Diary Kehidupanku

Diary Kehidupanku
24. Bunda Sayang Kalian


__ADS_3

Semenjak Nayla dan Angga tinggal bersama kami, aku bisa lebih leluasa mencari informasi tentang bang man.


Pagi itu seperti biasa setelah semua pekerjaan rumah selesai, aku menidurkan Amira di kamar, Nayla dan Angga di ruang tengah sambil sekali-kali terdengar suara ketawa Angga yang bercanda dengan kakak nya.


Aku merasa kasihan sama mereka, semenjak tinggal disini tidak pernah keluar rumah untuk main - main dengan anak - anak yang lain, ibaratnya seperti burung tinggal di dalam sangkar.


" Stiiiiit..."


" Angga jangan besar kali suaranya ya, nanti dedek Amira bangun". ucapku yang keluar dari dalam kamar.


" Ya bunda ". Jawab Angga


" Tu ..kan! Kakak bilang apa, kecilin ketawa nya, dedek Amira baru tidur". Ujar Nayla kepada Angga.


" Nayla ...sini nak bunda mau sisir rambutnya dulu". Ucapku sambil tangan ku mengambil sisir dan minyak rambut.


" Iya bunda, bunda bisa kepang ngak rambut Nayla".


" Bisa dong, dulu bunda sebelum nikah sama ayah Nayla, bunda tiap hari kepang rambut adik - adik bunda".


" Bunda ...rambut Angga di kepang juga ya".


hahahaha....kami ketawa mendengar Angga minta di kepang rambutnya.


" Angga laki - laki, rambutnya pendek tidak bisa di kepang dong".


" Oooo... kalau rambutnya panjang bisa di kepang ya bunda, kalau begitu Angga panjangin rambut aja".


" Jangan ...laki itu gak bagus rambutnya panjang".


Kami ngobrol-ngobrol sampai menjelang siang hari, aku lihat jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang, bergegas aku kedapur untuk masak makan siang.


" Nayla...bunda ke dapur dulu ya, Nayla disini aja duduk dengar suara dedek Amira nangis, nanti kalau dedek Amira nangis panggil bunda ya ".


" Siap bunda.." jawab Nayla.


Di luar suasana we nampak mendung sekali seperti nya sebentar lagi mau turun hujan, aku keluar rumah mengangkat jemuran, belum sempat aku masuk ke rumah tiba-tiba hujan nya lebat sekali.


" Bunda dedek Amira nya nangis".


" o..iya Nayla bentar ya, bunda letakkan jemuran ini dulu".


Setelah aku taruh jemuran di ruang tengah dengan cepat aku masuk ke kamar melihat Amira.


" duh..duh.. dedek nya udah bangun ya, haus dedek nya...cub..cub sini dedek nya minum asi dulu ya ".


Aku menyusui Amira sambil baringan, tidak terasa mata ku sangat berat sekali hingga aku terlelap.

__ADS_1


Duummmm...! suara petir.


Aku terkejut dengan suara petir itu, tiba-tiba aku teringat Nayla dan Angga di ruangan tengah, aku lihat Amira sudah tertidur pulas, dengan sangat pelan-pelan aku melepaskan diri dari nyusuin dan keluar kamar.


" Nayla..! Angga nya kemana".


" Bunda Angga nya mandi hujan, tadi sudah Nayla larang tapi Angga bilang dia sudah lama tidak mandi hujan, ya udah Nayla biarin aja". Jelas Nayla.


" Tapi Nayla Angga nya belum makan siang".


" ngak papa bunda, ibu tidak pernah kok melarang kalau Angga mau mandi hujan".


" OOO begitu ya, berati Angga sering mandi hujan ya? ya sudah bunda shalat zhuhur dulu habis itu kita makan siang ya".


Nayla cuma mengangguk kepala nya sambil tangannya dengan sangat lincah melipat kain jemuran yang aku angkat tadi.


Setelah shalat zhuhur hujan pun mulai reda, aku melihat Angga masih asyik main kotor di luar.


" Angga...udah nak main hujan nya, masuk yuk mandi dulu dengan air sumur habis itu kita makan". ucapku sambil berteriak-teriak supaya Angga dengar.


Dari luar terlihat Angga lari - lari melewati belakang rumah dan mandi di sumur dengan air yang sudah di timba oleh bang man sebelum berangkat ke kebun.


" Bunda ... Angga sudah siap mandi nya". ucapnya yang berdiri di pintu sambil memeluk tubuhnya.


" Tunggu dulu Angga bunda ambilin handuk ya".


" Ya bunda, cepetan ya bunda Angga kedinginan ni".


" Angga pakai baju dulu, habis itu kita makan siang ya, dan satu lagi jangan lupa nanti tidur siang".


Semua perkataan yang aku bilang kepada mereka selalu nurut, memang mereka anak yang patuh.


...----------------...


" ayah...kok cepat kali pulangnya, biasanya pulang sore"? tanyaku melihat bang man hari ini tumben pulang cepat.


" Tadi hujannya deras sekali, kami sempat istirahat juga tapi basah juga, ya udah kami sepakat pulang ngak sanggup lagi badan sudah dingin".


" ayah udah makan"?


" Ayah udah makan"? tanyaku lagi.


" Udah..! adek ambilin handuk aja Abang mau mandi".


Setelah selesai mandi, bang man pakai baju dengan sangat rapi lagi, sepertinya mau pergi lagi, memang selama aku kawin dengan nya, bang man tidak pernah betah di rumah, banyak menghabiskan waktunya di luar rumah.


" Ayah mau kemana lagi, kok rapi sekali"? tanyaku.

__ADS_1


" Abang ada urusan sebentar sama Odin, oh ya Angga sama Nayla mana"?.


" Mereka di kamar tidur siang, emang urusan apa bang"? tanya ku lagi.


" Ini urusan laki-laki bunda tidak perlu tahu itu, pokok nya bunda di rumah aja sama anak-anak, jangan banyak tanya".


Kalau sudah begini aku lebih baik diam dan mengalah aja, dari pada nanti ujung - ujungnya timbul keributan dan salah faham, karna bagi suami ku aku tidak ada hak mengatur - ngatur hidupnya dan melarang kemana dia mau pergi.


Hari mulai sore Angga dan Nayla belum juga bangun. Aku masuk ke dalam kamar membangunkan mereka.


" Nayla ..bangun nak hari sudah sore".


Mendengar suara ku Nayla bangun dan duduk sambil tangannya memegang pundak Angga dan membangunkannya.


" Angga... Angga bangun sudah sore" ucap Nayla.


Tidak ada respon dari Angga, terus Nayla meletakkan tangannya di kening Angga, Nayla sangat terkejut.


" Bunda...bunda tubuh Angga panas sekali, seperti nya Angga demam bunda", ucap Nayla yang keluar dari kamar.


Mendengar ucapan Nayla buru - buru aku masuk kekamar dan mengecek Angga.


" Ya Allah..Angga demam tinggi, bagaimana ini? obat penurun panas pun tidak ada di rumah", ucap ku dalam hati.


" Nayla...kamu temani Angga dulu ya, bunda mau siapin kompres buat Angga".


Aku ke dapur mengambil air hangat dan mengompres badan Angga, tubuh Angga demam tinggi tapi dia menggigil.


" Aku harus kasih tahu sama bang man , kalau Angga sakit".


" Assalamualaikum...ayah lagi dimana"?.


" Ada ini lagi sama Odin, kenapa bunda "?.


" Angga sakit yah"!


" Hah.... Angga sakit? tadi baik - baik saja, ya ayah pulang sekarang juga", Jawab bang man yang langsung mematikan hp nya.


Angga makin lama semakin menggigil, suhu tubuh nya makin panas, aku semakin panik jadinya.


Tidak lama kemudian bang pulang dan langsung masuk kedalam.


" Angga... Angga...kamu kenapa nak"?.Ucap bang man sambil menggerak - gerakkan tubuhnya, tidak ada respon dari Angga.


Tiba-tiba bang man mendekati ku dan...


plakk!...satu tamparan melayang ke muka ku, belum sempat aku berkata, dummm,,, bang man mendorong tubuh ku....

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya dari kawan - kawan semua


Bang man melihat ke


__ADS_2