Diary Kehidupanku

Diary Kehidupanku
16. Siapa Dia


__ADS_3

Tubuhku terasa masih sangat lemah, bahkan untuk berdiri aja aku tidak bisa, tapi aku harus bangun aku tidak boleh manja, aku tidak bole banyak tidur harus banyak gerak apalagi dua bulan lagi mau lahiran.


Dengan tertatih-tatih aku berusaha berjalan ke dapur, terlihat di dapur semua masih berserakan, piring kotor di atas meja, pakaian yang berdarah tadi malam masih bertumpuk di dalam ember, sarapan pagi pun belum tersedia.


" Ya Allah...kemana bang man suamiku, apa sudah ke kebun?, biasanya kalau aku sakit semua pekerjaan rumah suamiku yang kerjakan, tapi tidak mungkin ini masih terlalu pagi untuk bang man ke kebun". gumam ku dalam hati.


Aku raih piring yang kotor diatas meja aku kumpulin dan ku masukin semua ke dalam ember bermaksud untuk mencuci nya, baru saja tangan ku ingin membukakan pintu terdengar dari luar ada orang yang sedang berbicara.


Dengan sangat pelan-pelan aku buka pintu dan ternyata bang man yang terlihat dari belakang dia sedang menelpon seseorang yang tidak aku kenali, obrolan mereka sekali - kali mendatangkan bang man ketawa - tawa kecil dan candaan manja, persis sama dengan obralan waktu kami masih pacaran dulu.


" Ya Allah dengan siapa suamiku nelponan?".


" Siapa dia yang ada di balik telepon itu ?". ucapku dalam hati.


Jujur aku sangat cemburu kalau seandainya aku tau orang yang ada dibalik telponan itu adalah perempuan yang lebih cantik dari diri ku.


" ehemmm....".


" Eh ..dek! udah bangun"? tanya bang man sambil mematikan hp nya dan memasukkan kedalam saku celana nya.


" dek Muly udah lama berdiri disana?. Dek Muly mau nyuci semua piring kotor ini? gak usah deh, adek duduk manis aja ya, biar Abang yang beresin semua ini, adek masih lemah khan ?" pinta suamiku dengan senyuman sambil meraih ember yang berisi piring kotor dari tangan ku.


Kalau sudah begini aku tidak bisa berkutik lagi, seperti terhipnotis aku masuk kedalam dan duduk manis di atas kursi dengan melihat suami yang sedang cuci piring dan cuci pakaian serta tidak ketinggalan aku di buatin nya sarapan nasi goreng.


Nah....yang begini ni bikin aku semakin jatuh cinta dan pangling kepada perlakuan bang man.


Rasa cemburu ku hilang seketika digantikan dengan rasa cinta ku yang bertambah - tambah. Tapi ini biasa kalau aku lagi sakit, bang man selalu memperlakukan diri ku seperti ratu, akan tetapi di kala aku sehat walafiat diri ku seperti pembantu tidak ada gajiannya.


Aku makan nasi goreng di hadapan ku sambil sesekali mata ku memandang wajah suamiku.


" Kenapa adek memandang Abang begitu ?".


" Bang ...dek Muly boleh bertanya sesuatu ?".


" Boleh kok, apa itu yang menjadi adek mau bertanya?"


" Tadi abang nelpon sama siapa "?

__ADS_1


" I..i..itu kawan abang yang ada dikebun". jawab bang man dengan sedikit gugup.


" Cowok apa cewek bang"?


" Emang kenapa kalau cewek? adek keberatan, cemburu ? atau mau bilang abang tidak boleh berkawan dengan perempuan lain di luar sana"?.


" Bukan begitu maksud dek Muly bang, abang jangan tersinggung dulu".


" Alaahh jangan bilang dek Muly mau ngatur - ngatur hidup abang, udah ya abang mau kerja dulu, pusing abang kalau lama - lama di rumah".


Ya ..lagi - lagi suamiku salah faham, setiap aku ingin bertanya baik - baik, cepat kali tersinggung akhirnya jadi pertengkaran dan ujung - ujungnya merajuk lagi dan ditinggalkan jadi sendiri lagi dirumah.


Kringgg....kring...kring..


Suara hp bang man berbunyi dari saku celana yang di gantungkan di belakang pintu kamar.


Aku cepat - cepat bangun dari tempat duduk bergegas masuk sambil melihat bang man sedang mandi di sumur, dengan sangat hati-hati dan rasa takut aku masuk ke dalam kamar dan meraih hp yang ada di dalam kantong celana bang man dan melihat panggilan masuk dari nomor tidak dikenal.


" Angkat atau tidak ya, aku angkat atau tidak ya". ucapku dalam hati bingung.


Tapi aku masih penasaran dengan panggilan masuk.


" Ini siapa ya?" tanya ku dengan penasaran.


Dengan cepat hp nya dimatikan tanpa menjawab pertanyaan dari ku, seperti nya dia tahu bahwa aku ini istrinya bang man.


Tok...tok..tok....suara ketukan pintu kamar dari luar seperti nya bang man sudah siap mandi.


" Dek...adek Muly di dalam kamar ya? tolong bukain pintu nya"!.


" Ya bang ..bentar". dengan cepat aku simpan hp nya bang man di dalam kantong celana lagi, dan membukakan pintu kamar yang tadinya sengaja aku kunci untuk jaga-jaga kalau seandainya tiba - tiba nanti bang man masuk.


" Kenapa adek kunci pintu kamar"?.


" Ngak kok bang dek Muly ngak ngunci pintu kamar, mungkin tadi pintunya terkunci dengan sendiri nya, abang tahu kan pintu kamar kita sudah macet"!. Ucapku dengan memberikan alasan dengan sedikit berbohongan.


" Dek ...abang kerja dulu ya, mungkin nanti pulang nya agak kemalaman sedikit, jangan lupa pintu dan jendela di kunci semua".

__ADS_1


" Ya bang , tapi kalau boleh adek tahu kenapa abang harus bawa baju ganti segala ya?"


" Oo...ini nanti abang ada urusan sedikit, habis motong sawit mungkin abang langsung kesana"!.


" Tapi banggg .."


" Udah..udah ya, abang kerja dulu, ini udah telat".


" Ya udah abang hati-hati ya, jangan malam kali abang pulang adek takut". ucapku sambil mengangkat tangan nya bersalaman.


" Nanti kalau ada apa-apa cepat adek hubungi abang ya".


Terkadang aku heran sendiri dengan sikap suami ku, sulit untuk ditebak, tiba-tiba sikap nya sangat manis dalam sekejap bisa berubah jadi pemarah, apa ini watak asli bang man.


" Assalamualaikum..kak..kak Muly"!. Terdengar suara orang beri salam dari luar.


" Waalaikum salam" jawab ku sambil membuka kan pintu.


" Odin...ada apa?"


" Bang man ada kak"?.


" Bang man sudah baru aja pergi mungkin masih dijalan ini, emangnya ada perlu apa ya"?


" Mau tanya apa hari ini jadi motong sawit nya? oh ya kak Muly udah sehat ya?".


" Alhamdulillah udah sehat kok, Odin kak Muly mau tanya apa kamu tahu hari ini bang man ada acara apa, soalnya tadi pagi bang man bawa baju ganti tidak seperti hari- hari biasanya".


" Saya kurang tahu kak"!.


" OOO ngak papa juga kalau kamu tidak tahu, tapi kalau nanti kamu tahu tolong kasih tahu kakak ya"!.


" Beres kak... pokok nya kakak tenang aja, kalau seandainya terjadi perselingkuhan antara kakak dan bang man, saya orang pertama yang memberi tahu kakak hehehe".


" Kamu bisa aja Odin...".


" Ya udah Odin berangkat dulu ya, takut nanti bang man marah-marah Kalau Odin telat datang".

__ADS_1


Ya Allah...apa ini ada kaitannya dengan perempuan yang tadi pagi menelpon, semoga saja bang man tidak tahu bahwa aku yang ngangkat panggilan dari hp nya.


__ADS_2