Diary Kehidupanku

Diary Kehidupanku
17. Kemana Kamu Bang?


__ADS_3

Hari mulai gelap perasaan ku sangat cemas memikirkan suamiku belum pulang dari tadi sore, biar pun sempat minta izin pulang malam tapi hatiku tetap tidak karuan.


Dari pada aku gelisah ada baiknya aku coba menghubungi hp nya terlebih dulu, Ya ampun hp bang man tidak bisa dihubungi, aku coba sekali lagi masih sama hp nya di luar jangkauan, tidak seperti biasa hp bang man tidak aktif.


" Ya udah lebih baik aku shalat insya dulu, nanti aku coba menghubungi nya lagi" gumam ku dalam hati.


Setelah aku selesai shalat insya aku coba tenangkan hatiku dengan membaca Alquran dan berdoa supaya tidak terjadi apa-apa dengan suamiku.


Terdengar suara gemuruh petir diluar sepertinya malam ini akan turun hujan, aku coba bangun dan keluar dari kamar mengintip ke arah luar rumah melalui celah gorden jendela, terlihat diluar sudah mulai turun hujan suaranya sangat lebat sekali.


" Ya Allah....kenapa suami ku belum juga pulang, kemana kamu pergi kok tega kamu ninggalin istri seorang diri yang lagi hamil ini?" ucapku dalam hati.


Tiba-tiba....lampu padam


seluruh ruangan gelap aku meraba-raba dinding sambil mencari hp dan menghidupkan lampu senter, tidak ada stok lilin dirumah.


Malam semakin mencekam aku duduk sendiri di atas rancang ditemani lampu senter yang menyala dari hp ku, dengan perasaan takut aku mencoba memejamkan mata berharap waktu aku buka mata nanti malam sudah berganti pagi.


Sulit rasanya untuk memejamkan mata ini tapi aku harus bisa hingga akhirnya aku tertidur lelap.


...----------------...


Sayup-sayup aku mendengar suara adzan berkumandang, pelan - pelan aku buka mata ternyata listrik sudah menyala lagi, aku bangun dan melihat jam sudah menunjukkan waktu nya subuh.


"Ternyata bang man benar - benar tidak pulang semalaman kemana aja kamu bang, jangan bilang kamu pergi untuk perempuan lain, aku ini lagi mengandung darah daging mu". suara perasaan hatiku yang sangat jauh berkelana.


Pagi ini aku berencana menunggu Odin berangkat kerja siapa tahu ada informasi tentang suamiku, sambil menunggu kereta motor Odin lewat di depan rumah, aku menyapu pekarangan yang banyak dengan dedaunan kering, setiap kereta motor lewat selalu aku melirik hingga akhirnya Odin pun lewat.


Tampa aku suruh berhenti dia pun berhenti sendiri.


" Kak, bang man sudah pulang"? tanya Odin.


" Belum! kamu tahu ngak kemana bang man pergi? soal nya tadi malam tidak pulang hp nya pun tidak bisa dihubungi tidak biasanya bang man begini".


" Kemaren sore habis di kebun bang man buru - buru pulang katanya ada urusan, bearti bang man tidak pulang ke rumah kak? ini pasti penyakit lama sudah kambuh lagi". ucap si Odin keceplosan.

__ADS_1


" Penyakit lama? apa maksudmu Odin? apa kamu tahu sesuatu tolong kasih tahu aku rahasia apa yang bang man sembunyikan selama ini". ucapku berharap agar si Odin mau menceritakan semua tentang bang man.


" OOO .. maksud Odin i..itu kak, hp nya sering dimatikan, ya kalau bang man pergi ada urusan penting hp nya sering dimatikan dia tidak ingin ada orang yang menggangu nya".


" Orang ganggu ? tapi ini istrinya Kamu ngak bohongin kakak khan Odin".


" Ngak kak, kalau Odin tahu sesuatu pasti Odin cerita pada kakak".


Tapi hati kecilku belum percaya dengan jawaban Odin, hatiku menyatakan bahwa suamiku ada main di belakangku, tapi ini belum ada buktinya.


...****************...


Keesokan harinya aku berniat untuk puasa sunah hari kamis, ini aku lakukan karna semua bahan dapur sudah habis, kalau seandainya hari ini suamiku tidak pulang aku terpaksa harus buka puasa pakai air putih saja, aku harus kuat, aku harus sabar, semuanya pasti akan baik - baik saja.


Hari ini aku menghabiskan waktu di tempat tidur saja, tubuhku lemas mungkin ini karena aku puasa dengan perut kosong.


Menjelang sore terdengar suara kereta motor yang tidak asing lagi memasuki pekarangan rumah, seperti nya itu bang man sudah pulang, bukannya aku bangun menyambut ke kepulangan suami tapi lebih memilih untuk berpura-pura tidur.


" Assalamualaikum...dek..dek!". suara bang man memberi salam sambil mengetuk pintu.


" Waalaikum salam " jawab ku dalam hati.


" Dek...dek..buka pintu". teriak bang man dari luar.


Tok..tok..krettt.


" ternyata dek Muly ngak kunci pintu" gumam bang man.


Bang man masuk kedalam rumah sambil membawa barang belanjaannya.


Krettt....suara pintu kamar terbuka, bang man berdiri di depan pintu, melihat aku tertidur bang man menutup pintu kembali dan pergi ke dapur.


Sungguh kamu tidak romantis bang, aku berharap kamu masuk dan menanyakan bagaimana keadaan ku yang telah kamu tinggal kan dua hari ini.


Semerbak aroma harum ikan goreng di dapur membuat aku lapar, seperti nya bang man lagi masak, tapi aku harus nunggu satu jam lagi buka puasa.

__ADS_1


" Dek....dek... bangun, Abang sudah masak, yuk kita makan".


ajak bang man tampa merasa bersalah sedikit pun.


Aku membalikkan badan ku dan melihat suamiku tersenyum kepada ku, benar kan kata ku senyuman tidak berdosa.


" Abang kemana aja dua hari ini ngak pulang?, Muly takut bang, apa abang sudah lupa di rumah ada istri yang lagi hamil 🤰 yang nungguin suaminya pulang tampa memberi kabar dan sulit untuk di hubungi"? tanyaku sambil air mata ku tak terbendung lagi dan jatuh mengalir di pipi ku.


Suamiku terdiam melihat omelan ku sambil terisak-isak.


" Udah...udah ya, sekarang Abang sudah pulang jadi tak perlu lagi di tangisi, sekarang kita makan abang sudah masak ". ucap bang man sambil menarik tanganku.


" Bang ..aku puasa Sunnah hari ini".


" Adek lagi hamil, apa adek sanggup puasa, tapi ini sebentar lagi udah magrib sih, ya udah nanti abang makan bareng adek buka puasa, sekarang abang mandi dulu".


Tidak ada jawaban apa pun yang keluar dari mulut suamiku, yang ada dia menyadarkan ku untuk tidak menangis dikala dia pergi, apakah ini hal yang wajar bagi suami ku?.


" Banyak sekali ikan ini dari mana bang"?


" Dek Ina lagi panen ikan".


" Oo bearti kak Ina lagi panen? pantesan ikan nya masih segar - segar".


Setelah makan aku dan suamiku langsung shalat Maghrib berjamaah, sangat jarang sekali kami shalat berjamaah.


" Bang maafin Muly yang tadinya marah - marah pada abang". ucapku memancing bang man berharap dia juga bisa melakukan hal yang sama.


" ya ngak papa,...Abang udah maafin kok"!


"Hah.....! cuma gitu doang? benar - benar ini suami tidak peka dengan situasi" ucapku dalam hati


" Malam ini abang ngak keluar "?


" ngak dek...abang capek sekali mau tidur cepat malam ini".

__ADS_1


" Ya udah adek pijitin ya"!


Aku bahagia sekali melihat suamiku ngak keluar malam, berarti malam ini suamiku seutuhnya bersamaku.


__ADS_2