Diary Kehidupanku

Diary Kehidupanku
35. Kemunculan Santi


__ADS_3

Hari sudah mulai magrib, bang man yang membawa Amira pun belum pulang, membuat cemas hati ku memikirkan Amira, sungguh selama Amira lahir belum pernah dia jauh-jauh dari ku, apalagi ini sudah malam.


Aku coba menghubungi bang man tapi sia-sia saja, hpnya tidak pernah diangkat mungkin ini di sengaja biar aku tidak bisa pergi Tampa Amira.


Ya.. sudahlah! lebih baik aku mengalah saja dari pada harus dijauhkan dari anak ku.


Tiba-tiba.....


Dari luar terdengar suara kereta motor, cepat-cepat aku membukakan pintu, apa yang aku lihat?, ternyata itu beneran bang man, tapi kali ini dia bersama perempuan yang menggendong anak kecil yang lagi tidur.


" Amira....,! ya Allah nak ,bunda kangen sama Amira" ucapku sambil melepaskan gendongan pada perempuan itu, perempuan itu membiarkan aku menggendong Amira.


" Maaf kak, Amira nya tertidur pulas, mungkin dia kecapean main tadi" jelas perempuan itu.


" Kamu ini siapa?" tanyaku kepada perempuan itu dengan nada tidak senang.


" A..aku..!"


Bang man yang mendengar pertanyaan ku langsung menjawabnya.

__ADS_1


" Dia anak kak Minah, namanya Santi" jawab bang man.


" Iya kak, saya Santi anak kak Minah pemilik warung di simpang empat itu" jawab santi lagi membenarkan jawaban bang man.


" Kakak lagi hamil anak kedua ya?, sini kak biar saya bantu bawa Amira ke dalamnya ke dalam" ucap Santi menawarkan bantuan dirinya.


" Nggak usah, saya tidak butuh bantuan mu, saya masih sanggup" tegas ku.


" Bagus-bagus santi minta bantuin, malah bunda tolak, yuk Santi biar saya anterin kamu pulang dulu" ucap bang man yang menarik tangan Santi dan menggandengnya naik motor.


Santi nurut aja dengan ajakan bang man, hatiku rasanya sakit melihat keakraban mereka.


Pantas saja selama ini suamiku sangat betah ngopi di warung kak Minah, ternyata ada sekuntum mawar merah penyemangat hati laki-laki.


Selepas bang man mengantarkan Santi pulang, aku masuk ke dalam dan mengunci pintu dari dalam.


...----------------...


Pagi hari....

__ADS_1


Aku melihat bang man tidur di sebelahku, bearti tadi malam bang man pulang tidak membangunkan ku, biasa selalu membangunkan ku untuk makan mie goreng kak Minah, tapi setelah kejadian itu jarang sekali bang man membawakan ku mei goreng dan kopi hitam.


" Bunda nggak jadi pergi kan?" tanya bang man yang mengejutkan ku tiba-tiba nongol di kamar mandi.


Aku yang sedang nyuci piring hanya diam saja, dan pura-pura tidak mendengarkan.


Blak....! suara pukulan pintu.


" Jawab..! abang nanya?" bentak bang man membuat aku terkejut.


" Nggak!"


" Nah, gitu dong bunda jawab!"


Bang man sudah berani membentak-bentak ku.


Sekarang sifat asli bang man sedikit-sedikit mulai nampak, baru aku menyadarinya di kehamilan ku yang kedua ini, tidak ada lagi kasih sayang dan perhatian penuh dari bang man suamiku. Apa mungkin bang man sudah ada adik sayang yang lain?, tapi hati kecilku berprasangka bahwa bang man dan Santi ada apa-apanya, aku perhatikan tadi malam, tatapan bang man terhadap Santi sangat lain, sepertinya ada main di belakangku.


Tapi aku tidak boleh prasangka dulu karna belum ada bukti yang kuat.

__ADS_1


Aku akan mencari bukti terlebih dahulu.


Salam buat teman-teman yang telah memberi dukungan, terimakasih banyak, dan jangan lupa like dan komen.


__ADS_2