Kalau aku ke klinik pasti bayar sedangkan aku tidak memengang uang sepeser pun.
" Ngak usah bang Odin , biar saya istirahat aja, bentar lagi udah baikan kok! mungkin kecapean aja.
" Kakak takut ya...dimarahin sama bang man kalau pergi sama Odin"?
"ngak kok"!
"Beneran ! ni kakak sudah baikan".
"Ya udah kalau nolak kebaikan Odin, saya pergi kerja dulu ya, nanti kalau ketemu bang man di kebun saya sampain kalau kakak sakit".
" Ya...makasih "!
Perut ku sudah keroncongan mungkin ini aku tidak makan tadi pagi, tapi di dapur tidak ada makanan. Aku bergegas ke dapur mencari makanan apa yang bisa dimakan untuk mengganjal kan perut.
Aku menemukan tiga potong biskuit Roma di dalam toples, mungkin dengan biskuit ini bisa untuk menahan lapar sementara.
...****************...
Sore hari bang man pulang dengan membawakan semua belanjaan yang aku tulis tadi, tidak lupa pula membelikan dua nasi bungkus.
Dengan buru - buru bang man masuk.
" Dek Muly masih pusing"? tanya suamiku dengan sangat khawatir.
"Sedikit ,,! ini sudah baikan kok"!.
__ADS_1
"Adek makan dulu, tadi Abang beliin nasi bungkus, habis itu kita ke klinik ya".
Aku nurut aja dengan perkataan suamiku, Aku buka bungkusan nasi dengan lauk ayam goreng dan aku makan dengan lahapnya. Seringkali aku makan enak, ayam goreng, ayam geprek, sate.
Memang aku akui kalau suami ku tidak pernah pelit dengan makanan - makanan enak, tanpa di minta pun selalu dibeliin, tapi ada satu yang sangat aku heran, aku tidak pernah di kasih pegangan uang sedikit pun.
"Ya Allah.....apakah seorang istri itu harus minta - minta?
Sore itu aku dan suamiku pergi ke klinik untuk memeriksa diri. Aku sampaikan semua keluhan pada buk bidan, dan aku pun diperiksanya.
" Oh ya buk...saya sakit apa ya"? tanyaku sambil bangun.
ibu bidan cuma tersenyum.
" Ini suami ibu"? tanya buk bidan.
"ya buk"!
" Selamat pak ya, istri bapak lagi hamil" sambil berjabat tangan.
hahh...
Aku kaget dan senang sekali, tapi suamiku biasa - biasa aja, mungkin ini bukan yang pertama kali mendengar perkataan seperti itu, suamiku Khan duda mungkin sudah terbiasa baginya.
Tidak dengan ku hari ini aku bahagia sekali, ingin rasanya berita ini aku sampaikan kepada bapak dan ibu.
...----------------...
Keesokan harinya aku bangun seperti biasa untuk menyiapkan sarapan pagi, tapi pas aku ke dapur semuanya sudah disiapin oleh suamiku.
" Bang...! ini tugas Muly nyiapin sarapan".
" Udah ,..! dek Muly lagi hamil muda ngak boleh banyak kerja dulu ya".Biar Abang aja yang beresin rumah".
Ternyata suamiku perhatian juga ya?
Aku dibuat seperti ratu, ngak boleh banyak gerak, ngak boleh nimba air.
Semua pekerjaan rumah di lakukan oleh bang man sebelum dia pergi bekerja di kebun.
Berita kehamilan ku akhirnya terdengar juga ke adik - adik bang man, tapi bagaimana aku mengabarin kepada bapak dan ibu, soalnya mereka tidak ada ponsel yang dapat di hubungi, cuma nomor ponsel aku yang ku tinggalin sama mereka.
Tampa angin Tampa hujan siang itu aku di kejutkan dengan kedatangan kak Ina dan kak Eli kerumah.
" Wah...selamat ya kak Muly atas kehamilannya" ucap kak Ina.
" Ya makasih kak, oh ya kak Ina kesini apa bang man tau"?.
" Enggak kok, kemaren bang man kasih tau bahwa kak Muly itu lagi hamil, makanya kami berinisiatif untuk datang kemari dan membawakan buah - buahan, pasti kak Muly suka".
" Makasih kak Ina, kak Eli udah susah datang kemari".
Sepertinya Adik bang man sangat baik terhadap ku. sebelum mereka pulang aku di kasih uang dua ratus ribu.
" Kak ...ini ada sedikit uang buat kakak, buat jaga-jaga aja siapa tau nanti kakak perlu, ngak usah kakak kasih tau sama Abang ya"!.
" Kenapa emang nya kak"? tanyaku penasaran dengan perkataan kak Ina, sepertinya ada sesuatu yang mereka sembunyikan dari ku.
Ahhh....entah lah....yang penting sekarang uang ini aku pengang dulu.
__ADS_1
Bersambung...