Diary Kehidupanku

Diary Kehidupanku
14. Tujuh Bulanan


__ADS_3

Hari - hari aku lewati dengan penuh kesabaran, terlihat perut ku ini makin hari semakin membesar hingga akhirnya kehamilan ku masuk tujuh bulan.


Acara tujuh bulanan ku di buat barengan dengan hari pernikahan adek ku ( Sarah)


tanggal dan hari sudah di tentukan oleh orang tuaku, secara kebetulan tanggal yang di ambil bertepatan dengan hari ulang tahun ku.


" Bang ...acara tujuh bulanan tiga hari lagi, kita hari apa pulang ya bang"? Tanya ku.


" Kita pulang hari pernikahan pagi-pagi sekali, habis subuh kita berangkat dari sini sekitar jam delapan abang pikir dah sampai, acaranya jam berapa? pasti sekitar jam - jam sembilan Khan"? Jawab bang man dengan enteng sekali.


" Apa ngak salah dengar Muly bang? perut adek sudah membesar bang, adek takut kecapean dan ngak sanggup mengikuti acara pesijuk nya"?.


"Kalau adek ngak mau, ya udah kita tidak usah pulang aja".


" Iya ..oke..oke...bang! adek mau yang penting kita jangan ngak pulang". Ucap ku dengan sangat mengharap.


Kali ini lebih baik aku mengalah aja menuruti bagaimana kehendak suamiku dari pada nanti suamiku berubah pikiran di suruh nya aku pulang sendirian lagi, bisa - bisa marah semuanya.


"Ya Allah...tolong bantu aku, beri putunjuk mu bagaimana aku menyampaikan kepada orang tua ku bahwasanya aku tidak di izinkan pulang cepat oleh suami ku, apa aku harus berbohong aja ya? aku kasih tau aja sama adek Sarah bahwa aku ini sakit atau kurang enak badan" ucapku dalam hati. Berbohong demi kebaikan.


"Assalamualaikum..dek sebelum nya kak Muly minta maaf ya, karna kakak tidak bisa pulang cepat sepertinya kakak lagi kurang enak badan, tapi kamu jangan khawatir ya, nanti siang kakak akan ke puskesmas untuk berobat, mungkin insyaallah pagi-pagi acara kakak sudah disana ya, doa'in kak Muly biar cepat sehat" . wassalam


Sepertinya Sarah belum baca sms aku, ya udah lebih baik sekarang aku beres-beres rumah dulu habis itu baru aku masak. Selama ini suamiku tidak pernah makan siang di rumah paling tidak aku masak buat diri ku dan calon anakku, makan malam sering kali beli di luar.


...----------------...


Sesampai nya aku dirumah orang tuaku terlihat disana sudah banyak tamu undangan dan saudara - saudara ku.


" Kak ... kakak udah sehat"? tanya Fatma sambil menggandeng tangan ku dan membawa masuk kedalam.


" Bu... kak Muly udah sampai".


Mendengar ucapan Fatma ibu segera menghampiri ku dan memeluk diriku.


" Kamu udah sehat Muly? ibu sangat cemas memikirkan mu ibu takut kamu tidak bisa pulang acara tujuh bulan mu".


" Suamimu mana"?


" Ada Bu, diluar lagi sampirin bapak".


" Oh ya Bu, Sarah mana"? tanyaku.

__ADS_1


" Sarah dikamar lagi dirias".


"Bu Muly kekamar dulu ya". " Tapi Muly acara pesijuk nya udah mau mulai" ucap ibu.


" Sebentar aja kok Bu" sambil aku membuka pintu kamar Sarah.


" Ya Allah Sarah..kamu benar-benar cantik hari ini". ucapku


" kak Muly kapan sampai nya"? tanya sarah


" Baru aja " jawabku.


" Kakak udah sehat"?


" Ya insyaallah kakak udah sehat" jawabku. Dari tadi semua orang menanyakan kesehatan ku, ternyata kebohonganku berhasil mereka berpikirnya aku ngak bisa pulang cepat karna sakit.


" Muly.... acara tujuh bulanan akan di mulai, ayok cepat keluar" ucap bibik yang menggandeng tangan ku dan membawa ku menduduki di atas pelaminan.


" Bik....kenapa harus di atas pelaminan"?


" Terus dimana duduk nya di bawah? Muly kamu dengar cakap bibik ya, hari ini acara Sarah dan acara kamu juga , jadi kamu berhak juga duduk di pelaminan". jelas bibik


" Suamimu mana? Fatma coba panggil kak ipar mu bentar, bilang acara tujuh bulanan nya akan di mulai".


Hari ini aku duduk bersanding diatas pelamin, sekalipun ini bukan acara peresmian ku tapi setidak nya aku bisa merasakan bahagia duduk bersanding di atas pelaminan dengan di saksikan saudaraku dan tamu undangan.


Aku dan suamiku hari ini di guyur dengan percikan air dan siraman padi dan beras, aku tidak peduli dengan bisikan orang-orang tentang suamiku duda tua, seumuran dengan bapak ku, itu sangat jelas melintas di kupingku.


Setelah acara pesijuk tujuh bulanan selesai, tiba - tiba bapak dan ibu serta semua adik-adikku termasuk Sarah yang sudah selesai dirias menghampiriku dan...


"Happy birthday...kak Muly..."


aku terharu dan bahagia sekali.


Aku memeluk satu persatu.


" Makasih bapak"! ucap ku dengan memeluk nya.


" Makasih Bu" ucapku dengan memeluk ibu. "Ya nak " ibu mencium kening dan dua pipiku.


" Hai..kak selamat hari lahir ya" ucap Sarah.

__ADS_1


Baru saja aku mau memeluknya.


" Stop kak...ngak usah di cium ya, nanti luntur bedaknya".


" Gila kamu Sarah! mana bisa luntur bedak segitu tebalnya"


" haha..canda kak"! Kak ini ada kado untuk kakak ya dari kami semua.


Sarah memberikan kado untuk ku, aku melirik ke arah suamiku terlihat dia mengangguk, bearti kado ini boleh aku terima.


" Selamat hari lahir ya kak" ucap dek idah dan fatma


" Makasih ya Idah, Fatma" ucapku sambil aku memeluk mereka berdua.


" Sekarang kalian berdua yang menjadi tanggung jawab adik - adik dirumah ya, sebentar lagi kakak Sarah udah ikut suami nya nanti".


" Ya kak Muly, pokok nya kakak ngak usah khawatir kami bisa kok jaga mereka semua.


" Yudi, saryulis, Zubir ayo sini"


aku memeluk mereka bertiga menciumi pipinya.


" Kalian jangan bandel ya, nurut sama kakak Fatma dan Idah ya"


" siap kak" jawab mereka dengan gemesnya.


" Hai ...adek kecil kakak" aku memeluk adek bungsuku raja dengan pelukan gemes.


Setelah acara tujuh bulanan ku, tidak lama kemudian di susul dengan kedatangan mempelai pria. aku seperti nya sangat lelah kepala ku rasanya sangat pusing, aku masuk kekamar ibu dan beristirahat.


" Muly ..makan dulu nak, ibu lihat dari tadi kamu belum makan" ucap ibu sambil membawakan makanan buat ku.


" Bu .. Muly balek hari ini ya, soalnya bang man ngak bisa lama - lama ninggalin pekerjaan nya".


"Lho ...kamu baru pulang kok cepat kali balik nya, apa kamu ngak kecapean nanti "?.


" Mudah-mudahan ngak Bu".


" Nak..kamu bilang sama suami mu waktu lahiran kamu di rumah ibu aja ya, ibu ngak sanggup pergi ke sana apalagi ningalin adik - adikmu di sini".


" Ya Bu... nanti Muly bilang sama bang man, Muly pinginnya lahiran anak pertama bersama ibu disini".

__ADS_1


Sore itu aku dan suamiku pulang ke rumah karna suamiku ngak mau nginap di rumah ibu, hujan gerimis mulai turun tapi kami tidak berteduh mengigat perjalanan kami masih jauh.


Kali ini kami berencana singgah dulu di rumah kak Ina, mungkin habis magrib baru melanjutkan perjalanan ke rumah.


__ADS_2