Diary Kehidupanku

Diary Kehidupanku
27. Suara ibu-ibu di luar


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian....!


Semenjak hari pernikahan Rahma Suci itu berlangsung, bang man sering kali meninggalkan aku dan anak-anaknya, dengan penuh kesabaran aku tinggal bersama dengan Nayla dan Angga, walau pun sekali-kali kami harus makan tanpa ada lauk.


" Bunda, hari ini nggak ada lauk lagi ya" tanya Nayla yang melihat diatas meja cuma ada nasi putih saja.


" Iya, kita makan aja dulu nasi putih ya, siapa tahu nanti pulang ayah kita di bawa ayam goreng" jelas ku yang menyemangati mereka berdua.


" Hore...kita makan ayam goreng" ucap Angga kegirangan.


Aku berharap hari ini ayah mereka pulang dan membawa ayam goreng.


" Ya Allah...apa ini sudah waktunya nya aku merasakan seperti ibu Nayla dan Angga, sering di tinggal sama suami entah kemana dia pergi sekarang" batin ku berkata. Mau aku hubungi, tapi pulsa ku tidak ada.


Ya,,,aku teringat Odin, dia kan satu kerja dengan bang man.


" Nayla, nitip tengok adek Amira sebentar ya! bunda mau kedepan" ucapku pada Nayla yang lagi main sama Amira.


Saat ini Amira sudah jalan lima bulan, sudah bisa tengkurap dan ketawa-ketawa bersama Nayla dan Angga, satu keberuntungan juga Nayla dan Angga tinggal bersamaku, jadi Amira tidak kesepian.


Baru aku menunggu beberapa menit saja, terlihat dari jauh Odin dengan kereta nya.


" Odin,... Odin..! tunggu dulu" ucapku sambil memberhentikan kereta miliknya.


Melihat aku memanggil nya Odin pun berhenti.


" Ada apa kak?" jawab Odin.


" Odin, aku mau tanya apa bang man ada ke kebun beberapa hari belakangan ini?" tanyaku.


" Ada kak! tiap hari ada ke kebun, bahkan tadi malam pun ikut nonton bola di warung kak Minah bersama kami?" jelas Odin.


" Warung kak Minah?" ucapku penasaran.


" Alah kak, kak Minah yang janda kembang itu!".


" Emang kenapa kak bang man?".


" Bang man sudah beberapa hari ini jarang pulang, Odin..tolong sampaikan pada bang man kalau memang dia nggak mau pulang kerumah bersama ku, nggak papa, tapi jangan dia bebani hidup ku dengan anak-anaknya!".


" Anak yang mana kak?" tanya Odin.


" Nayla dan Angga, mereka sudah beberapa bulan tinggal bersamaku".


" Oooo, anak kak Fitri, yang sekarang lagi berobat?".


" Kok kamu tahu Odin?".


" Ya tahu lah, kak Fitri kan sat..." Odin terdiam, seperti nya dia tahu sesuatu dan tidak mau menceritakan kepada ku.


" Kenapa Odin? apa yang kamu tahu, tolong kasih tahu kepada kakak". ucapku sambil membekas jawab dari Odin.

__ADS_1


" Tapi kak, aku sudah berjanji tidak akan menceritakan masa lalu bang man, kalau dia tahu aku menceritakan semua kepada kakak, bang man pasti akan sangat marah kak, jadi maaf ya, aku nggak bisa kak..!, permisi" jelas Odin sambil melajukan keretanya dengan cepat.


" Odin.., Odin.. tolong ceritakan sama kakak apa yang kamu tahu" teriak ku sambil memanggil nama Odin.


aku menangis.....


Tega kamu Odin, kemarin kamu pernah bilang, kamu akan bilang segala informasi yang kamu tahu tentang bang man, tapi sekarang apa? kamu sudah tidak jujur.


Mungkin saja bang man telah mengancam Odin sehingga dia tidak berani bilang apa-apa tentang kehidupan masa lalu nya" gumam ku.


Sore hari.....


Terdengar suara kereta di luar, bergegas aku keluar kamar sambil menggendong Amira, ternyata duluan Nayla dan Amira yang nyamperin ayahnya.


" Ayah....!!, ayah udah pulang" teriak Angga dan Nayla yang berhamburan keluar dari dalam rumah.


" Yah, ayah kemana aja nggak pulang" tanya Nayla.


" Ayah kerja!, masuk dulu yok, ayah capek butuh istirahat" ujar bang man.


" Nayla, bawa ini belanja kedalam, bunda mana?" tanya bang man.


" Bunda di dalam yah, sama adek Amira" jawab Nayla.


Aku cuma bisa berdiri di depan pintu menunggu bang man masuk.


"Bang!!!" ujar ku sambil salim.


" Abang cari handuk?" tanyaku melihat bang man keluar masuk dari dalam kamar.


Bang man cuma mengangguk.


" Sini abang gendong Amira bentar, biar aku ambil handuk dalam lemari, handuk nya semua sudah adek cuci"


" Yah, kok nggak ada ayam goreng" kata Angga.


" Ayam goreng hari ini tidak ada ya, kita makan telur ayam aja".


"Yaaahh,,!!, kata bunda hari ini ayah beli ayam goreng buat Angga, bearti bunda bohong dong" ucap Angga dengan kecewa sekali.


Bang man melirik mata nya pada ku, dan menghampiri ku.


" Jangan bilang yang nggak-nggak pada mereka" ucap bang dengan sinis.


" Hei bang, apa aku salah menyemangati mereka untuk makan nasi doang tanpa ada lauk" ucapku dengan memberanikan diri untuk membantah.


Sebelum bang man berkata lagi.


" Seharusnya abang tahu diri, meninggalkan kami tampa abang kasih sepeser pun pegangan uang untuk belanja, aku capek bang!, capek sekali".


" Terus..!! apa mau adek sekarang? mau pergi gitu?, jangan adek harap abang kasih uang untuk mu?".

__ADS_1


Aku terbelalak mendengar ucapan yang keluar dari mulut bang man.


Tapi kalau aku pergi, bagaimana dengan Angga dan Nayla, aku tidak tega meninggalkan mereka berdua di sini kalau aku diam-diam pergi.


"Dia bukan anakku ngapain aku harus kasihan pada mereka" batin jahat ku berkata.


Malam ini, kami makan malam dengan telur balado dan kuah bening, dengan sangat lahap Nayla dan Angga makan.


" Abang makan?" tanya ku.


" Nggak, nanti aja" jawab bang man.


" Nayla, Angga besok kita pulang ya!" ucap bang man sambil bangkit dari tempat duduk dan berjalan menuju keluar".


" Bang...!, abang mau kemana lagi?" tanyaku yan melihat bang man mengambil kunci motor dari gantungan.


" Abang mau keluar bentar". jawab bang man.


Baru sebentar pulang , dah pergi lagi. Sekarang aku jadi bingung dengan sikap bang man yang dingin terhadapku.


" Bunda, kata ayah besok kami pulang ke rumah ibu ya?, apa ibu sudah sembuh?"tanya Angga.


" Bunda tidak tahu Angga!, tadi kan Angga dengar sendiri ayah bilang, ya udah besok kita tanya aja ya pada ayah, sekarang Angga pipis, habis tu siap-siap bobok".


"Dedek Amira sudah bobok bunda?".


"Udah, Amira nya sudah dari tadi bobok".


Pagi hari.....


"Nayla, Angga..!,sudah siap?" tanya bang man.


" Yah, jadi hari ini kita pulang kerumah ibu".


"Jadi, kalian beresin baju-baju semua ya".


"Tapi Angga masih pingin disini ya!, Angga masih mau main sama dedek Amira" ujar Angga dengan rengekan nya.


" Bang! kalau anak nggak mau pulang, kenapa di paksain sih".


" Biar tidak ada lagi beban buat adek disini?".


" Beban.....!!, Oya aku ingat tadi aku bilang begitu sama si Odin, ternyata dia yang bilang sama bang man" ucapku dalam hati.


" OOO ini rupanya rumah Usman ya?"


Terdengar ada suara ibu-ibu dari luar.


Bersambung ...


Terimakasih atas dukungan dari kawan-kawan semua, semoga kita sukses bersama.....

__ADS_1


__ADS_2