Diary Kehidupanku

Diary Kehidupanku
06. Ikut Suami


__ADS_3

Pagi itu seperti biasa, aku bangun menyiapkan makan pagi, semua adik-adikku sibuk, ada yang membantu menyiapkan sarapan, ada yang membantu beresin adik-adikku yang masih sekolah, menyapu dihalaman depan dan belakang.


Aku membuka pintu kamar sambil mengintip kedalam, ternyata bang man belum bangun juga pas habis shalat subuh tadi, bang man tertidur lagi.


Apa aku bangunin aja ya"? dalam hatiku, tapi ngak tega rasanya soalnya tadi malam bang man pulang nya larut malam, pasti merasa lelah dan ngantuk.


" Muly....yuk kita sarapan" ajak ibu.


Keluargaku sangat sederhana apa pun menu sarapannya yang penting makannya tetap bersama-sama.


" Bu...Muly nanti aja sarapan ya" ibu duluan aja, biar nanti aku sama bang man aja" jawabku dengan sangat hati-hati supaya ibu tidak tersinggung.


"Oo.. begitu,! ya udah gak papa" jawab ibu.


Sehabis sarapan ibu dan bapak seperti biasa, bapak mengantarkan ibu ke perumahan tempat ibu bekerja.


Kali ini ibu tidak sendirian ditemani oleh Sarah yang meminta ikut bantu ibu dengan alasan biar ibu cepat siap dan cepat boleh pulang.


Tapi aku tidak bisa dibohongi, aku tau Sarah pasti menghindar dari bang man soal tadi malam.


Sehabis mengantar ibu bapak Langsung ngojek mengantarkan penumpang langganannya.


Jam sudah menunjuki pukul 08:00 pagi.


Aku mengecek suamiku kekamar sambil membawa hidangan makanan.


"Bang ...bang...bangun! sambil menggoyang-goyangkan pundak bang man.


"Kita sarapan dulu ya bang"!


Bang man pun beranjak bangun dan duduk di pinggir ranjang sambil tangan nya membuka tudung saji makanan yang aku siapkan tadi.


Bang man menatap sarapan itu sepertinya ngak suka dengan menu telur dadar sambal dan nasi putih.


Menu sarapan yang demikian itu dalam keluarga aku adalah menu yang sangat istimewa.


"Bang ..kenapa "? Abang ngak mau makan ya "? tanyaku penasaran.


"Ngak ,,,Abang cuma belum lapar".


" Kenapa ? Abang ngak suka menu nya ya"?


" Maafkan adek ya bang, adek cuma itu yang bisa adek hidangkan buat Abang".


" Ngak papa Abang belum lapar" jawab bang man sambil meraih rokok dan menghisapnya.


" Ya udah nanti Abang makan ya.! Muly tinggal dulu ya.


Aku keluar kamar dan mengutip semua baju kotor adikku dan orang tuaku untuk direndam di sumur, dengan kedua tanganku ini semua pakaian siap aku cuci selama dua jam.

__ADS_1


Setelah semua pakaian aku jemur, aku bergegas kedapur untuk siapin makan siang.


"Ya Allah...! aku masak apa siang ini ya,?


Didapur bahan masaknya pun sudah habis, bapak belum pulang.


aku bergegas masuk kamar untuk mengecek apa bang man sudah makan tadi, pas aku buka pintu bang man pun keluar.


"Abang mau kemana"? tanyaku karna melihat bang man rapi sekali.


"Dek ,..Abang balik ya!..


"Kenapa bang buru-buru sekali besok-besok kan bisa,!


" Tadi di Odin nelpon katanya ada kerjaan di perkebunan sawit, kemaren Abang suruh si Odin untuk cari kerjaan tetap buat Abang".


"Jadi Abang harus kesana dulu ya, ".


"Oh ya dek kalau nanti cocok Abang kerja disana adek mau ikut Khan"?


deg ..deg...deg..jantung ku berdetak mendengar permintaan bang man.


"Tapi...bang!.


" Odin bilang ada rumah pemilik kebun sawit yang kosong disana, nanti Abang sekalian mau ngecek rumah itu, kalau cocok nanti Abang hubungi adek ya, kita tinggal disana".


Sekarang apa yang aku takuti akan terjadi, jauh dari orang tua dan tinggal berdua bersama suami.


" Abang nunggu ojek lain aja".


...----------------...


Siang itu bapak pulang dengan membawakan dua kilo ikan tongkol dan lima ikat bayam.


" Bapak kok banyak kali belanja hari ini," tanyaku sambil membawa barang belanjaan ke dapur.


" ngak papa hari ini bapak belanja karna dirumah ada menantu, biar kita makan ikan panggang hari ini ya, dan kuah bayam dimasak bening ya"? pinta bapakku.


"Suamimu mana"? tanya bapak .


" Kok ngak keluar kamar"?


" Bang man sudah balek kampung pak, katanya ada kerjaan disana".


Aku belum mau kasih tau sama bapak dulu tentang pembicaraan bang man tadi.


" Lhoh...kok begitu suami mu, ngak nunggu pamitan dulu sama bapak, lagian suamimu dari tadi malam ngak ada basa- basinya sama bapak, sepertinya suamimu Muly kurang menghargai bapak sebagai mertuanya"!.


"Udah pak! udah,,bang man tidak begitu orangnya, mungkin bang man lagi buru-buru pak"!.

__ADS_1


Aku sedikit membela bang man dari bapak, sebenarnya betul sih kata bapak, soalnya dari tadi malam sampai pagi bang man ngak keluar kamar, apalagi sarapan yang aku hidangkan pun tidak dimakan.


apa itu namanya, kalau tidak menghargai orang lain.


Apa kita bisa kenyang dengan merokok saja?... entahlah.


Siang itu semua sudah berkumpul dirumah, ibu pun hari ini cepat pulang, biasanya jam sore baru pulang.


mungkin hari ini ibu dibantuin sama Sarah, jadi cepat kelar kerjaannya.


Melihat aku yang lagi sibuk bakar ikan, bantuan pun datang dari Sarah.


"Kak sini biar Sarah bantuin"! sambil merebut kipas dari tangan ku.


Aku rela aja Sarah yang bantuin.


"Kak..bang man suami kakak masih dikamar ya" tanya Sarah sambil berbisik di telingaku.


" Kenapa emangnya"? ngak suka kamu ? sambil menggelik Sarah.


Eh..ehh..kak ..jangan sambil Sarah menggeliat geli.


" Bang man sudah balek kampung"?


"Syukur lah..! jawab Sarah dengan tersenyum.


"Emangnya kenapa Sarah tanya kek gitu"?


"Ngak ada, cuma tanya aja .


Sepertinya Sarah kurang senang kalau bang man disini.


Aku terdiam dan sedang memikirkan apa betul bang man orang nya begitu?


Kalau pun betul demikian, apa aku salah memilih suami?.


Pikiranku sangat kacau hari itu.


Sore itu aku mengecek hp, mungkin ada Khabar atau SMS masuk dari bang man?


selama aku jadi istri bang man aku jarang sekali bawa hp, dulu kemana-mana selalu mengkontongi hp, sering kali kenak omelan ibu.


"Dek ...Abang sudah sampai diperkebunan sawit, sangat jauh dek dari rumah si Odin, tapi ini belum ketemu langsung sama mandornya, Oh ya,, rumah pemilik kebun sawit itu ngak jauh dari rumah Odin, Abang sudah kesana dek, sepertinya cocok buat kita tinggal, cuma dapur saja yang harus direnovasi, sudah dulu ya dek nanti Abang khabarin lagi.


deg...deg...deg


jantung ku lagi - lagi berdetak, tanganku gemetaran, rasa takut kemininggalin keluargaku datang lagi.


Aku harus bagaimana ini?

__ADS_1


Aku harus berani mengambil keputusan ini, karna sekarang aku bukan lagi anak ibu dan bapak tapi sudah menjadi istri orang, seorang istri harus siap ikut suami.


Malam pun tiba.......


__ADS_2