
" Kalau memang itu sudah menjadi keputusan kak Muly, saya ikuti aja, siapa tahu setelah kak Muly pulang ke rumah orang tua hati kak Muly bisa lebih tenang" ujar kak Ina.
" Iya kak, tolong kak Ina kasih tahu juga sama bang man ya, kalau aku pulang ke rumah bapak" pinta ku pada kak Ina.
" Itu pasti! kak Muly hati-hati di jalan ya!".
Setelah aku pamitan, aku perlahan-lahan berjalan menuju halte, tidak lupa juga kak Ina ikut menganterin sampai aku naik bus.
" Kak, ini ada sedikit uang untuk ongkos bus nanti, kak Muly pasti tidak pegang uang kan?" tanya kak Ina.
Aku cuma diam saja, ada timbul rasa malu ku kepada kak Ina, tapi aku harus bagaimana lagi, memang betul seperti kak Ina bilang, sejak aku menikah dengan bang man ia tidak ngasih aku pegangan uang.
Hari mulai petang, laju bus yang aku tumpangi semakin di percepat. Amira tertidur pulas di dalam pangkuan ku, perasaan ku semakin kacau-balau, timbul rasa bersalah ku kepada suamiku yang pergi tanpa izin dari nya, tapi di sisi lain rasa kecewaku kepada suamiku begitu besarnya, hingga membuat hatiku berdarah, apa bapak dan ibuku sanggup mendengar semua ini?.
Di kediaman bapak...
" Pak..! dari kemaren perasaan ibu tidak enak, ibu teringat Muly dan anaknya, apa mereka baik-baik saja ya?" jelas ibu kepada bapak.
" Mungkin itu cuma perasaan ibu aja, barangkali ibu kangen sama mereka !" balas bapak.
" Entah lah pak!, sudah setengah tahun ini mereka tidak ada khabar, semoga mereka baik-baik saja ya pak?"
" Iya, amiiin...!" sahut bapak.
Jam sudah menunjukkan pukul 17:10 sore, bus memasuki terminal, itu pertanda aku sudah sampai di kota tujuan.
Kaki ku melangkah turun dari bus, suasana terminal yang hampir setahun aku tinggal kan, sore ini aku menginjakkan kaki lagi, lega rasanya karena lima belas menit lagi aku sudah sampai di rumah orang tua ku.
Haah...rasa rinduku terhadap keluarga tidak sabar lagi, jam segini ojek bapak sudah tidak ada lagi, lebih baik aku naik becak saja.Aku memanggil abang becak yang sedang mangkir di terminal.
" Bang, becak bang..!" panggil ku.
" Iya neng, mau di antar kemana?" tanya abang becak yang mendekati ku.
" Lewat bukit bintang berapa bang?".
" 30 puluh aja neng!"
" Kok mahal kali bang?, ojek aja 10 ribu!"
" Ya udah, neng naik ojek aja!, kalau nggak mau segitu."
" Kalau ada bapak ngojek, saya pulang sama bapak aja, kalau jam segini bapak sudah pulang!" jelasku.
" OOO..neng ini anaknya pak Asmid tukang ojek itu ya?, saya kenal beliau, kalau begitu neng bayar 15 ribu aja deh" ujar bang becak.
Di sepanjang jalan aku menikmati hawa perkampungan ku, tempat aku lahir dan dibesarkan, setengah tahun ini aku tinggal kan rasanya seperti tiga tahun, banyak sekali perubahannya, terutama jalan yang dulu berbatu sekarang sudah di aspal.
__ADS_1
" Minggir bang, di sini aja" ucapku pada bang becak.
" Sudah sampai neng?" tanya bang becak lagi.
" Iya bang!, yang ini rumah nya" jawabku sambil menunjukkan rumah orang tua ku.
Aku keluar kan uang lima belas ribu dari tas ku, lalu aku bayar abang becaknya.
" Ini ongkos nya bang, terimakasih ya"
" Ini aja cukup neng!" ucap bang becak sambil mengambil uang sepuluh ribu saja.
" Lhoh! kok sepuluh bang?, tadi katanya lima belas ribu".
" Nggak papa, sepuluh aja ya, lima lagi buat dedek nya aja".
" Makasih banyak ya bang!"
" Iya, sama-sama!, salam buat bapak" ucap bang becak sambil berlalu.
Aku melangkah menuju rumah.
" Assalamualaikum!..." ucapku.
" Waalaikum salam!..." jawab ibu dari dalam.
" Muly...!, ya Allah Muly..ini beneran kamu kan?"
" Iya, ini aku Muly Bu!"
"Barusan ibu ngomongin kamu nak, kamu panjang umur" ucap ibu sambil menangis dan memeluk aku.
" Ayok, masuk!, masuk dulu, sini cucu nenek, biar nenek gendong aja" ujar ibu yang mengambil Amira dari gendongan ku.
Aku meraih tas baju, dan masuk ke dalam rumah, di sana ada bapak yang lagi duduk serta adik-adikku yang lain.
" Pak, bapak sehat?" tanyaku lesu sambil menyalaminya.
" Ya begitulah, kadang sakit, kadang kurang sehat, kolestrol bapak sering naik, suami mu mana?, nggak bisa pulang lagi?, sibuk?" cetus bapak.
Aku cuma bisa diam saja. melihat bapak bertanya ibu cepat-cepat memotong pembicaraan.
" Pak....! Muly baru pulang, masih capek" bela ibu. Bapak terdiam
" Kak, aku senang kakak pulang!" ucap Sarah.
" Ya Allah, Sarah.. adik kakak, kamu makin cantik aja."
__ADS_1
" Ah, kakak bisa aja, itu akibat kakak sudah lama nggak pulang, sampai-sampai dedek Amira nya sudah bisa merangkak" cetus Sarah.
" Bu, Muly belum shalat, nitip Amira ya , Muly shalat ashar dulu."
" Ya, sana kamu shalat, nanti ke buru magrib" jawab ibu.
Aku masuk kamar dan ganti baju, lalu langsung ke sumur ambil wudhu. setelah aku shalat ashar, aku membereskan Amira, ganti popok dan memandikannya.
" Nah, cucu nenek sekarang sudah wangi!, sudah kamu kasih makan Amira Muly?" tanya ibu?" tanya ibu.
" Belum buk, rencananya habis bulan ini, soalnya Amira bukan anak yang rewel, kalau haus nangis, sudah nyusuin kenyang, bobok lagi."
"Bagus kalau begitu, Amira anak yang baik ya?" ucap ibu.
Setelah makan malam, semua adik-adikku sudah pergi pengajian, tinggal aku, ibu dan bapak. Di ruang tengah bapak sedang duduk nonton TV.
" Wah, pak enak dong, sekarang sudah ada tv."
" Kemaren ada tetangga pindahan, nawarin bapak tv, kebetulan bapak lagi ada rezeki, bapak beli, masih bagus tv nya."
" Iya, pak!"
" Amira sudah bobok ya?" tanya ibu sambil duduk di samping bapak.
" Iya buk" jawab ku dengan raut wajah sedih.
" Kamu ini kenapa sih?, dari tadi ibu perhatian mukanya sedih, apa kamu ini lagi ada masalah dengan suamimu?" tanya ibu.
" Iya buk!" jawab ku ragu-ragu, sambil melirik ke bapak.
" Nah kan!, sudah bapak duga dari awal, ngak ada yang beres sama Usman itu!" ngegas bapak.
" Pak.., pak!, bapak tenang dulu, jangan cepat emosi, nanti kolesterol nya naik" ucap ibu sambil menenangkan bapak.
" Pak, buk, Muly minta maaf, selama ini Muly telah salah menilai bang man!."
" Nah kan! apa bapak bilang."
" Pak...., bapak dengar dulu cerita Muly, jangan asyik motong...terus!" ucap ibu yang memotong pembicaraan bapak.
" Ternyata Muly istrinya bang man yang ke enam."
Apa....? serentak jawab bapak dan ibu.
Bersambung....
Dukung terus karya ku ya teman-teman, jangan lupa like dan komen juga.
__ADS_1