
Setelah kejadian itu, aku bertahan bekerja sebagai tukang antar jemput Fazil sekitar tiga bulan. Kecemburuan Sari terhadapku semakin menjadi-jadi apalagi dikala Bang Faiz memintaku untuk mengantarkan dirinya. Kesabaranku cuma bertahan empat bulan lamanya, sampai akhirnya aku memutuskan untuk berhenti dari ojek Fazil. Sekarang aku tidak tahu bagaimana khabarnya bang Faiz. Setelah masa kontrak kerja bang Faiz habis, maka mereka pun pindah.
Sore itu aku membuka kembali FB yang sudah lama aku tinggalkan, sudah banyak pemberitahuan yang belum aku baca. Satu persatu aku lihat dengan teliti, terlintas di mataku seorang pria yang mengikuti Fb meminta pertemanan. Pria itu aku kenal dengan baik dia adalah Bang Faiz.
Emang kalau jodoh ngak bakalan kemana, batinku!. Dengan jari telunjuk aku menekan tombol konfirmasi dan tidak lama kemudian muncul balon messenger dari bang Faiz.
"Faiz : Apa, khabar?"
"Muly : Baik, Bang Faiz sehat?"
" Faiz : Sehat, Dek tapi hatinya lagi kurang sehat."
" Muly : Lho, emang hati Bang Faiz lagi sakit apa?"
__ADS_1
"Faiz : Abang baru bercerai dengan Sari. Dia meminta cerai karna ngak sanggup hidup miskin, sekarang Abang cuma kerja jadi sopir truk pasir, penghasilan kecil Sari tidak mau hidup bersama Abang lagi."
Begitu panjang lebar bang Faiz mencurahkan isi hatinya, sehingga aku menjadi pendengar yang baik dan memberi semangat hidup lagi. Semenjak itu aku dan bang Faiz sangat sering Facebook kan hingga akhirnya aku menemukan banyak kecocokan dari bang Faiz, sampai-sampai bang Faiz sudah berani memanggil aku dengan sebutan 'Mama' dan aku memanggil bang Faiz dengan sebutan 'Papi'. Hatiku sangat berbunga-bunga mungkin ini yang namanya jatuh cinta yang kedua kalinya, tapi aku sempat berfikir apakah mungkin bang Faiz juga jatuh cinta padaku? timbul keraguan di hatiku. Bang Faiz sangat tampan, kulitnya putih lagi, sedangkan aku wajah pas-pasan kulitnya coklat ibarat bumi dan langit.
" Alah, Kak jodoh tidak memandang rupa, yang penting sekarang Kakak fokus saja dengan hubungan ini, lagian Kakak pernah cerita kan, bahwa sosok bang Faiz itu pria idamannya Kak Muly." Pendapat Fatma memang ada benarnya juga aku harus jalani dulu, sampai nanti mau dibawa kemana hubungan ini?.
Tiga bulan lamanya aku dan bang Faiz berhubungan melalui Facebook, hingga suatu hari bang Faiz memintaku untuk janjian.
" Dek, Abang mau serius sama adek?" Ungkapan Bang Faiz waktu berada di tempat wisata.
Setelah aku sah menjadi istri Bang Faiz, aku tidak diizinkan untuk bekerja lagi. Bang Faiz banting tulang mencari nafkah buat kami semua. Alhamdulillah rezeki pun lancar hingga aku bisa merehab rumah lama bapak untuk kami tempati. Sekarang aku bahagia walaupun hanya menjadi ibu rumah tangga saja.
Beberapa bulan kemudian aku pun hamil anak pertama bersama bang Faiz, semenjak itu bang Faiz sudah lebih giat lagi cari uang, kadang bang Faiz sudah mulai jarang pulang dengan alasan lagi sibuk kerja.
__ADS_1
" Bang, Abang dimana sekarang?, kenapa ngak pulang?" Tanyaku malam ketiga bang Faiz tidak pulang kerumah.
" Abang dirumah ibu, Dek!."
" Uang belanja ngak ada lagi, nggak tahu harus ngutang sama siapa."
" Minta dulu sama ibu, nanti Abang ganti."
Semenjak aku tidak bekerja, aku selalu ngutang sama ibu, bahkan sering kali sama Fatma.
Aku ngak tahu harus bagaimana lagi, sepertinya aku harus melakukan sesuatu.
Bang Faiz sering tidak pulang, sebaiknya aku harus mencari kerja sampingan selama bang Faiz kerja. Aku beralih lagi ke kerja aku yang dulu menjadi buruh pekerja di sawah, walaupun berat rasanya bekerja lagi hamil namun aku harus sabar-sabar dan tahan.
__ADS_1
Baru lima bulan aku menikah dengan bang Faiz, sudah terdengar khabarnya bahwa bang Faiz sudah rujuk lagi sama mantan istrinya dengan alasan kasihan sama anak-anak nya. Bisa-bisanya dia berpaling lagi dariku, aku dikhianati untuk yang kedua kalinya, tapi aku tidak akan diam saja aku harus nekat dan mengambil sikap, tidak akan aku lepaskan lagi bang Faiz dan aku tidak akan minta cerai. Biarin saja apa kata orang-orang tentang aku ini. Aku sudah termakan cinta dan ketampanan bang Faiz sehingga dikhianati pun aku tidak terasa lagi.