
Mendengar suara ibu-ibu di luar, aku berniat untuk melihat nya, belum sempat aku keluar, tiba-tiba ibu itu sudah berdiri di depan pintu.
" Oo, ini rupanya istri muda Usman ya?, kenapa Usman tergila-gila pada mu, sampai-sampai dia tega meninggalkan anak dan cucu saya, jangan-jangan kamu ini punya ilmu pelet ya!" ucap ibu itu dengan amarahnya.
Aku bingung, tanpa salam ibu ini datang tiba-tiba dan marah-marah pada ku, apa yang sebenarnya sudah ku lakukan sehingga ibu ini begitu marah padaku.
" Ibu ini siapa?, saya belum kenal ibu, apa ibu kenal dengan saya?, mari ibu masuk dulu, kita bicarakan di dalam saja, tidak enak di lihat tetangga ibu marah-marah di pintu, mari,silahkan masuk bu!" ujar ku mempersilahkan ibu setengah baya itu masuk.
" Tidak perlu basi-basi, ibu kesini cuma mau jemput Nayla dan Angga."
Mendengar nama Nayla dan Angga di sebutkan , mereka pun keluar dari dalam kamar yang sudah bersiap-siap untuk pulang.
" Nenek....,nenek sudah sampai..!" ucap Angga yang kegirangan melihat neneknya datang.
" Nek, ibu sudah pulang?" tanya Nayla.
" Sudah!.'
" Berarti ibu sudah sehat dong!." ujar Angga dengan kegirangan.
Neneknya Angga cuma mengangguk dan tersenyum melihat cucunya yang begitu girang.
" Buk, masuk dulu, sudah lama ibuk datang" ucap bang man sekedar basa-basi.
" Ngak perlu, ibu cuma sebentar saja, cuma ibu ngak habis pikir saja, kau tega ninggalin anak ku demi wanita ini!, apa kamu tidak takut dosa menelantarkan anak-anak mu yang tidak kau nafkahi ?, berapa banyak anak dan istri yang kau tinggalin?."
Bang man cuma bisa diam dan tertunduk, dia tidak ingin jawab apa-apa.
" Apa maksud ibu banyak istri" tanya ku penasaran.
" Oo...,kamu belum tahu ya?, suami mu ini tukang kawin!, nih ya ibu kasih tahu, Usman ini bukan anak saya saja istri nya, si Fitri itu mama Nayla dia istri keempat, dia meninggalkan anak saya karna sakit, itu alasannya, benar kan Usman?" jelas neneknya Nayla yang membentak bang man, tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut bang man.
" Heh, kamu sebagai wanita perebut ayah Nayla dan Angga, nanti kamu akan merasakan juga balasannya, kamu ingat itu!" tegas neneknya Nayla.
" Tolong buk, jangan bilang saya itu merebut ayah Nayla !, saya tidak mungkin kawin kalau bang man itu masih beristri, yang saya tahu bang man duda buk, dia sudah bercerai" jelas ku sambil aku menangis.
" Bang, bang...apa betul yang di katakan ibu ini?, coba abang jelaskan pada ku" ucapku dengan tangan menggoyang-goyang tubuh bang man.
Bang man menatap ku, tapi mulut nya masih terdiam.
" Alaah...baru sekarang kamu menangis ya, maka nya kamu jangan tertipu dengan rayuan nya" ngoceh ibu itu lagi yang melihat ku menangis sambil memegang tangan bang man.
" Ayo!,Nayla, Angga kita pulang, ibu mu sudah menunggu di rumah."
__ADS_1
Melihat aku masih menangis, Nayla dan Angga menghampiri ku.
" Bunda, Nayla dan Angga pamitan dulu ya!, bunda jangan menangis lagi."
Aku mengangguk dan memeluk mereka berdua.
" Maafin bunda, kalau bunda punya salah sama kalian."
" Bunda nggak salah kok, kami yang salah sudah membuat bunda menangis."
" Udah, udah...yok Nayla, Angga kita pulang, heh! kamu tunggu apa lagi? tolong anterin kami pulang" pinta neneknya Nayla.
Melihat neneknya keluar, Nayla dan Angga menyusul dari belakang.
" Bang !, kamu harus jelasin pada adek lagi, sebenarnya abang ini punya berapa istri sih?" tegas ku.
" Apa kamu tidak dengar tadi, apa yang di bilang sama nenek Nayla?."
" Aku mau dengar langsung dari mulut kamu bang!" ucapku dengan sangat kasar.
" Hei, Usman..!, tunggu apalagi?" teriak nenek Nayla.
" Aku harus pergi."
" Kamu jangan pergi dulu bang....!" teriak ku sambil memegang tangannya.
" Tega.., tega kamu bang selama ini kau bohongi aku dengan status duda mu, ternyata kamu bukan ibunya Rahma dan Nayla saja yang kau kawinkan, masih ada lagi istri-istri mu yang lain, jadi aku ini istri yang ke berapa?..hisk..hisk" gumam ku sambil menangis ðŸ˜ðŸ˜.
Rasa-rasanya aku nggak sanggup lagi disini, terlintas di benakku untuk pergi dari rumah, tapi kemana?.
Ya aku harus pulang kerumah ibu, aku bangun dari duduk ku dan masuk ke kamar membuka lemari baju dan memasukinya ke dalam tas, tidak lupa juga dengan beberapa pakaian Amira.
"Aku pergi naik apa ya? dari sini tidak ada ojek, ngak papa yang penting aku jalan dulu, siapa tahu nanti ada mobil barang yang lewat bisa aku tumpangi bentar" batin ku berkata.
Semua keperluan sudah aku masuki ke dalam tas, termasuk uang yang pernah kak Ina kasih buat Amira aku masuki ke dalam tas.
Aku menggendong Amira dan keluar dari rumah, setelah pintu aku kunci dari luar, aku letakkan anak kuncinya di tempat biasa, si bawah pot bunga.
Hari mulai siang, aku terus berjalan dari tadi tidak ada satu pun mobil barang yang lewat, aku khawatir Amira sudah merasa kepanasan.
Tiba-tiba, ada mobil angkutan kelapa sawit dari belakang, aku memberhentikan mobil itu.
" Bang, numpang bentar boleh?" tanyaku kepada bang sopir.
__ADS_1
" Adek ini mau kemana siang-siang begini, bawa anak lagi" sopir itu balik bertanya.
Aku tidak menjawab pertanyaan sopir itu.
" Boleh apa tidak bang?, cuma sampai jalan aja kok!, tolonglah bang?."
" Ya udah naik." jawab sopir itu.
" Makasih ya bang."
Tidak peduli lagi aku naik ke dalam mobil itu, dan duduk di samping sopir pengangkut kelapa sawit.
" Pertanyaan saya tadi belum di jawab, adek ini mau kemana?" tanya sopir itu lagi.
" Mau ketempat saudara bang!"
" Oo, ketempat saudara?."
" Emang suami adek ini pada kemana."
" Kerja bang!
" Ini anak pertama ya?."
" Aduhhh!! banyak kali pertanyaan abang sopir ini, sebenarnya aku sangat malas menjawabnya" ucapku dalam hati.
Tapi yang namanya penumpang ya begitulah lah, dari pada nanti di turunin di pinggir jalan.
Rasanya sangat lama sampai nya, karena laju mobilnya pun sangat pelan-pelan. Aku sudah mulai risih apalagi Amira sudah bangun dari tidurnya dan minta disusui.
" Kenapa" tanya sopir
" Nggak ada papa bang."
" Udah sampai nih, apa mau turun disini"
" Ya, bang! aku turun di sini saja."
" Nggak sekalian Abang anterin ke rumah saudaranya?."
" Nggak usah bang, makasih banyak!" jawab ku sambil menutup pintu mobil.
Aku sempat bingung, apa benar yang ku lakukan ini?.
__ADS_1
" Apa aku kerumah kak Ina dulu ya?, dari sini kan tidak jauh lagi rumah kak Ina, ya ..aku kesana dulu deh" gumam ku.
Terima kasih atas segala dukungannya dari teman-teman, jangan lupa like dan komen nya juga.