
Berulang kali aku coba menghubungi suamiku tapi hasilnya sia - sia saja, mungkin kali ini beneran lagi kerja jadi tidak sempat pegang hp, lebih baik aku tinggalin sms saja.
" Assalamualaikum bang..! sepertinya hari ini aku akan melahirkan, abang pulang ya, temanin adek lahiran buah hati kita, oh ya bang hasil USG bayi kita jenis kelamin perempuan, doain adek semoga lancar bang, maafin adek kalau ada salah sama abang, jangan lupa kalau ada waktu pulang bang ya!".
Baru saja ibu beres semua perlengkapan bersalin, tiba-tiba bapak pulang, belum sempat bapak turun dari motor ibu sudah berteriak dari dalam.
"Pak....pak..cepat pak sepertinya Muly mau melahirkan ni".
Mendengar teriakkan ibu bapak langsung masuk kedalam.
" Ada apa bu"?.
" Ini lhoh pak, Muly seperti mau melahirkan air ketuban nya sudah pecah".
" Masyaallah Muly, sekarang bagaimana bu? apa bapak nganterin Muly dulu nanti bapak jemput ibu".
" Ya boleh pak!, Muly ini tas pakaian dan perlengkapan bayi kamu bawa dulu ya, nanti ibu menyusul".
" Ya bu, tapi ibu jangan lama-lama nyusulnya ya, Muly takut "!.
Entah kenapa terlintas di dalam benak ku rasa takut. Tidak terasa air mata ku berlinang membasahi pipi pucat ku, aku takut bukan karna mati, tapi aku takut tidak bisa melihat ibu ku lagi yang sangat panik dan antusias dalam menyiapkan persalinan ku.
"Kamu jangan menangis nak, ini sudah kodrat nya perempuan". Ucap ibu sambil mengusap air mata ku dengan kedua tangan nya.
" Ayo cepat kamu berangkat, tenang aja semua akan baik - baik saja".
Ibu ku selalu menyemangati aku, itulah yang aku suka dari ibuku.
" Masih sanggup kamu duduk Muly"?. tanya bapak
" Sanggup pak, Muly masih bisa tahan kok, kita jalan sekarang pak".
" Kamu pegangan ya, supaya jangan jatuh".
"Ya pak"!.
Tidak membutuhkan waktu lama sekitar sepuluh menit sudah tiba di puskesmas.
" Assalamualaikum..buk ".
" Waalaikum salam, eh pak siapa yang sakit"?. Tanya ibu bidan.
" Ini anak saya buk seperti nya mau melahirkan".
__ADS_1
" Oo ibu Muly yang kemaren ya, silahkan masuk dulu buk".
" Ya buk".
" Buk boleh nitip anak saya bentar, saya harus jemput istri saya dulu".
"Boleh.. boleh pak silahkan, biar Muly nya saya bawa masuk kedalam dulu".
Dengan terburu-buru bapak menghidupkan motor nya dan menjemput ibu.
" Buk Muly boleh berbaring dulu, biar saya periksa dulu".
" Ya buk boleh, oh ya buk tadi pas saya bangun tidur mau, pas mau berdiri seperti keluar air kencing gitu buk, kata ibu air ketuban". jelasku kepada buk bidan.
" Oo begitu!, ini buk Muly sudah pembukaan tiga, yang tadi itu benar air ketuban nya sudah merembes, seperti nya buk Muly akan melahirkan nanti malam ". Ucap buk bidan sambil memeriksa dan memasuk kan jari tangan nya ke alat reproduksi ku.
Ya Allah.... sakit sekali rasa nya, apa ini baru permulaan sakit nya melahirkan normal? ucapku dalam hati.
Tidak lama kemudian ibu pun datang, dan langsung masuk kedalam.
" Bagaimana buk bidan, apa anak saya sudah waktunya melahirkan kan"?.
" Ya buk, sudah pembukaan tiga, insyaallah nanti malam kita doa'in sudah bisa melahirkan normal". Jawab buk bidan.
" Muly...apa kamu sudah kasih tahu suami mu"?. Tanya ibu
" Udah Bu, tadi Muly udah nelpon, tapi HP bang man tidak aktif terus sudah saya tinggalin sms". Jawab ku.
" Coba kamu telepon sekali lagi, biar ibu yang bicara". pinta ibu kepada ku.
" Ya Bu, saya hubungi lagi".
Sambil aku menahan sakit, aku ambil hp ku dan menghubungi nomor ponsel bang man, ternyata HP nya sudah aktif.
" Sini biar ibu yang ngomong aja". Ucap ibu sambil merebut hp dari tangan ku.
" Assalamualaikum...nak Usman ini istri mu sudah mau melahirkan, kamu pulang sekarang ya, ibu ngak mau tahu pokok nya kamu harus pulang sekarang juga, tinggalin pekerjaan mu, Muly anak saya butuh suami nya". ucap ibu dengan tegas kepada bang man.
" Ya bu, sekarang juga saya akan pulang" jawab bang man
Sudah seharusnya ibu bersikap tegas kepada bang man, biar dia sadar dan tahu diri bagaimana posisi seorang suami yang selalu harus mendampingi istri dalam suka dan duka.
Hari semakin sore, perut ku sudah semakin sakit, apalagi pinggangku, jangan di tanya lagi rasanya seperti di peras, bolak-balik aku kekamar mandi rasa nya mau buang air kecil berkali - kali.
__ADS_1
" Buk...aku ngak sanggup lagi kekamar mandi".
" Itu cuma perasaan mu saja mau pipis, semua begitu kalau kita mau melahirkan Muly, kamu tidak usah ke kamar mandi lagi, kalau mau pipis disini aja ya ibu ada bawa kain banyak, jangan khawatir mau pipis, mau BAB di sini terus dalam kain biar nanti ibu cuci ya".
Makin lama perut dan pinggang ku semakin sakit, rasanya aku tidak sanggup lagi.
"Buk...boleh aku bangun?".
"Mau kemana"?.
"Muly ngak sanggup tidur lagi, Muly ingin duduk atau jalan".
" Bagaimana mana buk bidan, apa boleh bangun".
" oo ngak papa buk, kalau bumil nya masih sanggup jalan atau duduk silahkan, nanti kalau sudah waktunya ngedan harus tidur lagi ya".
Malam begitu lama sekali tiba, rasa sakit masih melanda diriku, ibu masih setia menunggu di sampingku, bapak yang menunggu di luar sekali - kali mengintip ke dalam kamar, buk bidan sudah siap dengan sarung tangan nya dan memberi aba-aba untuk mengatur nafas.
Tiba-tiba dari luar terdengar suara motor yang berhenti di samping puskesmas.
" Assalamualaikum..pak! bagaimana Muly apa sudah melahirkan"?.Tanya bang man pas masuk ke puskesmas melihat bapak lagi mengungu.
" buk seperti nya itu suara bang man sudah tiba".
"Siapa, suami nya"?. tanya buk bidan kepada ku.
" Iya buk".
"Suruh masuk saja"!. jawab buk bidan.
"Ngak usah buk, aku mau sama ibu aja".
"Ya udah ngak papa, yang penting ibu Muly sekarang atur nafas nya ya".
Ya Allah sakit sekali rasanya menjadi seorang ibu, sakit yang tidak bisa di ukir dengan kata - kata, nyawa seperti di ujung rambut.
Dengan sisa tenaga ku yang terakhir, akhirnya aku mendengar suara tangisan bayi yang sangat kencang
Aku terkulai lemas, seluruh tubuh ku bercucuran keringat, air mata bahagia ku keluar, akhirnya malam ini aku jadi seorang ibu.
" Alhamdulillah...bayi nya perempuan, sehat lagi buk ". ucap buk bidan sambil membedongnya dan membawa ke pangkuan ku.
Aku menggendong bayi perempuan ku yang mungil, bayi nya lucu, aku menciumi nya dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
Bersambung!