
" Apa salah ku bang"? ucapku sambil aku bangun dengan memegang pipiku yang kena tamparan tangan bang man.
" Apa salahmu kau bilang..! kau lihat Angga kenapa dia bisa kejang - kejang begini, apa yang telah kamu buat padanya"? ucap bang man dengan suara membentak dan mata nya melotot kepada ku seperti orang kerasukan. Bang man sangat marah sekali, tidak pernah aku melihatnya bang man marah seperti ini, apa ini pertanda bahwa dia sangat sayang pada anak-anak nya?.
" Aku tidak buat apa - apa pada Angga bang! dia tadi mandi hujan".
"Terus...kamu biarin Angga mandi hujan, tidak kamu larang begitu, supaya dia sakit biar ayahnya yang repot". Tegas bang man dengan nada membentak.
" Bang ... Angga sudah biasa mandi hujan".
" Tau apa kamu tentang Angga! dia anakku! aku yang lebih tau tentang dia".
Aku terdiam merunduk, benar yang di katakan bang man Angga bukan anakku, aku kenal dia cuma beberapa minggu ini aja, lebih baik aku mengalah.
Melihat aku menangis Nayla mendekati aku dan memeluk tubuhku sambil berbisik.
" Bunda.. maafin Nayla ya, sebenarnya Angga ada riwayat penyakit step". jelas Nayla.
" Ya Nayla, bunda baik - baik saja kok, tapi kalau seandainya Nayla tadi bilang Angga ada riwayat step, mungkin bunda tidak biarin Angga mandi hujan, ya udah kamu tidak salah".
" Nayla..sini bantu ayah bentar kita bawa Angga ke puskesmas", ucap bang man sambil menggendong Angga menuju keluar.
" Bunda ikut ya" ucapku kepada bang man sambil mengikuti dari belakang.
" Tidak perlu". jawab bang man singkat.
Sontak aku berhenti mendengar jawaban bang man. aku tidak habis pikir dengan sikap bang man hari ini, dia begitu tega kepada ku di depan anaknya menampar dan mendorong aku hingga aku terjatuh, apa aku harus sabar? mungkin benar kata bang man aku yang salah, seharusnya aku tidak membiarkan Angga mandi hujan.
__ADS_1
Aku cuma bisa melihat Angga yang di bonceng Nayla di belakang Angga naik motor pergi ke puskesmas terdekat.
Tiga puluh menit sudah berlalu, aku sangat cemas memikirkan bagaimana Angga, apa demamnya sudah turun?.
Aku menggendong Amira keluar kamar, baru saja aku membuka kan pintu depan tiba - tiba bang man pulang.
"Bang .. bagaimana Angga apa demamnya sudah turun"? tanyaku dengan rada sangat cemas.
Bang man tidak menjawab, dia sibuk menggendong Angga masuk ke kamar dan membaringkan Angga di atas kasur, aku yang ikut masuk cuma bisa melihat saja.
"Bunda tidak usah khawatir ya, Angga sudah di kasih obat sama buk dokter tadi di puskesmas, demamnya sudah turun", jelas Nayla yang dari tadi melihat tidak ada jawaban dari ayahnya.
Aku baru merasa lega mendengar Jawaban dari Nayla. Malam ini Angga di temani sama ayahnya, berarti ini bang man tidak keluar rumah, aku, Nayla dan Amira tidur bersama.
...****************...
" Bunda ... Angga sudah minum obat, kata buk dokter Angga tidak boleh dulu mandi hujan, nanti Angga sakit lagi", ucap Angga dengan nada yang sangat gembira.
Aku cuma mengangguk saja, mengingat kejadian tadi malam aku masih kesel sama bang man dan berpengaruh juga terhadap anak nya Angga, percuma selama ini aku baik - baik sama anaknya, balasan nya sangat menyakitkan hati ini.
Setelah bang man berangkat kerja, aku membereskan pekerjaan rumah ku, Amira bersama Nayla dan Angga di ruang tengah.
Haaaahhh ....aku menghela nafas panjang.
" Akhirnya siap juga cucian ku, sekarang tinggal aku jemur pakaian dan masak siang", ucapku dalam hati.
" Nayla...bunda kedepan jemur pakaian dulu ya!".
__ADS_1
"Nayla bantuin..? tanya Nayla
" Tidak usah bunda aja, Nayla sama dedek Amira aja ya" jawab ku sambil membawakan satu ember kain cucian untuk di jemur.
Baru saja aku siap menjemur pakaian, tiba-tiba ada kereta motor datang kerumah dan berdiri di depan ku, dua gadis dari motor tersebut turun dan bersalam dengan ku, aku merasa bingung.
" Buk...mau tanya, apa ini betul rumah nya bapak Usman"? tanya salah seorang gadis itu.
" Iya betul" jawab ku dengan terheran - heran.
" Bapak ada di rumah"?.
" Bapak nya lagi kerja, oh ya kalau boleh tahu adek ini ada perlu apa ya sama bapak usman"?.
" Kami mau mengantarkan undangan", jawab gadis itu
Undangan??? aku penasaran sangat.
" Adek ini siapa nya bapak Usman"? tanyaku yang semakin penasaran
" Kami ini......
Bersambung...
mohon dukungannya dari kawan - kawan yang masih setia dengan diary Kehidupanku.
"
__ADS_1