
" Eh, Kak ada berita bagus lho." Ucap Fatma yang tiba-tiba saja muncul dari dalam. "Berita bagus apaan." Aku yang jadi penasaran langsung kepo nggak sabaran.
"Tadi Fatma kerumah bibi, pas Fatma mau pulang ketemu dengan Bang Faiz, dia negur Fatma katanya, " Fatma sini dulu, Abang mau tanya". Kata Bang Faiz gitu kan!.
" Terus-Terus dia bilang apa lagi?" ujarku yang nggak sabaran mendengar.
" Terus Bang Faiz nanya,"Fatma, ada nggak di sekitar rumah kamu tukang ojek yang mau ngantar jemput anak saya, nanti saya bayar bulanan".
" Ngak ada Bang," Fatma jawab kek gitu Kak. Tapi pas Fatma mau balik teringat Fatma akan kata-kata kakak kemarin mau cariin kerjaan sampingan lagi. Lalu Fatma bilang, " Bang, kalau cewek boleh?, "Siapa? Kamu? kalau mau boleh". Bukan Bang, kakak saya. " Kalau Dia mau nanti malam ke rumah ya". Gitu Kak ceritanya." Jelas Fatma yang panjang lebar.
Faiz ( Muhammad Faiz) adalah sosok pria tampan yang aku kagumi sejak dulu, tinggal di desa sebelah berdekatan dengan rumah bibiku. Aku berharap dia yang menjadi suamiku, tapi sayang Tuhan berkehendak lain, ternyata Bang Faiz mencintai wanita lain yang lebih cantik dariku. Dia adalah cinta pertama yang aku pendam bahkan sampai saat ini pun Bang Faiz tidak pernah menyadari kalau aku ini pernah mencintai dirinya. Aduh, apa aku sanggup kerumahnya?, tapi--aku sangat butuh pekerjaan ini.
" Kak, kak kok ngelamun? gimana mau nggak?, kalau mau nanti malam biar Fatma temanin. Biar kakak ada teman nggak baik lho janda malam-malam bertamu kerumah orang." Ucap Fatma sambil ketawa usil.
" Ya deh, Kakak mau nanti habis insya kita pergi."
" Gitu dong jawabnya, biar nanti Fatma ada alasan nggak ikut pengajian. Nah, sekarang Fatma mandi dulu biar segar." Ujar Fatma sambil kegirangan.
Malam itu aku bercerita ke ibu bahwasanya aku mau menjadi tukang ojek, awalnya ibu kurang setuju dengan dengan keinginanku tapi setelah Fatma ikut meyakinkan ibu akhirnya ibu pun setuju.
" Ibu cuma khawatir sama kamu Muly, kamu ini janda jadi ojek anak orang tiap hari pulang pergi di jalan, apalagi belum ada sejarah di desa kita ada ojek wanita." Nasehat ibu membuat aku terdiam.
" Nggak papa biar kali ini Kak Muly yang buat sejarah itu Bu, lagian Kak Muly pasti bisa jaga diri kok, aku yakin itu." Ucapan Idah membuat Ibu lega.
" Idah benar Bu, kita jangan lihat dari segi jeleknya pekerjaan yang penting pekerjaan itu halal bagi kita."
" Ya,ya sudah pergi sana, jangan lama-lama kali pulang takutnya nanti Lutfia terbangun nangis dia" tegas ibu.
" Ya Bu, Muly pamit." ucapku sambil mengambil kunci kereta.
" Kak, ikut aku ya" pinta Idah.
" Ngak-Ngak ada, duluan Fatma kak Idah lain kali aja" ujar Fatma yang bergegas keluar dari kamar. Idah yang berdiri di pintu hanya bisa melihat kami pergi.
Selama aku menjadi janda tidak pernah aku keluar malam, sepanjang jalan aku melihat kehidupan malam seperti di kota saja, semua warung-warung di penuhi warga muda dan mudi bahkan diantaranya ada ibu-ibu. Mereka hanya sekedar mencari kesenangan malam habis seharian dalam bekerja.
__ADS_1
Tidak lama kemudian tibalah aku di rumah Bang Faiz.
tok...tok..tok...aku mengetuk pintu.
" Permisi, Assalamualaikum!" ucapku memberikan salam.
Tidak ada sahutan salam dari dalam, aku mencoba memberi salam kali yang kedua. tidak ada sahutan juga namun tiba-tiba.
titt..! suara klakson motor dari arah belakang. Seketika aku membalikkan badan, terlihat oleh ku sosok pemuda tampan yang pernah aku kagumi dulu. Ketampanannya masih sama, kulit putih, serta senyuman nya membuat batinku meleleh jadinya.
" Oo,,ada tamu sudah lama? kok nggak masuk." Mata itu memandangku membuat jantungku berdetak tak karuan.
" Ta-tadi sudah saya ketok tapi tidak ada yang jawab" ujarku grogi sendiri.
" Ada, ada Sari di dalam." Bang Faiz membukakan pintu.
" Assalamualaikum, Sari!, Sari ada tamu ni. Yuk silahkan masuk kalian duduk dulu di sini ya." Ujar Bang Faiz lalu masuk ke kamar meninggalkan kami di ruang tamu. Tidak lama kemudian Bang Faiz keluar dari kamar.
" Maaf ya, Sari lagi meniduri Adiknya Fazil."
" Ibu dan Bapak lagi kerumah saudara ada acara walimah besok."
" Oo...." Aku manggut-manggut saja.
" Jadi, begini Muly anak saya Fazil dia sekolah MIN di kota, sekolahnya siang dan pulang sore hari. Saya tidak bisa keluar dari kerja untuk ngantar Fazil, kebetulan kemarin jumpa Fatma katanya kamu mau jadi tukang ojek," jelas Bang Faiz.
" Iya Bang."
" Tapi, bagaimana dengan suamimu apa dia ngizinin kamu ngojek?" ujar Bang Faiz. Aku terdiam sambil melirik ke arah Fatma pelan.
" Kakakku janda Bang," jawab Fatma yang membuat bang Faiz mengerutkan keningnya.
" Janda?, jadi kamu sudah pisah dari suamimu?. Lantas kenapa Kamu mau jadi tukang ojek?" Sepertinya Bang Faiz masih penasaran.
" Sebenarnya aku sudah ada kerjaan, sih jadi tukang cuci baju beberapa rumah di perumahan itu aku kerjakan pagi. Tapi yang ini ingin cari tambahan aja Bang, lumayan buat bantu-bantu nambah uang berobat bapak," Bang Faiz manggut-manggut mendengar penjelasan.
__ADS_1
" Ya, ya saya faham itu, berarti mulai besok Kamu sudah bisa nganterin Fazil."
" Jam berapa Bang," tanyaku.
" Jam 13.00 siang, pulang jam 16.00 sore," jelas Bang Faiz.
" Kalau begitu kami pamit dulu Bang."
Aku berpamitan pada bang Faiz dan keluar, baru saja aku sampai di pintu depan, tiba-tiba terdengar suara istri bang Faiz.
" Siapa Bang?".
" Orang yang nganterin Faiz untuk sekolah besok."
" Muda? apa tua Bang?"
" Perempuan."
" Hah, perempuan? nggak salah aku dengar Bang?, jangan nanti genit-genit lagi sama Abang."
" Kamu jangan cepat cemburu dong, belum tentu dia begitu."
Perdebatan bang Faiz dengan istrinya sangat jelas aku dengar membuat aku terbawah perasaan.
" Kak, ayo tunggu apalagi," Suara Fatma membuat kakiku melangkah pergi dari depan pintu.
" Kita mampir makan bakso dulu ya, soalnya Fatma dari kemarin pingin makan bakso," ujar Fatma.
" Oo ... ini alasan yang membuat Kamu tadi bersikeras mau ikut temanin kakak?" Fatma hanya terkekeh-kekeh.
Kamu pun pulang dan mampir ke tempat bakso. Dalam perjalanan pulang aku masih teringat perkataan istri bang Faiz, apa ini nantinya akan jadi Maslah bagiku? apa pekerjaan ini cocok bagiku? aku harus menjalaninya dulu.
Bersambung....
Terimakasih atas dukungannya terhadap karya saya, jangan lupa like dan komen
__ADS_1