
Dua bulan sudah berlalu, semenjak aku kembali dari orang tuaku, rumah tanggaku sudah baik-baik saja, apalagi semenjak suamiku tahu aku mengandung anak kedua.
Tetapi kebiasaan suamiku keluar malam tidak bisa aku hentikan, perubahan sikapnya semakin dingin ,kali ini semua pekerjaan rumah aku sendiri yang melakukan, dua bulan ini suamiku tidak peduli dengan kerepotan aku di rumah.
Pergi pagi mencari nafkah, pulang sore bawa nafkah, perhatian buat anaknya dan istrinya sedikit- sedikit sudah mulai pudar tidak seperti dulu lagi.
Aku harus tabah dan sabar menerimanya, kali ini aku tidak peduli lagi dengan sikap suamiku, yang terpenting bagiku sekarang adalah tidak kelaparan dan tidak diselingkuhi lagi.
" Ayah Mira, tolong isikan pulsa buat bunda ya" ucapku dengan sedikit belum terbiasa dengan panggilan demikian itu.
" Buat apa pulsa?, mau telpon siapa bunda?" tanya suamiku.
" Beberapa minggu lalu, sering ada panggilan masuk nggak tahu itu nomor siapa?, hp nya pun nggak di speaker takut kalau Amira lagi tidur ada panggilan masuk, Amira nya kebangun!" jelasku.
" Ya, yah Mira ya, jangan lupa di isi pulsanya nanti" pinta ku.
" Ya, kita lihat nanti " jawab suamiku dengan berlalu pergi.
" Pintunya jangan lupa di kunci, mungkin aku telat pulangnya " ujar yah Mira dari luar.
Memang itu sudah jadi kebiasaan mu bang! gumam ku dalam hati.
Beranjak aku bangun menguncikan pintu dan memeriksa semua jendela.
Malam itu aku berharap pulsanya masuk ke hp, tapi sudah berjam-jam aku menunggu tak kunjung tiba juga hingga akhirnya aku tertidur. Menjelang subuh aku di kejutkan dengan suara ketukan pintu.
Tok...tok..tok...suara ketukan pintu dari luar.
Aku bangun dan melihat kearah jam dinding, ternyata sudah menunjukkan pukul lima pagi.
Aku raih kunci dan membukanya, belum sempat aku bukakan pintu sudah terlebih dulu pintunya didorong dari luar.
Brukkk!!!...
" Kenapa lama sekali pintu dibuka?, sudah dari tadi di ketuk-ketuk!" ucap bang man dengan kesal sekali.
Aku diam saja tidak menjawab, membiarkan suamiku ngomel-ngomel. Setelah shalat subuh aku melihat bang man tidur lagi. Mumpung Amira masih nyenyak tidurnya, aku kedapur beresin semua yang kotor sampai menyiapkan sarapan pagi.
" Amira sudah bangun...!" teriak bang man.
Mendengar teriakkan bang man dari kamar, aku bergegas mengambil Amira dan membawanya ke dapur, setelah aku kasih makan Amira lalu aku bawa Amira ke sumur dan membiarkan Amira main air sampai aku selesai mencuci pakaian.
Aku tidak berharap pada bang man, aku harus bisa mandiri, selagi aku masih sanggup mengerjakan semua ini pasti aku lakukan, perutku mulai membesar sesekali timbul rasa nyeri di pinggang ku tapi aku tidak boleh mengeluh.
__ADS_1
" Sudah siap?, mau mandi nih!" ucap ayah Mira mengejutkan aku yang tiba-tiba muncul di pintu.
" oh, ya ! sudah yah, tinggal jemur aja" jawabku sambil menggendong Amira dan keluar .
" Udah... tinggalin aja di situ, nanti biar ayah saja yang jemurin pakaiannya!" ucap suamiku.
aduh baik banget ayah Mira hari ini!, biasanya disuruh jemurin pakaian pas Amira tidur! gumam ku.
" Emang, ayah nggak pergi kerja hari ini?."
" Nggak, mau keluar bentar."
"OOO...." aku cuma bisa mengangguk saja.
Sikap nya semakin dingin, sulit untuk di tebak.
" Coba bunda cek apa pulsanya sudah masuk" ujar ayah Mira yang masuk dari sumur.
Aku mengambil hp ku dan mengecek pulsa, ternyata pulsanya baru beberapa menit yang lalu masuk dengan dominan 10 ribu rupiah.
" Pulsanya sudah masuk" jawab ku.
" Lhoh!, yah Mira mau kemana?, rapi banget.."
" Iya, ya bunda cuma bercanda kok, bunda cuma mau bilang popok sama susu Amira sudah habis."
" Kemaren baru dibeli sudah habis, sudah ayah bilang kan!, bunda hemat- hemat sedikit."
" Ya Allah, bagaimana bila bunda bisa hemat, Amira minum susunya banyak sekali, popoknya pun harus sering di ganti cepat penuhnya" jelasku dengan kesel.
" Alahhh...bunda akal-akalin kan bisa, sekali-kali di kasih air gula, susu itu mahal, tambah lagi popoknya, bunda harus ngerti bentar lagi sudah ada baby lagi, kebutuhan tambah banyak lagi." cetus suamiku.
Mulai deh!.....,lebih baik aku diam saja dari pada tambah runyam nanti timbul masalah lagi.
Setelah ayah Mira pergi, aku menidurkan Amira terlebih dulu, hingga pada akhirnya Amira tidur.
Aku sangat penasaran dengan nomor panggilan yang sering masuk itu, sebelum aku menelponnya terlebih dulu aku membeli paket nelpon.
Titttt...titttt....
📱"Hallo, assalamualaikum"
📱"Waalaikum salam!"
__ADS_1
Ternyata nomornya masih aktif dan cepat responnya.
📱" Ini siapa ya?, soalnya nomor baru masuk tidak ada namanya"
📱" Ini Sarah kak, dengan nomor hp suami Sarah nelpon"
📱" Ya Allah, Sarah...itu kamu yang nelpon?, ada apa Sarah, kok panggilan nya banyak sekali?"
📱" Iya, kakak kemana aja sih, Sarah berulangkali nelpon kakak, tapi tidak pernah kakak angkat."
📱" Bukan begitu Sarah, hp kakak gak pernah di speaker takut nanti pas suara nelpon Amira nya lagi tidur, takut terjaga, kamu tau sendiri kan disini kakak sendiri, apa-apa dilakuin kadang harus nunggu Amira nya tidur dulu, ini aja kakak nelponan Amira baru saja tidur."
📱" Kakak tahu ngak?, bapak itu sekarang lagi sakit, stroke!"
📱" Hah...!,ya Allah, kakak nggak tahu Sarah, kapan bapak sakit?"
Aku sangat kanget mendengar bapak jatuh sakit.
📱" Ini semua, gara-gara kakak!"
📱"Kok, kakak yang di salahkan Sarah?"
📱"Iya, salah kakak, karna masalah rumah tangga kakak yang kak Muly cerita kan pada bapak, membuat bapak kepikiran dan ingin sekali pergi ke tempat kakak, tapi ibu selalu melarang nya, bapak marah-marah dan pergi lalu terjatuh dari kereta, sekarang bapak store di rumah, kakak harus tanggung jawab kasian ibu kak,harus mengurus bapak di rumah, siapa yang cari uang kak?, adik-adik kita masih banyak!'
Sarah menangis ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Aku pun menangis, hiks..hisk!
📱"Sarah... maafin kakak ya, kak Muly tidak bermaksud membuat bapak jatuh sakit, tapi kakak nggak tahu lagi kemana harus kakak curhat?, kakak janji ya, nanti kalau bang man sudah pulang, kakak akan minta izin jenguk bapak ya, kalau diizinkan sekalian kakak lahiran di sana ya"
📱"Emang, sudah berapa usia kehamilan kakak sekarang?"
📱" Sudah jalan tujuh bulan!"
📱" Ya, tapi kakak janji ya"
📱" Ya, nanti kakak kabarin lagi ya, sudah dulu ya, assalamualaikum..!"
Setelah aku tahu bapak itu sakit, aku sangat khawatir, ingin sekali aku cepat-cepat pulang melihat kondisi bapak, tapi kali ini aku tidak boleh semena-mena pergi dari rumah, harus minta izin suami dulu.
Mudah-mudahan aku dikasih izin.
Terima kasih atas segala dukungannya dari teman-teman yang masih setia mengikuti Diary Kehidupanku.
__ADS_1